.

.

Selasa, 30 Juni 2015

Laksana Sebuah Mimpi

Kita berjalan beriringan, saling bergandeng tangan dan tak salah satu dari kita mau untuk melepaskan. Kita pergi ke tempat dimana semua orang tak ada yang mengenal. Dimana hanya ada aku dan kamu.
Kamu yang hanya memiliki aku, begitupun sebaliknya. Kita jalani hari berdua bersama dalam suka cita. Tanpa beban, tanpa masalah, kita bersama. Kita yang saling menjaga, berbagi dan saling melengkapi.
Adakah saat seperti itu bagi kita?
Ya, laksana sebuah mimpi kita menjalaninya. Meski hanya sesaat rasanya aku tak ingin terbangun dari mimpiku.
Memikirkannya ternyata tidak hanya menimbulkan suka, tapi juga lara..
Terimakasih untuk mimpi indah yang kau buat.

Akan selalu ku ingat...

Senin, 29 Juni 2015

Sandal Jepit


Hari itu aku berencana untuk pergi kerumah salah satu teman aku. Kebetulan karena rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku, aku putuskan untuk berpenampilan 'seadanya'. Ya, seadanya yang berarti aku tak pedulikan kaidah tata busana yang baik dan benar. Cuek aja deh pikir ku. Toh aku cuma akan sebentar di rumahnya. Akhirnya aku berangkat dengan tampilan celana bahan formal yang dipadu dengan kaos, kerudung langsungan, tak lupa tas kebangganku yang sudah sangat belel, dan sandal jepit.
Bisa dibayangkan, betapa hancurnya penampilan aku saat itu.
Tapi aku tak peduli, dengan percaya dirinya aku keluar rumah menggunakan setelan nyelenehku.

Hingga sampailah aku dirumah temanku..
Niatku sebenarnya adalah meminjam buku sebagai bahan ujianku minggu lalu, tapi sayangnya buku yang aku ingin pinjam, dipinjam teman ku yang lain. Akhirnya aku hubungilah temanku yang meminjam buku tersebut. Aku minta dia untuk datang kerumahku, tapi ternyata dia menolaknya. Dia bilang dia ada keperluan. Lalu kemudian kita sepakat untuk bertemu di salah satu pusat perbelanjaan, kebetulan dia akan kesana dan dia akan membawakan bukuku. Aku pikir, ya sudah deh dari pada aku tidak bisa ngerjain ujianku. Demi ujian aku berangkat deh ke pusat perbelanjaan tersebut.
Sebenarnya temanku sudah mengingatkan aku dengan penampilanku, tapi kepalang tanggung deh, dari pada aku harus pulang lagi malah makan waktu lama. Toh aku hanya akan mengambil buku lalu pulang. Tak akan mungkin juga bertemu orang yang aku kenal. Cuek secuek-cueknya deh aku saat itu hehehe

Entah mendapat kepercayaan diri dari mana, hari itu aku benar-benar cuek dan gak peduli dengan pandangan atau celoteh orang lain tentang penampilanku.
Dan taraaa... sampailah aku di panggung sesungguhnya.
Awalnya aku cuek, aku masuk ke pusat perbelanjaan itu dan bertemu dengan temanku. Temanku juga gak percaya dengan penampilanku. Aku yang selalu rewel dengan penampilan, sekarang datang ke pusat perbelanjaan yang cukup terkenal dengan tampilan nyelenehku. Kata temanku aku mirip ibu-ibu yang mau ke pasar hahahaha
Aku pun hanya ikut tertawa mendengarnya. Memang ku akui penampilanku sangat aneh saat itu.

Tidak butuh waktu lebih dari 10 menit aku disana, aku putuskan untuk pulang.
Namun tak lama setelah aku berpisah dengan temanku, dalam perjalanan pulang, aku ditegur oleh seorang ibu setengah baya.. Awalnya aku tak yakin, namun setelah aku mendengarnya menyebut namaku dua kali, aku yakin aku tidak salah mengira.
ibu: susi
me: ????
ibu: susi kan, temannya angga?
me: oh iya ibu, saya susi.
sekedar info, angga adalah salah satu temanku saat sma. Kebetulan kita dulu sangat dekat, dan aku beberapa kali bertemu ibunya dulu. Makanya ibunya hafal dengan mukaku. Oke kembali lagi ke percakapan.
ibu: sendirian aja si?
me: iya bu, tadi abis ketemu temen sebentar. Ibu abis belanja?
ibu: iya, biasa ibu-ibu. Sekarang gak pernah main lagi kerumah sih?
me: oh iya ibu hehhe (ketawa gak jelas gitu karena bingung mau jawab apaan)
ibu: kuliah dimana sekarang?
me: di cirebon bu, angga gimana kabarnya?
ibu: oh itu dia anakya (sambil menunjuk ke arah belakangku)
Aku pun akhirnya mengikuti arah yang ditunjukkan si ibu. Dan seketika itu aku bisa lihat dengan jelas si angga, teman sma ku dulu, sedang berjalan ke arahku, maksudku ke arah kami.
angga: eh susi, gak nyangka bisa ketemu disini.
me: oh iya ngga, apa kabar?
angga: baik kok, lama gak ketemu ya.
me: iya ketemu terakhir kan setahun lalu.
angga: kamu beda banget ya sekarang

Oh damn!!!
Tiga tahun aku kenal angga, dan aku yakin masih sangat mengenali cara berpikirnya.
Seketika itu juga aku baru inget dengan penampilan nyelenehku.
Celana bahan? kaos? kerudung langsungan? dan yang paling parah adalah sandal jepit!!!
Saat itu juga rasanya aku pengen banget lari dan pergi jauh karena malunya.
Ya Allah, kenapa harus ketemu sekarang sih?
Sumpah aku nyesel banget sama sikap cuek ku hari itu.
Kenapa harus bertemu seseorang yang tidak tepat di momen yang tidak tepat??
Enggak lagi-lagi deh berpenampilan cuek begitu

Satu pesan dariku, jangan pernah kalian keluar ke pusat perbelanjaan dengan tampilan cuek, karena kalian gak akan pernah tau akan bertemu dengan siapa diluar sana.
hahaha

Minggu, 28 Juni 2015

27 juni 2015

Tadinya aku pikir alangkah baiknya kalau aku menulis semua yang ingin aku tulis. Banyak banget ide tulisan yang ingin aku tulis. Tapi rasanya sulit sekali semua kata-kata itu keluar dari otakku. Berkali aku coba untuk menulis, yang ada malah lebih mirip skrip presentasi yang sering aku buat.
Entahlah, mungkin suasana hati yang sedang tidak mendukung.
Banyak pikiran? Sebenarnya aku sendiri juga tak yakin apa yang sebenarnya sedang aku pikirkan. Seperti ada perasaan aneh yang tak dapat didiskripsikan.
Rasanya aku ingin marah, kecewa yang sangat sakit, takut, namun juga merasa bahagia, bersyukur, berterima kasih, entahlah aneh rasanya..
hahaha lihatlah, akhirnya aku hanya menulis tulisan gak penting ini kan?
Aku coba untuk tidur pun gak bisa. Setiap kali aku memejamkan mata, yang terbayang malah banyaknya lingkaran lingkarang kecil yang berbaris tak beraturan. Kemadian dalam bayanganku lingkaran itu bakin lama makin banyak makin besar dan semakin menumpuk. Oh rasanya sangat menjijikan. Apa yang harus aku lakukan?
Tidur gak bisa, perasaan juga gak enak.
Sebenarnya mungkin aku bisa saja menghubunginya. Tapi aku yakin, tidak akan berakhir dengan menyenangkan. Aku tak tau apa yang harus aku katakan dengannya. Kenapa rasanya sulit sekali hanya untuk menghubunginya?
Ah, pikiran apa lagi ini???
Damn!

Jumat, 26 Juni 2015

Jus Alpukat



Kalo kalian pikir ini jus buatan aku, kalian salah besar.
Ini buatan papah ku tersayang.
Ya, papahku membuatkan aku jus alpukat yang enak banget hehehe
Kedengeran lebay sih, tapi apapun yang dibuat dengan cinta pasti terasa enak kan?
Papah memang bukan tipe ayah yang banyak bicara dengan anaknya. Kalo boleh jujur aku dan papahku itu jarang punya waktu berbincang berdua. Tapi meski kita jarang berbicara, dari sikapnya lah aku tau kalau dia sangat menyayangiku.
Contohnya seperti sekarang, papah repot-repot membuatkan jus alpukat , padahal aku tau papah lagi sibuk sama kerjaannya.
Kadang dia juga suka tiba-tiba beliin sop buah, ice cream, udang, coklat, bahkan sekedar jajanan-jajanan ringan. Dari aku kecil, papah memang selalu manjain aku, papah sering beliin aku ice cream waktu kecil, semua yang aku mau pasti papah belikan, dan itu terus papah lakuin hingga sekarang. Bahkan kadang mamah saja merasa cemburu karena aku lebih diperhatikan oleh papah hehehe

