Yeee siapa yang gak suka kalo orang yang dirindukannya kembali.
Akhirnya kamu pulang.
Aku bisa lagi menghubungimu, bercerita denganmu, tertawa bersamamu..
Seperti malam ini, kita bersama bercerita tentang banyak hal kecil. Dan dari hal kecil itulah yang membuatku merasa bahagia. Kita punya tawa lagi, punya hari bersama lagi.
Kamu tau rasanya sangat menyenangkan ketika kamu memanggilku lagi, mengkhawatirkan aku lagi, memperhatikanku, menyemangatiku dan membuatku merasa jauh lebih ringan tuk hadapi hariku.
Oh iya kamu udah punya janji loh. Kamu berjanji akan menepatinya nanti.
Rasanya gak sabar buat nunggu saat itu.
Cepet pulang ke cirebon ya..
.
Senin, 24 Agustus 2015
Selasa, 18 Agustus 2015
Kenapa?
Oh senang rasanya..
Ketika kamu kembali, menjawab panggilanku, dan menemaniku lagi.
Ketika aku masih dapat memandangmu, berbicara denganmu, dan tersenyum padamu.
Membaca caramu menjawab panggilanku, membuatku merasa senang. Kalau dipikir ini hanya caranya menjawab panggilanku, tapi kenapa terasa begitu berbeda. Setelah sekian lama, aku bisa berbicara denganmu lagi. Ya, aku merindukamu, ku akui itu semua.
Mungkin aku mulai gila, tersenyum sendiri mendengarmu kembali. Tertawa bahagia ketika kau memanggilku. Kenapa kini kamu mulai terlihat berbeda dimataku?
Aku merindukanmu. Aku ingin berbicara denganmu. Tapi kenapa kini saat kamu sudah di hadapku, kelu rasanya lidah ini. Semuanya hilang begitu saja. Aku tak tau harus berkata apa. Dan jadilah seperti biasa, aku dan kamu hanya berkata beberapa kata saja. Entahlah, itu saja terasa cukup untukku.
Oh Tuhan, mengapa selalu kenapa dan entahlah..
Wooow gak boleh gak boleh. Mulai gak beres nih.
Tapi kenapa terasa begitu aneh? Mulai banyak hal yang menarik darinya, kadang menanti waktu bersamanya, berharap dia pun masih merasakan hal yang sama denganku. Tak jarang aku selalu berpikir apakah dia masih berdiri pada tempatnya seperti dulu, memandangku, dan menunggu diriku menghampirinya. Atau kini dia sudah jauh, melangkah berpindah ke tempat lain, memandang dan menunggu orang lain..
Kenapa rasanya semakin tak rela?
Bukan, ini tidaklah seharusnya.
Semakin sering aku berpikir tentang kata seandainya. Harapan ini mungkin kelak akan menyakitiku.
Ketika kamu kembali, menjawab panggilanku, dan menemaniku lagi.
Ketika aku masih dapat memandangmu, berbicara denganmu, dan tersenyum padamu.
Membaca caramu menjawab panggilanku, membuatku merasa senang. Kalau dipikir ini hanya caranya menjawab panggilanku, tapi kenapa terasa begitu berbeda. Setelah sekian lama, aku bisa berbicara denganmu lagi. Ya, aku merindukamu, ku akui itu semua.
Mungkin aku mulai gila, tersenyum sendiri mendengarmu kembali. Tertawa bahagia ketika kau memanggilku. Kenapa kini kamu mulai terlihat berbeda dimataku?
Aku merindukanmu. Aku ingin berbicara denganmu. Tapi kenapa kini saat kamu sudah di hadapku, kelu rasanya lidah ini. Semuanya hilang begitu saja. Aku tak tau harus berkata apa. Dan jadilah seperti biasa, aku dan kamu hanya berkata beberapa kata saja. Entahlah, itu saja terasa cukup untukku.
Oh Tuhan, mengapa selalu kenapa dan entahlah..
Wooow gak boleh gak boleh. Mulai gak beres nih.
Tapi kenapa terasa begitu aneh? Mulai banyak hal yang menarik darinya, kadang menanti waktu bersamanya, berharap dia pun masih merasakan hal yang sama denganku. Tak jarang aku selalu berpikir apakah dia masih berdiri pada tempatnya seperti dulu, memandangku, dan menunggu diriku menghampirinya. Atau kini dia sudah jauh, melangkah berpindah ke tempat lain, memandang dan menunggu orang lain..
Kenapa rasanya semakin tak rela?
Bukan, ini tidaklah seharusnya.
Semakin sering aku berpikir tentang kata seandainya. Harapan ini mungkin kelak akan menyakitiku.
Senin, 17 Agustus 2015
Meninggalkan
Lihatlah dari Sisi yang Meninggalkan, Bukan Hanya dari yang Ditinggalkan
Meninggalkan dan
ditinggalkan adalah sisi yang sama-sama menyakitkan. Akupun paham itu.
Tapi tak perlulah menghakimiku begitu kejam, yang memilih untuk menyerah
bertahan dan meninggalkanmu. Karena sesungguhnya, akulah yang paling
tersakiti. Terlalu naif kedengarannya. Karena kita sering berpikir,
ditinggalkan adalah sisi yang paling menyakitkan. Bahkan ada yang dengan
tega, memaki seseorang yang meninggalkan dan berhenti bertahan.
Atau sampai terlontar sumpah serapah.
Hey, tapi tolong beri aku sedikit waktu agar kamu bisa memahami! Akupun lebih sakit dari apa yang kau rasakan kini. Sudah berapa lama aku menerima sikapmu yang tak selayaknya bisa kumaklumi begitu saja? Berapa kali harus kurendahkan harga diriku di hadapanmu, yang tak sepantasnya kulakukan, yang biasanya aku mampu berbisik pada diriku sendiri "ayolah bertahan sebentar, meskipun itu menyakitkan," ?
Tak heran jika tingkahmu sering melukaiku. Ternyata kita memang beda. Otakmu sekeras baja, aku masih memakai logika. Apa perlu aku bertahan lebih lama lagi sampai akhirnya kau menginjak kepalaku?
Kau ingin aku hanya diam. Tentu saja aku menyayangimu, tapi sayang aku masih memiliki logika. Hatiku tahu kapan harus berhenti. Tak masalah jika aku meninggalkanmu di saat hatiku masih berharap padamu. Tentu saja menyakitkan karena hal yang paling menyakitkan di dunia ini adalah kita sedang jatuh cinta dan patah hati di waktu yang bersamaan. Karena aku yakin dengan caramu bersikap itu, Tuhan ingin memberitahuku.
Saatnya agar aku segera pergi darimu.
Jika sesuatu itu menyakitkan, lalu untuk apa aku masih bertahan menggenggamnya? Apakah aku harus menunggu hingga tanganku patah dulu? Tentu saja. Kau tak bisa merasakan sakit yang kurasakan karena kau tak pernah mau memahami sedikit pun tentang sisiku.
Hey, tapi tolong beri aku sedikit waktu agar kamu bisa memahami! Akupun lebih sakit dari apa yang kau rasakan kini. Sudah berapa lama aku menerima sikapmu yang tak selayaknya bisa kumaklumi begitu saja? Berapa kali harus kurendahkan harga diriku di hadapanmu, yang tak sepantasnya kulakukan, yang biasanya aku mampu berbisik pada diriku sendiri "ayolah bertahan sebentar, meskipun itu menyakitkan," ?
Ternyata aku hanya manusia biasa, sama sepertimu. Memiliki ambang batas dan kau telah melampaui ambang batas yang kumiliki,Harus berapa banyak lagi luka yang kuterima untuk mempertahankanmu? Ayolah kita belajar anatomi! Setiap kali kau berucap, mulutmu seperti belati tak bersarung dan aku masih mengasah lidahku untuk waktu yang tepat. Karena setidaknya, isi dadaku masih berwujut hati. Benar saja, karena isi dadamu adalah batu.
Tak heran jika tingkahmu sering melukaiku. Ternyata kita memang beda. Otakmu sekeras baja, aku masih memakai logika. Apa perlu aku bertahan lebih lama lagi sampai akhirnya kau menginjak kepalaku?
Kau ingin aku hanya diam. Tentu saja aku menyayangimu, tapi sayang aku masih memiliki logika. Hatiku tahu kapan harus berhenti. Tak masalah jika aku meninggalkanmu di saat hatiku masih berharap padamu. Tentu saja menyakitkan karena hal yang paling menyakitkan di dunia ini adalah kita sedang jatuh cinta dan patah hati di waktu yang bersamaan. Karena aku yakin dengan caramu bersikap itu, Tuhan ingin memberitahuku.
Saatnya agar aku segera pergi darimu.
Jika sesuatu itu menyakitkan, lalu untuk apa aku masih bertahan menggenggamnya? Apakah aku harus menunggu hingga tanganku patah dulu? Tentu saja. Kau tak bisa merasakan sakit yang kurasakan karena kau tak pernah mau memahami sedikit pun tentang sisiku.
Sumber : http://www.hipwee.com/narasi/lihatlah-dari-sisi-yang-meninggalkan-bukan-hanya-dari-yang-ditinggalkan/
Wahai Perempuan Cantik
Wahai Perempuan yang Cantik Hatinya, Berhentilah Menyiksa Diri Sendiri dengan Termehek-Mehek Cinta
Cinta sejatinya
adalah anugrah dari Tuhan yang harus dijaga. Cinta seharusnya menjadi
indah dan bermekaran dalam hati seorang perempuan. Jika laut terlalu
dalam, bumi terlalu luas, maka hati perempuan dapat mengarungi dan
melampaui keduanya. Bersyukurlah kamu yang terlahir sebagai perempuan.
Karena banyak sekali hal indah pada dirimu yang layak diperjuangkan.
Untuk itu, janganlah menjadi lemah sebab kau ditakdirkan dengan berbagai keterampilan membanggakan. Janganlah bersedih sebab kebahagiaan patut diperjuangkan sampai mati. Janganlah menyiksa diri sendiri sebab kau adalah perhiasan dunia yang layak dihormati.
Untuk itu, janganlah menjadi lemah sebab kau ditakdirkan dengan berbagai keterampilan membanggakan. Janganlah bersedih sebab kebahagiaan patut diperjuangkan sampai mati. Janganlah menyiksa diri sendiri sebab kau adalah perhiasan dunia yang layak dihormati.
Karena cinta datang untuk menguatkan, bukan menjadikanmu termehek-mehek dan kehilangan arah.
1. Jatuh cinta boleh saja, tapi pilihan selalu ada. Tinggalkan yang hanya menghujanimu dengan harapan semu tanpa kepastian.
Setiap perempuan layak mendapatkan cinta karena kamu adalah bagian dari cinta itu sendiri. Tapi cinta juga harus punya pandangan dan masa depan. Jangan terlena dengan ucapan bibir yang tak ada wujud pembuktiannya. Percayalah, kamu tahu siapa yang layak dan yang harus ditinggalkan! Tuhan menciptakan semua berpasang-pasangan. Bila dirasa tak ada kemajuan, maka segera ambil tindakan: bertahan atau pergi dengan tujuan pasti.Bila sejak awal hanya main-main, untuk apa menghabiskan rasa, waktu, dan pikiran tanpa arti? Hati perempuan tidak boleh terluka karena hati perempuan sangat berharga.
2. Mengapa kau biarkan hatimu merana, sedangkan dia hanya peduli dengan dirinya saja tanpa memberi sedikitpun ruang untukmu tersenyum tulus tanpa bekas kantung mata?
Dalam setiap hubungan, tentu ada saatnya perbedaan datang hingga menimbulkan perselisihan. Bila dia sadar telah mengatakan cinta padamu, seharusnya dia pun tahu bagaimana cara menjaga perasanmu. Tapi di saat dia tanpa sadar mengingkari perjanjian yang sempat diucapkannya dengan manis di hadapanmu, dengan membiarkanmu terluka hingga lupa bagaimana cara tersenyum. Percayalah pada hati kecilmu!Dia bukanlah orang yang pantas untuk mendapatkan cinta tulusmu. Jangan biarkan dia menghancurkan hatimu hingga membuatmu terlupa siapa dirimu sebenarnya! Perempuan yang cantik hatinya, kau adalah milikmu seutuhnya. Kau adalah pemegang kendali pikiran dan perasaanmu sendiri. Jujurlah pada diri sendiri. Bila sekarang saja dia bisa membentak dan membuatmu menangis, lalu bagaimana nanti?
3. Berbahagia dan mekarlah seperti bunga matahari yang tak pernah takut menantang terik sang mentari.
Tidak hanya perempuan, semua orang pasti menginginkan kebahagiaan. Bahagia tidak seperti hujan yang bisa datang dan pergi semaunya. Tapi bahagia harus dicari. Bahagia harus diciptakan. Untuk apa terluka hanya untuk kebahagiaan orang lain yang tak pernah mengerti arti menjaga hati? Sebenarnya bahagia itu sangat sederhana. Bersyukurlah selalu dengan semua yang kau punya.Coba mulai sadari! Saat kamu memiliki kesehatan dan bisa menikmati rasa makanan, saat kamu bisa bernafas dengan mudah, merasakan tidur nyenyak, keberadaan keluarga dan teman yang tak pernah lelah menyayangimu, rumah yang melindungimu dari ekstrimnya musim panas, dan mengerikannya musim hujan. Semua itu sempurna. Cukup sudah! Segera hapus air mata, bernafaslah dengan lega, hancurkan semua beban yang memberatkan dada!
Senyumlah dengan sekawanan kuntum bunga. Berbahagialah dan mekarlah! Hadapi semua dengan berani tanpa takut dengan rasa sakit dan perihnya luka hati.
4. Hiduplah untuk hidup dan temukan cinta sebagai pelengkap mengarungi usia yang terus berjalan.
Sudah lewat berapa tahun usia mengiringi jiwa sampai perjalanan saat ini? Memang usia tak bisa dijadikan parameter kedewasaan. Tapi semakin berkurang usia, mau tidak mau kamu harus menjadi lebih bijak dalam menyikapi problema hidup. Tegaslah pada diri sendiri. Ketika cinta tak mampu membuatmu berdiri tegar dan kuat, berhijrahlah untuk menggapai betapa indahnya sebuah mimpi saat benar-benar menjadi nyata.Ketika cinta tak mampu melindungi hatimu dari dera airmata, bangkitlah dan tinggalkan semua kesakitan juga kekecewaan. Menangislah sepuasmu! Menangis hingga semua air mata terkuras habis. Tapi setelah itu, bangunlah dan tuliskan semua yang ingin kau wujudkan. Bahagiakan kedua orang tua, sayangilah saudara dan teman-temanmu yang berharga.
Ketika kau memiliki hati seluas samudra dan senyum yang tak pernah layu untuk merekah, yakinlah kau akan menemukan cinta yang lebih dari sekedar kata indah. Bukankah mencintai itu mudah? Semua kan terjadi bila sudah waktunya.
5. Buka mata, hati, dan telinga. Lihat, rasakan, dan dengar lebih dalam. Karena hidup tidak sekedar untuk mati, tapi harus berarti.
Jadilah seperti ulat yang menjelma kupu-kupu dengan sayap warna-warni yang menawan. Terbanglah! Lihatlah betapa indah dunia untuk sekedar dijadikan tempat singgah bermuram durja. Penuhi hatimu dengan cinta. Rasakan semua lebih dalam. Rasakan betapa layaknya dirimu untuk bahagia dan menikmati semua yang telah kau perjuangkan. Berbagilah! Coba sejenak berhenti bicara dan dengarlah mereka! Mereka yang memanggilmu sayang.Mereka yang mengakui keakuanmu. Mereka yang tak pernah lupa berbisik padamu di kala senang dan melibatkanmu pada sebuah masalah yang tak sanggup dihadapinya sendiri. Sebutlah mereka lebih dari sahabat. Karena cinta tak hanya tentang kau dan dia yang terhenti pada pertengahan jalan.
Karena cinta bukan sekedar status tanpa mampu menjaga dan merawatnya.
Karena cinta tidak untuk saling menyakiti dan membenci.
Karena cinta bukan untuk dilihat tapi dirasakan.
Karena cinta ada untuk menyatukan dua hati.
Karena cinta hadir untuk menawarkan kebahagiaan.
Karena cinta ada untuk memberi kehidupan.
Karena cinta itu memahami.
Karena cinta adalah saling memberi ruang untuk perbedaan.
Karena cinta itu memaafkan.
Karena cinta hadir untuk menjadikannya arti.
Sumber : http://www.hipwee.com/list/wahai-perempuan-yang-cantik-hatinya-berhentilah-menyiksa-diri-sendiri-dengan-termehek-mehek-cinta/
Tidak Mungkin Berteman
5 Alasan Mengapa Setelah Ada Perasaan, Tak Mungkin Lagi Kamu dan Dia “Hanya Berteman”
Pernah nggak tiba-tiba seseorang jadi begitu spesial di matamu? Dari yang jarang bertegur sapa, kalian akhirnya biasa bertukar cerita. Semakin lama kehadirannya makin kamu nantikan dan akhirnya kamu bermuara pada satu perasaan. Kamu menyukainya, walau tak tahu apa ia menyimpan perasaan yang sama.Kamu berharap ia tahu apa yang kamu rasa, namun tak tahu bagaimana harus menyampaikannya. Mustahil berpura-pura tak ada apa-apa, saat yang kamu pikir hanya dia. Sejak itulah, mempertahankan pertemanan jadi beberapa tingkat lebih susah.
1. Memelihara perasaan hampir sama dengan menaruh harapan. Kamu hanya ingkar terhadap diri saat bilang kamu ikhlas jadi teman.
“Memang suka. Tapi aku bisa kok temenan aja sama dia.”Tujuan awal yang semula hanya untuk berteman sekarang berubah dengan datangnya perasaan suka. Yang biasanya tak menjadi masalah ketika satu minggu tak bertemu, kini kamu uring-uringan sendiri saat ia tak bisa bertemu walau satu hari. Keinginan untuk selalu ada di dekatnya rasanya tak bisa diimbangi dengan status kalian yang hanya sebagai teman biasa.
“Mana ada sih temen biasa yang minta ditemenin setiap hari?”Berusaha untuk tetap menganggapnya teman rasanya terlalu dusta. Kamu tahu suatu saat kamu akan sakit hati jika ia mulai mendekati orang lain.
2. Mungkin awalnya ia memang terlihat biasa saja. Namun datangnya perasaan suka membuatmu bisa melihatnya dari sisi yang berbeda.
Segala yang ia lakukan kini selalu menarik perhatian.
Segala yang ia lakukan kini selalu menarik perhatian. Mulai dari apa yang ia kenakan, hingga apa yang ia makan selalu membuatmu tersenyum kegirangan.
Mungkin hanya menjadi temannya akan mengurangi kemungkinan untuk kehilangan sosoknya — karena kamu tahu kalian akan selalu bisa bersama sebagai teman.
3. Selalu ada keinginan untuk hadir di dekatnya, meski akal pikiran memperingatkanmu jarak harus tetap terjaga
Kamu tak bisa berjauhan
Tapi mau gimana lagi… namanya juga cinta.
Kadang kamu berharap menyatakan cinta bisa semudah berkata “Aku lapar!” namun kamu sadar bahwa cinta tidak sesederhana apa yang orang bilang karena pikiranmu mencoba menolak kenyataan tentang apa yang hati telah rasakan.
4. Pertemanan kalian akan semakin tak menyenangkan ketika ia mulai bercerita padamu tentang seorang perempuan.
“Kenalin dong, ini…”
Ketidaktahuannya tentang perasaanmu semakin menjadi beban
bagimu, ketika ia mulai terbuka padamu tentang seorang perempuan yang ia
suka. Awalnya kamu (memang) berharap bahwa itu adalah kamu, dan beban
perasaan ganda resmi kamu bawa ketika ia memperkenalkan seseorang yang
selama ini hanya ada di dalam cerita curhatnya padamu.
“Dia suka sama cewek ini, bukan aku.”
Fakta bahwa perempuan yang selama ini ia banggakan bukan kamu rasanya memang campur aduk, dan melihatnya bersama perempuan lain semakin membuat hatimu tergerus.
Mau gimana lagi? Dia kan nggak tahu kalau aku juga suka…
Apalagi jika ia sering membawa perempuannya ke sekitar kalian, sementara kamu hanya bisa diam.
Semakin lama melihatnya bersama yang lain akan semakin membuatmu
tersiksa. Daripada terus-terusan memendam rasa, banyak teman yang
menyarankanmu agar cepat menyatakan perasaan.
Mereka kira bakal semudah itu menyatakan perasaan sama orang?
Saran tersebut rasanya tak berarti bagimu. Menyatakan perasaan mungkin akan menghilangkan beban, namun juga tak menjamin bahwa ia akan tetap bersikap sama setelah mengetahui bahwa kamu menyimpan rasa.
Untuk mempertahankan hubungan pertemananmu dengannya, kamu lebih memilih untuk menyimpan rasa yang selama ini ada dan berusaha untuk melupakannya. Percayalah bahwa suatu saat kamu juga akan bertemu dengan seseorang – yang akan membuat semua perasaan cintamu terbalaskan. Akan ada seseorang yang mampu membuatmu merasa terlengkapi dan dicintai, sama seperti yang kamu rasakan dengannya saat ini. Dengannya yang sampai kapan tak akan pernah mengerti bahwa kamu mencintai.
Tapi sampai kapan kamu akan puas hanya jadi “teman”?
Sumber : http://www.hipwee.com/hubungan/5-alasan-mengapa-setelah-ada-perasaan-tak-mungkin-lagi-kamu-dan-dia-hanya-berteman/
Hahaha pas banget nih rasanya.
“Dia suka sama cewek ini, bukan aku.”
Fakta bahwa perempuan yang selama ini ia banggakan bukan kamu rasanya memang campur aduk, dan melihatnya bersama perempuan lain semakin membuat hatimu tergerus.
Mau gimana lagi? Dia kan nggak tahu kalau aku juga suka…
Apalagi jika ia sering membawa perempuannya ke sekitar kalian, sementara kamu hanya bisa diam.
5. Akhirnya kamu hanya punya dua pilihan. Menyatakan perasaan, atau berusaha untuk melupakan.
Lebih baik diam.
Mereka kira bakal semudah itu menyatakan perasaan sama orang?
Saran tersebut rasanya tak berarti bagimu. Menyatakan perasaan mungkin akan menghilangkan beban, namun juga tak menjamin bahwa ia akan tetap bersikap sama setelah mengetahui bahwa kamu menyimpan rasa.
Untuk mempertahankan hubungan pertemananmu dengannya, kamu lebih memilih untuk menyimpan rasa yang selama ini ada dan berusaha untuk melupakannya. Percayalah bahwa suatu saat kamu juga akan bertemu dengan seseorang – yang akan membuat semua perasaan cintamu terbalaskan. Akan ada seseorang yang mampu membuatmu merasa terlengkapi dan dicintai, sama seperti yang kamu rasakan dengannya saat ini. Dengannya yang sampai kapan tak akan pernah mengerti bahwa kamu mencintai.
Tapi sampai kapan kamu akan puas hanya jadi “teman”?
Sumber : http://www.hipwee.com/hubungan/5-alasan-mengapa-setelah-ada-perasaan-tak-mungkin-lagi-kamu-dan-dia-hanya-berteman/
Hahaha pas banget nih rasanya.
Hati yang Pernah Mencintaimu
Aku berhenti diam bukan karena tak mengerti arti luka
Justru aku sedang mencoba mengobati luka ku sendiri
Kekecewaanku bukanlah hal baru kepada mu
Aku beberapa kali kecewa dan beberapa kali juga mencoba merangkai kata kembali
Namun putus asa ini telah sampai pada kata takut
Aku memilih pergi dan mengurung hati
Tak ingin hatiku kembali menapaki jalan yang tak ku hendaki
Hati kecilku selalu membisikkan namamu dalam lamunanku
Tapi apa daya ketika air mata adalah satu satu nya jalan ku bercerita tentang kita
Aku tak sanggup bila harus berpisah dan juga tak mampu untuk bertahan
Dan aku memilih pergi,
Bukan hal yang mudah bagiku dan bagimu
Aku tau akan itu
Kecewaku padamu membawa pergi semua rasa itu
Kini yang tertinggal hanya rindu akan hari hari kita yang terus ku pendam
Amarah dalam diriku belum juga padam atau berkurang
Tanpa kau sadari setiap kata kembali yang ku pilih menjadi curahan air mata yang tak terbendung
Setiap kebersamaan kita membawa tawa dan juga tangis
Aku menyerah untuk kesekian kalinya
Aku tak tau kapan bisa ku katakan dengan bangga aku melepaskan mu
Pada semua aku menyombongkan diri telah lepas dari mu
Namun dalam ingatanku, kita masih sama dengan rasa yang berbeda
Aku tau aku belum bisa melepaskan kenangan tentang kita
Aku juga tau tak mungkin kembali pada masa lalu yang begitu menyakitkan
Aku juga sadar tak mungkin mencipta kecewa yang sama
Aku juga mengerti bahwa kita hanya singgah satu sama lain sebelum berlabuh pada hati yang tepat
Aku sudah selesai dengan kisah kita
Biarkan masa lalu menjadi kenangan dan pelajaran
Dan rasa ini menguap seperti embun
Karena mengingat tentang kita ada tetesan air mata bagiku
Karena mengingat tentang kita adalah kenangan
Biarkan hanya setabas itu dan tak lagi lebih
Hati yang pernah mencintaimu
Sumber : http://www.hipwee.com/narasi/hati-yang-pernah-mencintaimu/
Justru aku sedang mencoba mengobati luka ku sendiri
Kekecewaanku bukanlah hal baru kepada mu
Aku beberapa kali kecewa dan beberapa kali juga mencoba merangkai kata kembali
Namun putus asa ini telah sampai pada kata takut
Aku memilih pergi dan mengurung hati
Tak ingin hatiku kembali menapaki jalan yang tak ku hendaki
Hati kecilku selalu membisikkan namamu dalam lamunanku
Tapi apa daya ketika air mata adalah satu satu nya jalan ku bercerita tentang kita
Aku tak sanggup bila harus berpisah dan juga tak mampu untuk bertahan
Dan aku memilih pergi,
Bukan hal yang mudah bagiku dan bagimu
Aku tau akan itu
Kecewaku padamu membawa pergi semua rasa itu
Kini yang tertinggal hanya rindu akan hari hari kita yang terus ku pendam
Amarah dalam diriku belum juga padam atau berkurang
Tanpa kau sadari setiap kata kembali yang ku pilih menjadi curahan air mata yang tak terbendung
Setiap kebersamaan kita membawa tawa dan juga tangis
Aku menyerah untuk kesekian kalinya
Aku tak tau kapan bisa ku katakan dengan bangga aku melepaskan mu
Pada semua aku menyombongkan diri telah lepas dari mu
Namun dalam ingatanku, kita masih sama dengan rasa yang berbeda
Aku tau aku belum bisa melepaskan kenangan tentang kita
Aku juga tau tak mungkin kembali pada masa lalu yang begitu menyakitkan
Aku juga sadar tak mungkin mencipta kecewa yang sama
Aku juga mengerti bahwa kita hanya singgah satu sama lain sebelum berlabuh pada hati yang tepat
Aku sudah selesai dengan kisah kita
Biarkan masa lalu menjadi kenangan dan pelajaran
Dan rasa ini menguap seperti embun
Karena mengingat tentang kita ada tetesan air mata bagiku
Karena mengingat tentang kita adalah kenangan
Biarkan hanya setabas itu dan tak lagi lebih
Hati yang pernah mencintaimu
Sumber : http://www.hipwee.com/narasi/hati-yang-pernah-mencintaimu/
Sulit
Sulit Menerimamu Kembali namun Sulit Pula Membiarkanmu Pergi
Masa depan, harapan, kebahagian, semua laksana istana kehidupan yang sekian lama kubangun dengan penuh keikhlasan dan ketulusan namun secara tiba-tiba runtuh bersamaan dengan sebuah pengkhianatan. Ketika matahari seakan tak menerangi siang hariku, bulan tak lagi menemani malamku, bahkan hujan pun tak mampu membasahi keringnya perasaanku, hatiku kini hanya dibekukan oleh salju kehampaan.
1. Jujur, ada perasaan trauma ketika kau memintaku untuk kembali...
Bagiku, kata – kata itu menyiratkan akan datangnya kembali sebuah harapan dimana aku, kau, atau lebih tepatnya kita, akan mengulang semua kebahagian yang pernah kita jalani bersama. Bayangan akan indah nya senyuman mu yang kan mengisi hari-hari ku seperti yang lalu, semakin berkecamuk liar dipikiranku. Hingga tiba saat dimana hatiku tersadar, akan luka yang telah kau goreskan, sangat dalam, bahkan terlalu dalam untuk dapat kau sembuhkan.
Bagaimanakah jika luka ini hanyalah sebuah awal dari luka-luka selanjutnya....
2. Diriku terus mencoba, namun tetap semuanya tak pernah lagi sama...
Mencoba memahami apa yang telah terjadi, menyalahkan diriku demi mencari pembenaran atas perbuatan yang kau lakukan, walaupun kutahu itu akan sangat menyakitkan. Mencoba mencintaimu seperti dulu tanpa sebuah kecurigaan, mencoba meyakini hatiku bahwa kau juga menginginkanku untuk menjadi masa depan mu, mencoba tetap memberikan kepercayaan, mencoba..mencoba..mencoba.. ya, aku terus mencoba.. tapi kudapati semuanya tak lagi sama...
3. Ketakutanku adalah ini bukan untuk yang terakhir kalinya...
Kau terus-menerus memohon maafku, bersumpah untuk memperbaiki semua yang telah kau lakukan padaku, pembelaan yang kau ucapkan seakan membujukku untuk meyakinkan diri bahwa semua itu hanyalah ke-khilafan mu yang tanpa sadar dan tak disengaja. Pikiranku seakan hendak dihipnotis oleh janji-janji indah mu... namun semua itu tak cukup mampu untuk membunuh rasa takut ku dikhianati lagi oleh mu..
4. Mungkinkah aku akan mendapatkan yang lebih baik darimu...
Terlepas dari apapun yang sudah kau lakukan, selalu ada keindahan dirimu yang sangat sulit untuk kuabaikan. Keindahan yang membuatku tak berani melangkah jauh darimu ketika tak ada yang dapat menjamin akan hadirnya seseorang yang menungguku diluar sana dengan keindahan yang serupa..
