.

.

Sabtu, 17 Desember 2016

Kebutuhan ku

Aku butuh kafein, mie, capsaicin, soda, asam, dan coklat.
Dia bertanya, "bukankah semua itu akan menyakitimu?"
Ya, aku memang butuh sakit.

Meskipun menyakitkan, terkadang menikmati proses kenaikan asam lambung itu menyenangkan. Merasakan perut yang melilit, nyeri hebat hingga ke ulu hati, ngilu pada punggung, hingga tidur yang pasti tak akan nyenyak. Aku menikmatinya, sungguh.

Aku butuh sakit. Sakit yang lebih menyakitkan dari rasa sakit di hati ini.
Aku memang cenderung menyakiti diri sendiri saat aku terluka. Karena hanya dengan begitu aku bisa sejenak melupakan sakit di hati. Karena hanya dengan begitu aku bisa bebas menangis.

Itu semua begitu melegakan, membuat lebih tenang.
Terdengar aneh memang, tapi itu benar. Mungkin ini seperti alkohol untuk para pemabuk. Seperti rokok untuk para perokok. Meskipun anehnya ketika ku konsumsi semua itu, tak ada rasa yang ku rasakan. Semua hambar.

Aku tau itu tidak baik. Tapi hanya itu yang bisa aku lakukan.
Dan hal terakhir yang ku butuhkan adalah pelukan. Aku butuh dekapan orang lain tuk menyerap segala rasa sakit ini. Belaian pada punggung tuk menyadarkan bahwa aku tak sendiri, bahwa aku lebih kuat dari rasa sakit itu..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar