.

.

Sabtu, 08 April 2017

ILY

I'm falling in love.
Ya, aku mencintainya. Aku menyayanginya. Entah sejak kapan aku merasakannya, tapi yang jelas aku bersyukur memilikinya, seseorang yang begitu menyayangiku.
Aku suka caranya memanggilku.
Aku suka caranya menjawab setiap panggilanku.
Aku suka caranya menggenggam tanganku.
Aku suka kesabarannya, kejujurannya, kesederhanaannya.
Aku suka caranya menyayangiku.
Jarak yang jauh dan waktu yang terbatas membuat kami tak banyak menghabiskan waktu untuk melakukan banyak hal bersama. Namun ku yakin, kelak saat aku memiliki banyak waktu dengannya, akan ada banyak hal lagi yang aku suka darinya.
Meski luka dan sakit pernah ku alami, namun kali ini aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengannya.
i love you..

Cirebon, 25 Oktober 2016

Sabtu, 18 Maret 2017

Kebisuan

Ingin ku ungkapkan perasaanku
mengadu rasa
menatap mata
mendengar suara

Namun semua tak daya
bibir ku terkatup bisu tiada bisa
hanya dalam goresan ini ku ungkap segalanya

Tentang cita dan cintaku
tentang semua kerinduanku
tentang kehampaan harapanku
dan
tentang segala yang ada di benakku

Ku ayunkan pena tuk hiasi setiap lembarnya
tuk nyatakan semua isi di dada juga kepala
karena tak dapat ku ungkap dengan kata
hanya dalam goresan pena dapat ku tulis semua rasa.

-Cirebon, 17 maret 2017-

Sabtu, 28 Januari 2017

Rindu

Rindu
Rindu itu indah
Rindu itu penuh warna
Dengan rindu aku bisa merana
Dengan rindu aku bisa tertawa
Tetapi...
Dengan rindu pula bikin aku seperti orang gila.

Sehebat apakah rindu itu?
Sekuat apakah dia menguasai?

Dia malah tersenyum melihatku
Dan dia berkata "Kamu adalah orang yang beruntung karena masih memiliki rindu. Karena rindu hanya milik orang yang punya cinta dan kasih sayang."

Sabtu, 17 Desember 2016

Kebutuhan ku

Aku butuh kafein, mie, capsaicin, soda, asam, dan coklat.
Dia bertanya, "bukankah semua itu akan menyakitimu?"
Ya, aku memang butuh sakit.

Meskipun menyakitkan, terkadang menikmati proses kenaikan asam lambung itu menyenangkan. Merasakan perut yang melilit, nyeri hebat hingga ke ulu hati, ngilu pada punggung, hingga tidur yang pasti tak akan nyenyak. Aku menikmatinya, sungguh.

Aku butuh sakit. Sakit yang lebih menyakitkan dari rasa sakit di hati ini.
Aku memang cenderung menyakiti diri sendiri saat aku terluka. Karena hanya dengan begitu aku bisa sejenak melupakan sakit di hati. Karena hanya dengan begitu aku bisa bebas menangis.

Itu semua begitu melegakan, membuat lebih tenang.
Terdengar aneh memang, tapi itu benar. Mungkin ini seperti alkohol untuk para pemabuk. Seperti rokok untuk para perokok. Meskipun anehnya ketika ku konsumsi semua itu, tak ada rasa yang ku rasakan. Semua hambar.

Aku tau itu tidak baik. Tapi hanya itu yang bisa aku lakukan.
Dan hal terakhir yang ku butuhkan adalah pelukan. Aku butuh dekapan orang lain tuk menyerap segala rasa sakit ini. Belaian pada punggung tuk menyadarkan bahwa aku tak sendiri, bahwa aku lebih kuat dari rasa sakit itu..


Rabu, 26 Oktober 2016

Jangan lihat!

Jangan lihat!
Aku sedang tidak cantik sekarang.
Aku butuh kamu untuk membuatku cantik lagi.
Bisakah kau membuatku cantik tanpa melihatku?

Saat ini aku hanya butuh dia ada, memelukku.
Agar aku yakin bahwa dia ada hanya untukku.
Bisakah kau mengatakan padanya?

Cukup!
Aku tau kamu pasti mentertawakan aku karena ini kembali lagi terulang seperti dulu.
Selain juga karena wajahku saat ini.
Meski aku sangat menyukai tawamu, tapi aku benci caramu tertawa saat ini.

Aku tau, aku terlihat kekanakan saat ini.
Seperti anak kecil yang tak rela bonekanya dipinjam dan dipeluk anak lain.
Tapi bukankah wajar bagiku untuk merasa tak senang?
Apakah salah ketika aku merasa aku begitu cemburu?
Demi Tuhan katakan bahwa aku salah?

Hey!
Stop terus tertawa.

Senin, 24 Oktober 2016

24

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat.
Pada pagi kedua puluh empat ini, kupanjatkan segala doaku untukmu.
Meski tak pernah sempat aku membuat tawa di hari kedua puluh empat, namun aku slalu berharap kebahagiaan dimanapun kau berada.
Teruslah berusaha untuk mewujudkan segala mimpimu.

Selamat hari kedua puluh empat..

Sabtu, 22 Oktober 2016

Nyata

Bukti keheningan malam adalah diam
Belah keangkuhan menajamkan sekam
Aku dengan pengayuhku melaju
Menembus waktu dan imajinasiku
Patuh tertunduk sungkur meluruh
Puing tetap saja puing
Puing bagian dari masa lalu