5. Dan pada akhirnya, diriku selalu tak mampu memutuskan apapun...
Entah karena kebodohanku atau masih sangat kuatnya ingatan tentang semua kenangan bersama mu, kuakui , hal itu selalu mampu menggoyahkan setiap keputusan yang sebelumnya telah kokoh kutancapkan dalam pikiranku. Akhirnya hatiku hanya seperti sepotong ranting yang berada di tengah luasnya lautan, terombang-ambing terabaikan, kadang muncul dipermukaan namun tak jarang pula tenggelam di hantam badai berkepanjangan, tak mampu melakukan apapun, hanya berharap takdir akan membawaku menuju ke tempat yang kuharapkan.Ataukah mungkin aku hanya akan tenggelam bersama dengan semua kepahitan yang dengan bangga telah kau persembahkan...
Sumber : http://www.hipwee.com/list/sulit-menerimamu-kembali-namun-sulit-pula-membiarkanmu-pergi/
Kamu, Aku Menangis Lagi
Andai aku bisa bicara denganmu saat ini, mendengar suaramu tuk menghiburku seperti yang sering kamu lakukan. Ingin ku ungkapkan segala keluh kesah yang aku rasakan.
Rasanya disini sangatlah sakit.. Aku lelah sekali. Aku ingin sekali pergi jauh tuk tinggalkan segala beban ini.
Meninggalkan semua rasa sakit yang selalu melukaiku. Aku merasa semakin hari semakin lelah dan tersiksa dengan semua ini.
Memendam segalanya sendiri, merasakannya seorang diri, dan menghadapinya sendiri membuatku merasa begitu putus asa. Kemana kebahagiaan itu pergi? Terasa hanya tangis yang senantiasa menemani. Kamu tau, rasanya ingin sekali aku berlari ke arahmu, menangis dalam genggaman tanganmu, bercerita segala hal yang aku rasakan. Aku butuh seseorang tuk hadapi ini semua.
Tapi sayang aku gak bisa. Aku selalu tak dapat menceritakan segalanya padamu. Aku tak dapat berlari ke arahmu. Dan menggenggam tanganmu..
Kamu selalu bilang tuk tak menangis, tapi yang ku inginkan adalah menangis sepuasnya padamu. Kau bilang aku tak perlu membicarakannya, tapi yang ku mau adalah kau mendengarkan segalanya.
Andai kamu bisa tau apa yang aku tuliskan, atau andai aku berani tuk mengatakan apa yang aku inginkan padamu, namun tetap aku tak pernah bisa.
Maaf, aku masih saja selalu menangis. Aku masih saja selalu terluka. Walau aku sudah berjanji tuk tak menangis, aku selalu menangis.. Mungkin kamu akan berpikir kalau aku terlalu drama, terlalu cengeng, terlalu lemah. Aku tau, aku terima itu, aku mengerti karna kamu tak pernah mendengar apa yang sebenarnya terjadi. Aku takut, aku selalu urung tuk menceritakannya padamu. Aku takut kamu akan pergi, aku takut kamu akan menolaknya, dan aku takut tuk percaya padamu..
Hey kamu, kapan kamu pulang?
Aku butuh candamu tuk ringankan rasa sakitku..
Rasanya disini sangatlah sakit.. Aku lelah sekali. Aku ingin sekali pergi jauh tuk tinggalkan segala beban ini.
Meninggalkan semua rasa sakit yang selalu melukaiku. Aku merasa semakin hari semakin lelah dan tersiksa dengan semua ini.
Memendam segalanya sendiri, merasakannya seorang diri, dan menghadapinya sendiri membuatku merasa begitu putus asa. Kemana kebahagiaan itu pergi? Terasa hanya tangis yang senantiasa menemani. Kamu tau, rasanya ingin sekali aku berlari ke arahmu, menangis dalam genggaman tanganmu, bercerita segala hal yang aku rasakan. Aku butuh seseorang tuk hadapi ini semua.
Tapi sayang aku gak bisa. Aku selalu tak dapat menceritakan segalanya padamu. Aku tak dapat berlari ke arahmu. Dan menggenggam tanganmu..
Kamu selalu bilang tuk tak menangis, tapi yang ku inginkan adalah menangis sepuasnya padamu. Kau bilang aku tak perlu membicarakannya, tapi yang ku mau adalah kau mendengarkan segalanya.
Andai kamu bisa tau apa yang aku tuliskan, atau andai aku berani tuk mengatakan apa yang aku inginkan padamu, namun tetap aku tak pernah bisa.
Maaf, aku masih saja selalu menangis. Aku masih saja selalu terluka. Walau aku sudah berjanji tuk tak menangis, aku selalu menangis.. Mungkin kamu akan berpikir kalau aku terlalu drama, terlalu cengeng, terlalu lemah. Aku tau, aku terima itu, aku mengerti karna kamu tak pernah mendengar apa yang sebenarnya terjadi. Aku takut, aku selalu urung tuk menceritakannya padamu. Aku takut kamu akan pergi, aku takut kamu akan menolaknya, dan aku takut tuk percaya padamu..
Hey kamu, kapan kamu pulang?
Aku butuh candamu tuk ringankan rasa sakitku..
Jumat, 14 Agustus 2015
14 Agustus 2015
Gak tahan lagi :(
Rasanya gak kuat banget sama semua ini. Pengen nangis jadinya.
Aku ngerasa kaya jalan jauh sampe aku ngerasa capek, tapi aku tetep harus jalan tanpa tau apa yang jadi tujuanku. Bukan, aku tau tujuanku, tapi itu bukan tujuan diriku.
Kalo dipikir-pikir sebenernya aku tuh enak banget, gak kekurangan apapun untuk sekolah, Udah PPL pun dapet guru pamong yang baik, dan kelasnya pun mudah untuk diaturnya. Tugas juga gak dibuat ribet sebenernya, dapet banyak bimbingan dari guru pamong. Dosen pamongnya pun juga baik. Untuk penguasaan materi pun sebenernya gak usah diragukan lagi. Tapi kenapa aku terus mengeluh?
Berat banget rasanya ngejalaninnya. Aku ngerasa banget kalo gak mampu buat ini semua, mungkin lebih tepatnya gak ada kemauan. Bisa dibilang aku tuh emang cukup pintar, tapi tidak pintar mentransfer ilmu yang aku miliki. Banyak orang yang berpikir kalo orang yang pintar itu pasti pintar dalam menjelaskan atau pintar berbicara. Padahal gak seperti itu. Membagikan pengetahuan itu bukanlah suatu hal yang mudah. Harus pintar dalam menggunakan bahasa demi menyesuaikan kemampuan mencerna pengetahuan si penerima pengetahuan. Sedangkan aku bukan orang yang pandai berbicara menurutku.
Entahlah, tapi banyak orang yang berpikir kebalikan dariku. Banyak yang bilang aku itu pintar, pandai bergaul dan menyesuaikan diri, pandai berbicara, dan juga hidupnya enak katanya. Jadi ini tuh aku yang gak kenal diriku sendiri, atau mereka yang salah menilai ku?
Aku sebenarnya bukan tipe orang yang pandai berbicara di depan banyak orang. Aku gak suka menghadapi banyak orang. Kalau disuruh milih, aku akan milih tempat yang sepi untuk menyendiri dari pada harus berbicara dengan banyak orang. Bertemu dengan banyak orang yang punya pemikiran berbeda, menyesuaikan diri dengan keadaan baru, harus berpura-pura baik, oh rasanya suatu keadaan yang tidak menyenangkan.
Orang tua yang percaya padaku, beberapa dosen dan juga teman yang juga percaya pada kemampuanku, mereka sebenarnya gak tau tentang diriku. Aku memang pintar matematika, bisa dibilang memang aku menyukai pelajaran itu saat aku sekolah dulu, dan itu semua terbukti dari nilai-nilaiku saat ini. Ditunjuk untuk jadi tutor, mengajar les disana sini, kata temenku sih keren. Tapi banyak yang gak akan percaya kalau apa yang aku miliki saat ini ku jalani dengan setengah hati.
Aku itu gak suka belajar, ujian pun juga belajar kebut semalam. Tiap ikutan belajar bareng, ujungnya cuma jajan sama ngobrol, kuliah pun banyak ngobrolnya dikelas. Tapi dengan begini saja apa yang aku dapatkan sudah cukup memuaskan. Berbeda dengan beberapa temanku yang lain yang harus bersungguh-sungguh belajar demi berada pada posisiku saat ini. Banggakah aku? Tidak! Aku malah merasa sedih. Seandainya aku menjalani apa yang aku inginkan, belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja keras meraih mimpiku, bahagia menjalani apa yang menjadi pilihanku. Aku suka berpikir akan seperti apa aku nanti seandainya keadaan berbeda? Bukan sombong, tapi biasanya memang sesuatu yang dijalani dengan sepenuh hati pasti akan lebih baik dari pada yang setengah hati.
Sudah lama sekali aku tidak merasa bangga pada diriku sendiri.
Aku merasa seperti ini bukanlah diriku. Ini bukan harapku. Ini bukan jalanku.
Tapi terpaksa aku harus menjalaninya, menerimanya. Kadang aku merasa ingin lari. Aku bosan dan jengah dengan semua ini. Pernah terpikir untuk berhenti saja. Tapi rasanya kok kurang ajar banget. Udah dikasi nikmat segini bagusnya kok malah disia-siain. Banyak orang yang ingin berada di posisiku saat ini, tapi aku malah menyia-nyiakannya. Rasanya ngebatin. Rasanya menyiksa.
Sepertinya aku memang harus terus berjalan di jalan yang tak aku inginkan. Entah sampai kapan aku akan berada pada jalan ini..
Apa yang harus aku lakukan?
Rasanya gak kuat banget sama semua ini. Pengen nangis jadinya.
Aku ngerasa kaya jalan jauh sampe aku ngerasa capek, tapi aku tetep harus jalan tanpa tau apa yang jadi tujuanku. Bukan, aku tau tujuanku, tapi itu bukan tujuan diriku.
Kalo dipikir-pikir sebenernya aku tuh enak banget, gak kekurangan apapun untuk sekolah, Udah PPL pun dapet guru pamong yang baik, dan kelasnya pun mudah untuk diaturnya. Tugas juga gak dibuat ribet sebenernya, dapet banyak bimbingan dari guru pamong. Dosen pamongnya pun juga baik. Untuk penguasaan materi pun sebenernya gak usah diragukan lagi. Tapi kenapa aku terus mengeluh?
