.

.

Selasa, 27 Oktober 2015

Cinta Dalam Diam

Diam-diam tertarik
Diam-diam menyukai
Diam-diam merindukan
Diam-diam mendoakan
Diam-diam mengharapkan
Diam-diam mencintai

Bukan lagi tentang status, tapi kesungguhan.
Bukan lagi tentang cemburu berlebih, namun kepercayaan dan pengertian.
Bukan lagi tentang kamu dan aku, tapi tentang kita.
Begitulah cintaku saat ini..


Jumat, 02 Oktober 2015

Untuk Kamu

Mungkin kamu tak pernah tau, aku bukanlah perempuan yang bisa dengan mudah mengungkapkan apa yang dirasakannya. Aku selalu kesulitan dalam menyampaikan isi hatiku. Terkadang aku mengungkapkan rasa sayangku dengan bentuk yang sedikit berbeda dari yang lainnya.
Aku bukan perempuan yang mudah mengungkapkan apa yang dirasakan dengan kata-kata. Segala yang aku rasakan ku wujudkan dalam bentuk tindakan nyata.

Kau mungkin memang tak pernah mendengarku berkata jika aku mencintaimu, dan juga banyak kata manis lain yang mungkin kebanyakan perempuan  katakan. Aku bukan perempuan yang selalu bertuturkata lembut. Aku cenderung menggunakan bahasa dengan sesukaku. Terkadang, celaanku adalah bentuk pujian dan rasa banggaku padamu, amarahku adalah bentuk rasa khawatirku untukmu, dan diamku adalah bentuk kesabaran penantianku..

Coba kamu lihat kebelakang, apa yang telah kita lalui bersama.
Begitu banyak yang telah terjadi padaku, begitu sering ku coba berbicara denganmu, namun begitu banyak juga yang hanya kau lewatkan begitu saja. Lelah, aku memang lelah. Namun ku coba tuk bersabar.
Ku tau kita bukan lagi anak kecil yang mementingkan sebuah kata .. Bukankah tindakan nyata jauh lebih penting dibanding hanya ucapan kata semata?

Aku bukan menolakmu. Sejak awal ku katakan bahwa aku menundanya, meski aku ungkapkan dengan bahasa yang berbeda. Kamu pikir untuk apa selama ini aku sendiri?
Aku memberikan waktu untuk kita. Untuk saling memahami, mengerti, dan memperbaiki diri. Namun sepertinya kau tak juga mengerti. Lantas apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu mengerti?

Ku slalu coba tuk bersabar, namun sepertinya kau tak juga mampu tuk bersabar dengan keadaan ini.
Kau terlalu sibuk memikirkan dirimu, sedangkan aku disini berpikir untuk kita. Tak banyak hal yang ku minta darimu, namun belum juga kau mewujudkan apa yang ku minta, kau selalu merengek akan permintaanmu.
Tidak! Meski mungkin aku menyukaimu atau bahkan menyayangimu, aku tetap berpikir dengan rasionalku. Berubahlah, maka aku pun akan berubah untukmu..
Saat ini hal terbesar yang mampu aku berikan adalah kesabaran penantianku untukmu. Apa itu masih kurang untukmu?
Terlalu banyak kata yang hanya terbaca, terlalu banyak makna yang terabaikan.

Hey, kita bukalah anak belasan tahun lagi. Sebuah hubungan bukan lagi hanya sekedar status semata. Ku percaya bahwa Tuhan telah menciptakan umatNya berpasangan. Bila pun saat ini kita tak mampu untuk bersama, bila memang kita ditakdirkan untuk bersama, kelak akan ada cara untuk mempertemukan kita.