Hai.. rasanya begitu lama tak menyapamu.
Benar sekali, aku memang merindukanmu.. saat-saat seperti ini rasanya aku ingin bersamamu, menumpahkan segala yang ku rasa, menangis sepuasnya karena sedihku, atau tertawa sepuasnya karena bahagiaku.
Tahukah kau?
Lagi dan lagi aku berada pada titik dimana aku merasa kehilangan arah dan tujuan.
Aku seperti memiliki tanpa tau apa yang kupunya.
Aku berharap tanpa tau apa yang menjadi inginku.
Kemana aku harus mencari segala jawaban dari tanya di hati?
Aku merasa segalanya kosong..segalanya hampa..
Ketika semua berlari mengejar segala tujuannya, aku hanya diam mematung tak mengerti.
Mereka semua tertawa bahagia menyambut segala harap.
Sedang aku?
Menangis, mengais bayang mimpiku yang tersisa.
Tenggelam dalam kebodohan dan ketidaktahuanku.
Aku benci merasa bodoh!
Tolol!
Ku sadari bahwa selama ini aku berjalan untuk arah orang lain.
Aku bermimpi untuk mimpi orang lain.
Aku tertawa untuk tawa orang lain.
Aku bahagia untuk bahagia orang lain.
Dan kini, ketika semua yang telah ku miliki, aku merasa tiada arti..
Karena itu semua bukan milikku, tapi milik orang lain.
Namun.. benarkah itu semua milik orang lain?
Aku bertanya,
Inikah hidupku?
Inikah tujuanku?
Inikah mimpiku?
Inikah cintaku?
Dan semakin aku bertanya, semakin penuh pertanyaan dalam benakku.
Semuanya terasa begitu berat, begitu menyiksa, begitu menyebalkan.
Tak ada seorang pun kan mengerti, sedang aku pun tak memahami.
Yang kulakukan hanya menghabiskan hal berhaga milik manusia, waktu..
Aku menyia-nyiakannya.
Wahai penuntun jiwa, bawalah aku kepada mimpi ku, tujuan hidupku, dan cintaku, hingga ku temui arti dari hidupku ini..