Berat banget rasanya ngejalaninnya. Aku ngerasa banget kalo gak mampu buat ini semua, mungkin lebih tepatnya gak ada kemauan. Bisa dibilang aku tuh emang cukup pintar, tapi tidak pintar mentransfer ilmu yang aku miliki. Banyak orang yang berpikir kalo orang yang pintar itu pasti pintar dalam menjelaskan atau pintar berbicara. Padahal gak seperti itu. Membagikan pengetahuan itu bukanlah suatu hal yang mudah. Harus pintar dalam menggunakan bahasa demi menyesuaikan kemampuan mencerna pengetahuan si penerima pengetahuan. Sedangkan aku bukan orang yang pandai berbicara menurutku.
Entahlah, tapi banyak orang yang berpikir kebalikan dariku. Banyak yang bilang aku itu pintar, pandai bergaul dan menyesuaikan diri, pandai berbicara, dan juga hidupnya enak katanya. Jadi ini tuh aku yang gak kenal diriku sendiri, atau mereka yang salah menilai ku?
Aku sebenarnya bukan tipe orang yang pandai berbicara di depan banyak orang. Aku gak suka menghadapi banyak orang. Kalau disuruh milih, aku akan milih tempat yang sepi untuk menyendiri dari pada harus berbicara dengan banyak orang. Bertemu dengan banyak orang yang punya pemikiran berbeda, menyesuaikan diri dengan keadaan baru, harus berpura-pura baik, oh rasanya suatu keadaan yang tidak menyenangkan.
Orang tua yang percaya padaku, beberapa dosen dan juga teman yang juga percaya pada kemampuanku, mereka sebenarnya gak tau tentang diriku. Aku memang pintar matematika, bisa dibilang memang aku menyukai pelajaran itu saat aku sekolah dulu, dan itu semua terbukti dari nilai-nilaiku saat ini. Ditunjuk untuk jadi tutor, mengajar les disana sini, kata temenku sih keren. Tapi banyak yang gak akan percaya kalau apa yang aku miliki saat ini ku jalani dengan setengah hati.
Aku itu gak suka belajar, ujian pun juga belajar kebut semalam. Tiap ikutan belajar bareng, ujungnya cuma jajan sama ngobrol, kuliah pun banyak ngobrolnya dikelas. Tapi dengan begini saja apa yang aku dapatkan sudah cukup memuaskan. Berbeda dengan beberapa temanku yang lain yang harus bersungguh-sungguh belajar demi berada pada posisiku saat ini. Banggakah aku? Tidak! Aku malah merasa sedih. Seandainya aku menjalani apa yang aku inginkan, belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja keras meraih mimpiku, bahagia menjalani apa yang menjadi pilihanku. Aku suka berpikir akan seperti apa aku nanti seandainya keadaan berbeda? Bukan sombong, tapi biasanya memang sesuatu yang dijalani dengan sepenuh hati pasti akan lebih baik dari pada yang setengah hati.
Sudah lama sekali aku tidak merasa bangga pada diriku sendiri.
Aku merasa seperti ini bukanlah diriku. Ini bukan harapku. Ini bukan jalanku.
Tapi terpaksa aku harus menjalaninya, menerimanya. Kadang aku merasa ingin lari. Aku bosan dan jengah dengan semua ini. Pernah terpikir untuk berhenti saja. Tapi rasanya kok kurang ajar banget. Udah dikasi nikmat segini bagusnya kok malah disia-siain. Banyak orang yang ingin berada di posisiku saat ini, tapi aku malah menyia-nyiakannya. Rasanya ngebatin. Rasanya menyiksa.
Sepertinya aku memang harus terus berjalan di jalan yang tak aku inginkan. Entah sampai kapan aku akan berada pada jalan ini..
Apa yang harus aku lakukan?
Rabu, 12 Agustus 2015
Keluhanku
Kalau boleh aku mengeluarkan isi hatiku saat ini, ingin sekali aku menangis dan berteriak mengeluh untuk semua yang kini terjadi. Tuhan.. lelah rasanya.
Bener-bener ngerasa gak nyaman banget sama kegiatan saat ini.
Dari mulai tenaga yang terasa begitu sangat terkuras sampai dengan orang-orang yang disekelilingku.
Kemarin lusa dapet tugas piket perpustakaan. Pas banget kegiatannya ngebongkar buku yang baru aja dateng. Ngegotong-gotong buku yang beratnya udah mirip berat sepuluh kamus inggris-indonesianya Hasan Sadili tuh tiap kardusnya. Dari jam 7 pagi sampe jam 2 siang gak selesai-selesai. Pas disekolahnya sih gak kerasa capeknya, pas udah dirumah gila badan langsung pegel-pegel, mana lengan jadi ikutan sakit pula. Berasa kaya abis angkat barbel aja.
Sebelumnya juga piket lobi, harus keliling sekolah buat ngebagiin absensi. Naik turun tangga, jalan dari ujung ke ujung pake sepatu heels, kebayang kan capeknya kaya apa?
Udah mana tiap kali ada orang tua siswa yang mau ketemu anaknya, kita yang harus manggil secara manual, padahal jelas-jelas disitu ada mikrofon, tapi gak boleh dipake. Mending kalo kelasnya tetep, nah ini tiap jam kan pindah pindah kelasnya. Gak cukup disitu, siangnya harus ngurusin siswa yang pada izin keluar sekolah. Nulisin banyak kertas, ngasi tau cara pengisian formulirnya ke setiap siswa yang izin, ngetandatanganin semuanya pula. Bener-bener gak bisa duduk. Ujungnya hari itu kaki sakit karena kelelahan. Apalagi pergelangan kaki aku, kambuh lagi deh sakitnya.
Gak cukup piket perpus dan lobi yang bikin capek, kegiatan razia pagi yang aku pikir mudah ternyata juga melelahkan. Kenapa begitu? Oke, biasanya untuk anak-anak yang terlambat akan dikenai hukuman operasi semut selama satu jam pelajaran. Nah ditengah-tengah operasi semut, ada siswi yang mengeluh sakit. Udah aja kan aku ajak ke UKS, eh dia malah pingsan. Panik kan aku, mana gak ada cowok lagi disitu. Gila aku harus nopang berat badan murid aku yang badannya jauh lebih gede dari aku supaya kepalanya gak membentur batu, gimana aku gak kesusahan coba. Udah aja aku panggil anak-anak osis lain, kebetulan disitu cewek semua lagi anaknya, terpaksa deh aku ikutan ngegotong murid itu. Buset, ngos-ngosan aku, padahal itu aja udah 4 orang yang ngebopong.
Tiga hari piket, ngebopong anak pingsan, mondar mandir keliling sekolah, dan ngangkat-ngangkat buku berdus-dus. Dari mulai kaki sampe lengan sakit semua rasanya. Mana hari ini lambungku ikutan protes lagi. Capeeeeeek :(
Udah kegiatannya banyak ya, ini orang-orangnya juga gak enak pula. Dari mulai beberapa guru yang gak enak banget omongannya, sikapnya dan cara pandangnya ke anak-anak magang. Ditegur ini itu, padahal gak sadar aja kalo mereka juga banyak ngelakuin kesalahan ke kita. Mau gimana lagi, kita sebagai tamu yang nilainya dipertaruhkan di situ cuma bisa diem aja nelen semua unek-unek di hati. Kesel aku kalo begitu tuh.
Belum cukup sampe disitu. Anggota kelompok pun juga punya sifat-sifat yang aneh-aneh. Mulai dari yang selalu curang minta pulang duluan terus. Ada aja alesannya untuk pulang duluan. Ada juga yang selalu ngerasa paling bener dan ngerti. Ada yang sok-sokan lagi. Sok ngatain anggota lain, padahal dianya aja juga begitu. Nyuruh-nyuruh seenaknya, yang gak ada tanggung jawabnya juga ada. Tapi lagi-lagi aku cuma bisa diem dan negur dengan halus doang. Apalagi kalau bukan untuk menjaga suasana tim agar tetap nyaman.
Ya Allah, nelen semuanya sendiri itu rasanya bener-bener gak nyaman. Gimana aku bisa bertahan tiga bulan ke depan dengan keadaan yang seperti ini?
Gak sanggup.. Sumpah rasanya pengen nangis gak tahan.
Terus kenapa aku bisa tahan sekarang? Gak ada lagi alesannya kalau bukan karena orang tua aku. Mereka ingin melihat aku jadi guru. Dari awal aku kuliah pun ini hanya untuk orang tuaku. Ku lepaskan segala mimpi yang aku punya hanya untuk mereka. Apa lagi yang bisa aku lakuin kalau bukan mewujudkan keinginan mereka. Tapi kini aku sadari kalau ternyata menjalani sesuatu yang tak kita sukai itu sangatlah sulit.
Rasanya gak sanggup lagi..
Ya Allah, lapangkanlah dadaku. Kuatkan aku menghadapi ini semua hingga akhir nanti. Berikanlah kesabaran dan kemudahan untukku..
Bener-bener ngerasa gak nyaman banget sama kegiatan saat ini.
Dari mulai tenaga yang terasa begitu sangat terkuras sampai dengan orang-orang yang disekelilingku.
Kemarin lusa dapet tugas piket perpustakaan. Pas banget kegiatannya ngebongkar buku yang baru aja dateng. Ngegotong-gotong buku yang beratnya udah mirip berat sepuluh kamus inggris-indonesianya Hasan Sadili tuh tiap kardusnya. Dari jam 7 pagi sampe jam 2 siang gak selesai-selesai. Pas disekolahnya sih gak kerasa capeknya, pas udah dirumah gila badan langsung pegel-pegel, mana lengan jadi ikutan sakit pula. Berasa kaya abis angkat barbel aja.
Sebelumnya juga piket lobi, harus keliling sekolah buat ngebagiin absensi. Naik turun tangga, jalan dari ujung ke ujung pake sepatu heels, kebayang kan capeknya kaya apa?
Udah mana tiap kali ada orang tua siswa yang mau ketemu anaknya, kita yang harus manggil secara manual, padahal jelas-jelas disitu ada mikrofon, tapi gak boleh dipake. Mending kalo kelasnya tetep, nah ini tiap jam kan pindah pindah kelasnya. Gak cukup disitu, siangnya harus ngurusin siswa yang pada izin keluar sekolah. Nulisin banyak kertas, ngasi tau cara pengisian formulirnya ke setiap siswa yang izin, ngetandatanganin semuanya pula. Bener-bener gak bisa duduk. Ujungnya hari itu kaki sakit karena kelelahan. Apalagi pergelangan kaki aku, kambuh lagi deh sakitnya.
Gak cukup piket perpus dan lobi yang bikin capek, kegiatan razia pagi yang aku pikir mudah ternyata juga melelahkan. Kenapa begitu? Oke, biasanya untuk anak-anak yang terlambat akan dikenai hukuman operasi semut selama satu jam pelajaran. Nah ditengah-tengah operasi semut, ada siswi yang mengeluh sakit. Udah aja kan aku ajak ke UKS, eh dia malah pingsan. Panik kan aku, mana gak ada cowok lagi disitu. Gila aku harus nopang berat badan murid aku yang badannya jauh lebih gede dari aku supaya kepalanya gak membentur batu, gimana aku gak kesusahan coba. Udah aja aku panggil anak-anak osis lain, kebetulan disitu cewek semua lagi anaknya, terpaksa deh aku ikutan ngegotong murid itu. Buset, ngos-ngosan aku, padahal itu aja udah 4 orang yang ngebopong.
Tiga hari piket, ngebopong anak pingsan, mondar mandir keliling sekolah, dan ngangkat-ngangkat buku berdus-dus. Dari mulai kaki sampe lengan sakit semua rasanya. Mana hari ini lambungku ikutan protes lagi. Capeeeeeek :(
Udah kegiatannya banyak ya, ini orang-orangnya juga gak enak pula. Dari mulai beberapa guru yang gak enak banget omongannya, sikapnya dan cara pandangnya ke anak-anak magang. Ditegur ini itu, padahal gak sadar aja kalo mereka juga banyak ngelakuin kesalahan ke kita. Mau gimana lagi, kita sebagai tamu yang nilainya dipertaruhkan di situ cuma bisa diem aja nelen semua unek-unek di hati. Kesel aku kalo begitu tuh.
Belum cukup sampe disitu. Anggota kelompok pun juga punya sifat-sifat yang aneh-aneh. Mulai dari yang selalu curang minta pulang duluan terus. Ada aja alesannya untuk pulang duluan. Ada juga yang selalu ngerasa paling bener dan ngerti. Ada yang sok-sokan lagi. Sok ngatain anggota lain, padahal dianya aja juga begitu. Nyuruh-nyuruh seenaknya, yang gak ada tanggung jawabnya juga ada. Tapi lagi-lagi aku cuma bisa diem dan negur dengan halus doang. Apalagi kalau bukan untuk menjaga suasana tim agar tetap nyaman.
Ya Allah, nelen semuanya sendiri itu rasanya bener-bener gak nyaman. Gimana aku bisa bertahan tiga bulan ke depan dengan keadaan yang seperti ini?
Gak sanggup.. Sumpah rasanya pengen nangis gak tahan.
Terus kenapa aku bisa tahan sekarang? Gak ada lagi alesannya kalau bukan karena orang tua aku. Mereka ingin melihat aku jadi guru. Dari awal aku kuliah pun ini hanya untuk orang tuaku. Ku lepaskan segala mimpi yang aku punya hanya untuk mereka. Apa lagi yang bisa aku lakuin kalau bukan mewujudkan keinginan mereka. Tapi kini aku sadari kalau ternyata menjalani sesuatu yang tak kita sukai itu sangatlah sulit.
Rasanya gak sanggup lagi..
Ya Allah, lapangkanlah dadaku. Kuatkan aku menghadapi ini semua hingga akhir nanti. Berikanlah kesabaran dan kemudahan untukku..
Hey Kamu
Hey kamu, iya kamu, kamu yang jauh ada di sana, kamu gak kangen sama aku?
Udah cukup lama kita tak saling sapa.
Pernah mikirin aku gak di selang waktu luangmu?
Oh iya, kita terlalu sibuk dengan dunia kita. Kamu sibuk, aku juga begitu. Aku yakin di benakmu kamu tak ingin menggangguku. Begitu juga denganku yang tak ingin mengganggumu.
Tapi aku kangen sama kamu..
Jarak yang tercipta diantara kita kini semakin jauh terbentang.
Kamu disana, aku disini. Tapi apa kita punya rasa yang sama?
Dulu yang tak akan segan dengan mudahnya kita bertanya kabar masing-masing, kini kita hanya bisa melihat postingan kegiatan masing masing dari kita di sosial media hanya untuk tau kalau kamu dan aku masih baik-baik saja.
Hey kamu, aku merindukan kita..
Hey kamu, hati-hati dijalan ya. Hanya ada tiga doaku untuk perjalananmu kali ini. Pertama, agar kamu baik-baik saja. Kedua, kamu gak lupa oleh-oleh untukku. Dan yang terakhir, aku berharap kita bisa kesana bersama kelak hehehe
Aku harap kesibukan kita cepat berlalu, agar akan ada kita lagi.
Hey kamu, i miss you
Udah cukup lama kita tak saling sapa.
Pernah mikirin aku gak di selang waktu luangmu?
Oh iya, kita terlalu sibuk dengan dunia kita. Kamu sibuk, aku juga begitu. Aku yakin di benakmu kamu tak ingin menggangguku. Begitu juga denganku yang tak ingin mengganggumu.
Tapi aku kangen sama kamu..
Jarak yang tercipta diantara kita kini semakin jauh terbentang.
Kamu disana, aku disini. Tapi apa kita punya rasa yang sama?
Dulu yang tak akan segan dengan mudahnya kita bertanya kabar masing-masing, kini kita hanya bisa melihat postingan kegiatan masing masing dari kita di sosial media hanya untuk tau kalau kamu dan aku masih baik-baik saja.
Hey kamu, aku merindukan kita..
Hey kamu, hati-hati dijalan ya. Hanya ada tiga doaku untuk perjalananmu kali ini. Pertama, agar kamu baik-baik saja. Kedua, kamu gak lupa oleh-oleh untukku. Dan yang terakhir, aku berharap kita bisa kesana bersama kelak hehehe
Aku harap kesibukan kita cepat berlalu, agar akan ada kita lagi.
Hey kamu, i miss you
Minggu, 09 Agustus 2015
Sepekan Ini
Rasanya ingin sekali mengeluh. Seminggu ini terasa begitu berat. Penyesuaian diri dengan linkungan baru, aktifitas baru, orang-orang baru, kebiasaan baru, sampai dengan pembawaan diri yang juga harus baru.
Setiap hari kerjaannya bangun pagi, berangkat sekolah, pulang sore, nyampe rumah makan trus tidur (itu juga kalo sempet), ngegarap RPP sampe midnight, trus tidur, begitu seterusnya berulang. Tiap hari jadwal istirahat cuma dari jam 12 malem sampe jam 5 pagi doang, sisanya ada aja kerjaan. Ini baru minggu ini, mulai besok udah nambah lagi jadwal ekskul, yang artinya akan pulang lebih sore lagi ini sih.
Gila ini badan rasanya udah ngeluh mulu.
Saking sibuknya dan capeknya, sampe-sampe ketemu hari minggu tuh rasanya seneng banget hahaha
Dulu yang kuliah cuma beberapa hari, bahkan kadang lebih banyak liburnya dari pada masuk kuliah dalam seminggu tuh, sekarang cuma punya satu hari buat libur. Itu pun tetep aja dari pagi ngegarapin RPP sampe tengah malem.
Ngehadepin begitu banyak karakter orang-orang baru yang tak sedikit menguras kesabaran diri, ngehadepin sikap-sikap temen sekelompok yang beda-beda, para guru-guru yang kadang bikin aku ngerasa kurang nyaman, juga murid-murid yang woooow deh.. Tiap hari rasanya istighfar mulu hahaha
Beginilah rasanya salah masuk jurusan, pada akhirnya kerasa juga rasa gak nyamannya.
Ribet banget jadi guru tuh. Bikin kepala pusing. Dari mulai yang harus jaga wibawa depan banyak orang, harus sabar, banyak senyum dan yang pasti harus pandai berbicara dan mampu menghadapi situasi-situasi yang tak terduga dari murid-murid. Capeeeek rasanya.
Ya Allah, baru juga seminggu tapi rasanya udah berat begini. Gimana nanti, ini masih 8 minggu lagi, yang artinya masih sangat lama sekali. Gak bisa lagi hangout, main, ngobrol sama temen, bahkan buat sekedar pegang handphone aja jarang. Dulu yang biasanya bangun siang, sekarang harus dipaksa tidur lebih awal biar bangunnya pagi. Ngerasain dinginnya air, sarapan pagi, dan makan siang yang selalu telat.
Dulu kalau buka laptop pasti yang dituju adalah alamat blog aku buat nulis blog nuangin ide-ide cerita di kepalaku, sekarang mah kalo gak google ya youtube buat cari model pembelajaran yang bagus buat RPP ngajar.
Ini baru PPL, gimana nanti coba ya?
Aku gak kebayang, seandainya nanti udah kerja, berkeluarga, punya anak, kesibukannya begini? Oh gak sanggup deh rasanya. Salut sama mba sum yang kuat. Mulai diragukan deh buat jadi guru kedepannya. Makin gelap rasanya sama masa depan sendiri.
Akan jadi apa aku nanti..?
Who knows..
Setiap hari kerjaannya bangun pagi, berangkat sekolah, pulang sore, nyampe rumah makan trus tidur (itu juga kalo sempet), ngegarap RPP sampe midnight, trus tidur, begitu seterusnya berulang. Tiap hari jadwal istirahat cuma dari jam 12 malem sampe jam 5 pagi doang, sisanya ada aja kerjaan. Ini baru minggu ini, mulai besok udah nambah lagi jadwal ekskul, yang artinya akan pulang lebih sore lagi ini sih.
Gila ini badan rasanya udah ngeluh mulu.
Saking sibuknya dan capeknya, sampe-sampe ketemu hari minggu tuh rasanya seneng banget hahaha
Dulu yang kuliah cuma beberapa hari, bahkan kadang lebih banyak liburnya dari pada masuk kuliah dalam seminggu tuh, sekarang cuma punya satu hari buat libur. Itu pun tetep aja dari pagi ngegarapin RPP sampe tengah malem.
Ngehadepin begitu banyak karakter orang-orang baru yang tak sedikit menguras kesabaran diri, ngehadepin sikap-sikap temen sekelompok yang beda-beda, para guru-guru yang kadang bikin aku ngerasa kurang nyaman, juga murid-murid yang woooow deh.. Tiap hari rasanya istighfar mulu hahaha
Beginilah rasanya salah masuk jurusan, pada akhirnya kerasa juga rasa gak nyamannya.
Ribet banget jadi guru tuh. Bikin kepala pusing. Dari mulai yang harus jaga wibawa depan banyak orang, harus sabar, banyak senyum dan yang pasti harus pandai berbicara dan mampu menghadapi situasi-situasi yang tak terduga dari murid-murid. Capeeeek rasanya.
Ya Allah, baru juga seminggu tapi rasanya udah berat begini. Gimana nanti, ini masih 8 minggu lagi, yang artinya masih sangat lama sekali. Gak bisa lagi hangout, main, ngobrol sama temen, bahkan buat sekedar pegang handphone aja jarang. Dulu yang biasanya bangun siang, sekarang harus dipaksa tidur lebih awal biar bangunnya pagi. Ngerasain dinginnya air, sarapan pagi, dan makan siang yang selalu telat.
Dulu kalau buka laptop pasti yang dituju adalah alamat blog aku buat nulis blog nuangin ide-ide cerita di kepalaku, sekarang mah kalo gak google ya youtube buat cari model pembelajaran yang bagus buat RPP ngajar.
Ini baru PPL, gimana nanti coba ya?
Aku gak kebayang, seandainya nanti udah kerja, berkeluarga, punya anak, kesibukannya begini? Oh gak sanggup deh rasanya. Salut sama mba sum yang kuat. Mulai diragukan deh buat jadi guru kedepannya. Makin gelap rasanya sama masa depan sendiri.
Akan jadi apa aku nanti..?
Who knows..
Senin, 03 Agustus 2015
Mengapa Menulis?
Seseorang pernah bertanya mengapa aku sangat suka menulis blog?
Pada dasarnya aku adalah orang yang suka bercerita. Dan aku gak bisa menyimpan semua ceritaku sendiri seperti yang beberapa orang lakukan. Kalau mungkin banyak orang sekarang sering menuangkan isi perasaannya melalui status-status di sosial medianya. Nah kalau aku gak bisa seperti itu. Rasanya malu menulis status-status tentang perasaanku. Walhasil aku pilih deh blog ini. Selain karena bisa menulis bebas sebanyak yang aku mau, blog pun bukanlah sosial media yang seramai facebook atau twitter, jadi gak akan banyak orang yang bisa baca tulisanku.
Selain itu juga aku suka menulis, kadang suka mikir pengen serius buat nulis. Ya walaupun masih harus banyak belajar kalau mau merealisasikannya hehehe
Suka lupa waktu kalau udah nulis, apalagi kalau lagi banyak ide nulis.
Bisa dibilang blog aku ini seperti diary pribadi aku. Lebih kepada cerita kehidupan aku sih, seperti pengalaman-pengalaman tentang diriku dan orang-orang disekelilingku, juga tentang pemikiran-pemikiran di kepala cantikku hehehe
Ya begitu lah, aku pikir selama tulisanku tidak merugikan orang lain gak usah pada protes deh. Kalau mau baca ya silahkan, kalau tidak berkenan ya tutup aja web page blog aku dari gadget kalian.
Gak susah kan :)
Pada dasarnya aku adalah orang yang suka bercerita. Dan aku gak bisa menyimpan semua ceritaku sendiri seperti yang beberapa orang lakukan. Kalau mungkin banyak orang sekarang sering menuangkan isi perasaannya melalui status-status di sosial medianya. Nah kalau aku gak bisa seperti itu. Rasanya malu menulis status-status tentang perasaanku. Walhasil aku pilih deh blog ini. Selain karena bisa menulis bebas sebanyak yang aku mau, blog pun bukanlah sosial media yang seramai facebook atau twitter, jadi gak akan banyak orang yang bisa baca tulisanku.
Selain itu juga aku suka menulis, kadang suka mikir pengen serius buat nulis. Ya walaupun masih harus banyak belajar kalau mau merealisasikannya hehehe
Suka lupa waktu kalau udah nulis, apalagi kalau lagi banyak ide nulis.
Bisa dibilang blog aku ini seperti diary pribadi aku. Lebih kepada cerita kehidupan aku sih, seperti pengalaman-pengalaman tentang diriku dan orang-orang disekelilingku, juga tentang pemikiran-pemikiran di kepala cantikku hehehe
Ya begitu lah, aku pikir selama tulisanku tidak merugikan orang lain gak usah pada protes deh. Kalau mau baca ya silahkan, kalau tidak berkenan ya tutup aja web page blog aku dari gadget kalian.
Gak susah kan :)
Diamku
Kamu berkata padaku, namun aku hanya diam
Kamu bertanya padaku, namun aku tetap diam
Tak ada kata yang ku berikan padamu
Tak ada jawaban yang aku ucapkan untukmu.
Hingga akhirnya kau buat kata itu sendiri
Kau jawab pertanyaanmu sendiri
Bukan.
Diamku bukan kataku
Diamku bukan jawabku
Diamku bukan arti persetujuanku
Pun bukan arti dari penolakanku
Diamku adalah ketidaktauanku
Diamku adalah ketidakyakinanku
Diamku adalah ketakutanku
Dan kini diamku adalah penyesalanku..
Kamu bertanya padaku, namun aku tetap diam
Tak ada kata yang ku berikan padamu
Tak ada jawaban yang aku ucapkan untukmu.
Hingga akhirnya kau buat kata itu sendiri
Kau jawab pertanyaanmu sendiri
Bukan.
Diamku bukan kataku
Diamku bukan jawabku
Diamku bukan arti persetujuanku
Pun bukan arti dari penolakanku
Diamku adalah ketidaktauanku
Diamku adalah ketidakyakinanku
Diamku adalah ketakutanku
Dan kini diamku adalah penyesalanku..
PPL Perdana
Dari pagi, eh dari malem ding aku udah heboh persiapin segala sesuatunya untuk berangkat PPL keesokan hari. Dari mulai pakaian sampai perlengkapan yang harus aku bawa..
Bangun pagi pun aku alami lagi. Yang biasanya habis shalat subuh tidur lagi, sekarang harus langsung mandi. Gila dinginnya gak ketulungan. Setelah sekian lama baru tadi pagi aku ngerasain lagi kedinginan di kota Cirebon hehehe walhasil berkali aku bersin-bersin mulu. Oke itu gak begitu penting sih hehehe
Sesampainya di sekolah, rombongan anak-anak PPL yang terdiri dari 11 mahasiswa itu langsung menuju. Dan tara.. kami harus ikut upacara pagi. Rasanya agak sedikit aneh karena udah lama banget aku gak ikut upacara. Bedanya sih sekarang gak perlu lagi tuh upacara sambil kipas-kipas tangan, alis kepanasan. Sebagai seorang calon guru kami menempati posisi yang super adem tanpa sedikitpun terkena cahaya matahari. Namun ternyata kesenanganku tidak bertahan lebih dari 15 menit. Kalian tau kenapa? Itu semua tak lain dan tak bukan karena septuku. Gila aku gak nyangka kalau berdiri dengan menggunakan sepatu heels yang gak terlalu tinggi sih, bikin kaki terasa pegal. Dan kesakitan itu harus aku tahan sampai upacara selesai. Gila, upacaranya aja hampir 1 jam. Gak kebayang mba-mba SPG yang ada di swalayan-swalayan yang harus berdiri seharian, super banget tuh kaki mereka hehehe
Selesai upacara aku pikir bisa istirahat ya, eh taunya masih ada acara halal bihalal dulu satu sekolah. Gila kebayang gak tuh kita harus berdiri nyalamin seisi sekolah? kalo muridnya sih tinggal nyalamin gur-gurunya aja yang gak seberapa jumlahnya, nah kita yang guru ya harus nyalamin semua murid yang jumlahnya ratusan, yang artinya juga aku harus tetap berdiri dengan sepatuku itu, gila pegel banget.
Aku yang dulu selalu nyium tangan guru-guru, sekarang sih tangan akunya yang diciumin sama murid-murid aku. Lucu sih sebenernya, dipanggilnya ibu lagi hahha
Dan yang nambah makin bikin pegel adalah aku harus terus senyum sampai halal bihalalnya selesai. Sumpah itu bibir sama pipi sampe sakit gara-gara tiap orang harus disenyumin..
Untuk guru pamongnya sendiri sih baik banget orangnya. Waktu liat pertama sih gila mukanya serem abis, gak banyak omong, dan keliatan galak deh pokoknya, apalagi beliau adalah guru senior di sekolah itu. Eh pas udah kenal, buset cerita mulu. Ngobrol aja si bapaknya, ngalor ngidul deh yang diobrolin. Bahkan sampe di parkiran waktu lagi ngambil jadwal bapaknya pun tetep ngobrol. Walhasil kita ngobrol sambil berdiri, dan itu lama banget nget nget. Sumpah itu kaki ranya bener-bener gak tahan. Kalo boleh pake sendal jepit mah milih pake sendal jepitnya dah.
Ini nih yang paling ditunggu, acara masuk kelas. Selama seminggu ini aku harus ikut masa orientasi dulu, alias pengenalan sekolah dan kegiatan belajar mengajar. Jadi aku harus ngikutin guru pamong aku kalau lagi masuk kelas. Malu sebenernya, gak tau mau ngomong apaan. Tapi saat udah masuk kelas sih untungnya gak begitu semenakutkan yang aku pikir sih. Masalahnya muridnya perempuan semua, ya iya orang jurusannya ja tata busana, tata boga, kecantikan, cuma jurusan perbankan aja dama perhotelan yang punya siswa cowok.
Tapi enak sih, jadi gak perlu ngehadepin murid-murid cowok yang bandel.
Cuma yang aku masih bingung itu tata letak ruang sekolahnya. Di sekolah mereka pun tidak menggunakan sistem ruang kelas tetap yang biasa umumnya digunakan di SMA. Jadwal mereka pun juga suka berubah-ubah jadi harus siap-siap sama jadwal baru. Bukan cuma jadwal, tapi untuk waktu pulang sekolah pun juga bervariasi. Tapi sudah dapat dipastikan minimal itu jam 2 baru pulang, kadang malah ada yang jam 5 baru pulang. Berbeda dengan sekolah SMA yang umumnya pulang jam 1 sampai 1.30. Harus siap-siap kondisi fisik nih biar gak kecapean.
Udah mana angkotnya susah lagi, harus jalan jauh banget kalo mau pulang. Duh gak kebayang ini kaki gimana nasibnya ya harus pake sepatu heels jalan jauh selama tiga bulan ini..
Cari becak pun juga gak ada coba -_-
Andai ada yang bisa antar jemput tiap hari hahahaha
Ah gak tau deh, jalanin aja dulu semengalirnya hehehe semoga ini jadi yang terbaik amiin :)
Bangun pagi pun aku alami lagi. Yang biasanya habis shalat subuh tidur lagi, sekarang harus langsung mandi. Gila dinginnya gak ketulungan. Setelah sekian lama baru tadi pagi aku ngerasain lagi kedinginan di kota Cirebon hehehe walhasil berkali aku bersin-bersin mulu. Oke itu gak begitu penting sih hehehe
Sesampainya di sekolah, rombongan anak-anak PPL yang terdiri dari 11 mahasiswa itu langsung menuju. Dan tara.. kami harus ikut upacara pagi. Rasanya agak sedikit aneh karena udah lama banget aku gak ikut upacara. Bedanya sih sekarang gak perlu lagi tuh upacara sambil kipas-kipas tangan, alis kepanasan. Sebagai seorang calon guru kami menempati posisi yang super adem tanpa sedikitpun terkena cahaya matahari. Namun ternyata kesenanganku tidak bertahan lebih dari 15 menit. Kalian tau kenapa? Itu semua tak lain dan tak bukan karena septuku. Gila aku gak nyangka kalau berdiri dengan menggunakan sepatu heels yang gak terlalu tinggi sih, bikin kaki terasa pegal. Dan kesakitan itu harus aku tahan sampai upacara selesai. Gila, upacaranya aja hampir 1 jam. Gak kebayang mba-mba SPG yang ada di swalayan-swalayan yang harus berdiri seharian, super banget tuh kaki mereka hehehe
Selesai upacara aku pikir bisa istirahat ya, eh taunya masih ada acara halal bihalal dulu satu sekolah. Gila kebayang gak tuh kita harus berdiri nyalamin seisi sekolah? kalo muridnya sih tinggal nyalamin gur-gurunya aja yang gak seberapa jumlahnya, nah kita yang guru ya harus nyalamin semua murid yang jumlahnya ratusan, yang artinya juga aku harus tetap berdiri dengan sepatuku itu, gila pegel banget.
Aku yang dulu selalu nyium tangan guru-guru, sekarang sih tangan akunya yang diciumin sama murid-murid aku. Lucu sih sebenernya, dipanggilnya ibu lagi hahha
Dan yang nambah makin bikin pegel adalah aku harus terus senyum sampai halal bihalalnya selesai. Sumpah itu bibir sama pipi sampe sakit gara-gara tiap orang harus disenyumin..
Untuk guru pamongnya sendiri sih baik banget orangnya. Waktu liat pertama sih gila mukanya serem abis, gak banyak omong, dan keliatan galak deh pokoknya, apalagi beliau adalah guru senior di sekolah itu. Eh pas udah kenal, buset cerita mulu. Ngobrol aja si bapaknya, ngalor ngidul deh yang diobrolin. Bahkan sampe di parkiran waktu lagi ngambil jadwal bapaknya pun tetep ngobrol. Walhasil kita ngobrol sambil berdiri, dan itu lama banget nget nget. Sumpah itu kaki ranya bener-bener gak tahan. Kalo boleh pake sendal jepit mah milih pake sendal jepitnya dah.
Ini nih yang paling ditunggu, acara masuk kelas. Selama seminggu ini aku harus ikut masa orientasi dulu, alias pengenalan sekolah dan kegiatan belajar mengajar. Jadi aku harus ngikutin guru pamong aku kalau lagi masuk kelas. Malu sebenernya, gak tau mau ngomong apaan. Tapi saat udah masuk kelas sih untungnya gak begitu semenakutkan yang aku pikir sih. Masalahnya muridnya perempuan semua, ya iya orang jurusannya ja tata busana, tata boga, kecantikan, cuma jurusan perbankan aja dama perhotelan yang punya siswa cowok.
Tapi enak sih, jadi gak perlu ngehadepin murid-murid cowok yang bandel.
Cuma yang aku masih bingung itu tata letak ruang sekolahnya. Di sekolah mereka pun tidak menggunakan sistem ruang kelas tetap yang biasa umumnya digunakan di SMA. Jadwal mereka pun juga suka berubah-ubah jadi harus siap-siap sama jadwal baru. Bukan cuma jadwal, tapi untuk waktu pulang sekolah pun juga bervariasi. Tapi sudah dapat dipastikan minimal itu jam 2 baru pulang, kadang malah ada yang jam 5 baru pulang. Berbeda dengan sekolah SMA yang umumnya pulang jam 1 sampai 1.30. Harus siap-siap kondisi fisik nih biar gak kecapean.
Udah mana angkotnya susah lagi, harus jalan jauh banget kalo mau pulang. Duh gak kebayang ini kaki gimana nasibnya ya harus pake sepatu heels jalan jauh selama tiga bulan ini..
Cari becak pun juga gak ada coba -_-
Andai ada yang bisa antar jemput tiap hari hahahaha
Ah gak tau deh, jalanin aja dulu semengalirnya hehehe semoga ini jadi yang terbaik amiin :)
Sabtu, 01 Agustus 2015
Thinking Out Loud - Ed Sheeran
When your legs don't work like they used to before
And I can't sweep you off of your feet
Will your mouth still remember the taste of my love?
Will your eyes still smile from your cheeks?
And, darling, I will be loving you 'til we're 70
And, baby, my heart could still fall as hard at 23
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Well, me - I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am
So honey now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
Maybe we found love right where we are
When my hair's all but gone and my memory fades
And the crowds don't remember my name
When my hands don't play the strings the same way (mmm...)
I know you will still love me the same
'Cause honey your soul could never grow old, it's evergreen
And, baby, your smile's forever in my mind and memory
I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe it's all part of a plan
Well, I'll just keep on making the same mistakes
Hoping that you'll understand
That, baby, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
Thinking out loud
Maybe we found love right where we are (oh ohh)
La la la la la la la la lo-ud
So, baby, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Oh, darling, place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
But maybe we found love right where we are
Oh, baby, we found love right where we are
And we found love right where we are
And I can't sweep you off of your feet
Will your mouth still remember the taste of my love?
Will your eyes still smile from your cheeks?
And, darling, I will be loving you 'til we're 70
And, baby, my heart could still fall as hard at 23
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Well, me - I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am
So honey now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
Maybe we found love right where we are
When my hair's all but gone and my memory fades
And the crowds don't remember my name
When my hands don't play the strings the same way (mmm...)
I know you will still love me the same
'Cause honey your soul could never grow old, it's evergreen
And, baby, your smile's forever in my mind and memory
I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe it's all part of a plan
Well, I'll just keep on making the same mistakes
Hoping that you'll understand
That, baby, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
Thinking out loud
Maybe we found love right where we are (oh ohh)
La la la la la la la la lo-ud
So, baby, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Oh, darling, place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
But maybe we found love right where we are
Oh, baby, we found love right where we are
And we found love right where we are
Satu lagi lagu romantis yang gue suka.
Cocok buat masuk daftar list lagu pernikahan nih. Apa lagi video clip nya yang keren abis hehehe
Dear Future Husband - Meghan Trainor
Dear future husband,
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Take me on a date
I deserve it, babe
And don't forget the flowers every anniversary
'Cause if you'll treat me right
I'll be the perfect wife
Buying groceries
Buy-buying what you need
I deserve it, babe
And don't forget the flowers every anniversary
'Cause if you'll treat me right
I'll be the perfect wife
Buying groceries
Buy-buying what you need
You got that 9 to 5
But, baby, so do I
So don't be thinking I'll be home and baking apple pies
I never learned to cook
But I can write a hook
Sing along with me
Sing-sing along with me (hey)
But, baby, so do I
So don't be thinking I'll be home and baking apple pies
I never learned to cook
But I can write a hook
Sing along with me
Sing-sing along with me (hey)
You gotta know how to treat me like a lady
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Dear future husband,
Here's a few things you'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Dear future husband,
If you wanna get that special lovin'
Tell me I'm beautiful each and every night
Here's a few things you'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Dear future husband,
If you wanna get that special lovin'
Tell me I'm beautiful each and every night
After every fight
Just apologize
And maybe then I'll let you try and rock my body right
Even if I was wrong
You know I'm never wrong
Why disagree?
Why, why disagree?
Just apologize
And maybe then I'll let you try and rock my body right
Even if I was wrong
You know I'm never wrong
Why disagree?
Why, why disagree?
You gotta know how to treat me like a lady
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Dear future husband,
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life (hey, baby)
Dear future husband,
Make time for me
Don't leave me lonely
And know we'll never see your family more than mine
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life (hey, baby)
Dear future husband,
Make time for me
Don't leave me lonely
And know we'll never see your family more than mine
I'll be sleeping on the left side of the bed (hey)
Open doors for me and you might get some kisses
Don't have a dirty mind
Just be a classy guy
Buy me a ring
Buy-buy me a ring, (babe)
Open doors for me and you might get some kisses
Don't have a dirty mind
Just be a classy guy
Buy me a ring
Buy-buy me a ring, (babe)
You gotta know how to treat me like a lady
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Dear future husband,
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Dear future husband,
If you wanna get that special loving
Tell me I'm beautiful each and every night
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Dear future husband,
If you wanna get that special loving
Tell me I'm beautiful each and every night
(Let's right!)
Oh-woah
Future husband, better love me right
Bikin ketawa denger lagu ini tuh..
Cocok deh buat nanti dikasiin ke my future husband
Langganan:
Komentar (Atom)