Mungkin bagi sebagian orang, umur 21 masih mendapat perlakuan seperti itu akan merasa malu. Tapi aku tidak, aku malah sangat bangga dan senang. Karena hingga sebesar ini, papah ku masih sangat memperhatikan aku dan menyayangiku. Walau papah jarang bicara, semua perhatian atas sikapnya sudah cukup untukku. Dan meski pun papah gak pernah bilang, aku tau papah sangat menyayangiku.

i love you papah :)

25 Juni 2015

Melelahkan sekali minggu ini..
Ujian yang hanya berjalan tiga hari, ternyata membuatku benar-benar kelelahan.
Tugas yang begitu banyak, ditambah begadang tiap malam buat belajar, membuat imun tubuhku melemah.
Cuaca yang cukup tidak baik ini sukses membuatku sakit. Rasanya tubuhku makin tidak tahan dengan angin malam seperti sekarang. Sangat mudah sekali lelah.
Aku sudah coba untuk beristirahat seharian, tapi tetap saja tidak memperbaiki semuanya.
Belum lagi ditambah dengan pikiran-pikiran nakal yang gak mau diem ini hehehe
Mungkin butuh sedikit refreshing, tempat baru, suasana baru atau seseorang yang baru?
Sebenarnya banyak acara diluar, tapi entah kenapa tak ada yang menarik untukku.
Hunting, belanja, buka bersama, hangout, benar-benar membosankan.
Seperti tadi sebenarnya temanku rizal mengajakku berbuka bersama, tapi rasanya tubuhku tidak mendukung. Dan juga aku pikir pasti membosankan. Melihat begitu banyak orang diluar, keadaan jalanan yang macet dan juga semua rumah makan yang penuh sesak orang berebut untuk mengantri makan. Oh rasanya gak akan sanggup..
Sorry zal, maybe next time :)
Yang kini aku butuhkan sebenarnya adalah ketenangan..
Sesuatu yang bisa membuatku merasa relax dan bahagia.
Minggu depan mungkin sudah akan menjadi minggu sibuk untukku, jadi selama seminggu ini apa yang akan aku lakukan?

Quotes

"Jangan buktikan kalau dia adalah seorang peselingkuh, tapi buktikan kalau dia akan menyesal telah meninggalkanmu"

"Dibalik kesuksesan seseorang, ada mantan yang menyesal dibelakangnya"

#kocak

Rabu, 24 Juni 2015

Merindu

Rindu adalah temanku..

Aku bahagia karena rindu,
Namun aku pun menangis karena rindu..
Rindu, bisa kah kau hanya berikan aku satu rasa?
Bahagia atau rasa sakit.

Berikan aku bahagia, agar aku mampu tertawa bersamamu rindu, namun bila kesedihan yang kau berikan, dengan kesedihan itu aku akan pergi meninggalkanmu karena rasa sakitnya.
namun dengan dua rasa berbeda yang kau berikan, membuatku tak dapat melepasmu meski aku juga terluka karenanya.
rindu, mengapa kau tertawa?
Mengapa kau sepertinya mengejek ku saat ini?
Mempermainkan hati dan juga pikiranku.

Namun meski begitu, mungkin aku sudah berteman baik dengan si rindu, karena dia selalu menemani malamku sebelum tidur. Pengiring doa agar kelak harapku berjumpa dengannya terwujud.
dan bila saat itu tiba, aku yang akan berbalik menertawakan rindu.
Karena dia tak akan bisa lagi menyakitiku.
karena aku bersamanya..

Tuhan, sampaikan rinduku padanya :)

Senin, 22 Juni 2015

22 juni 2015

Hari ini hari pertama kali ujian.
Tapi semuanya malah kacau.
seperti biasa selalu saja keadaan tubuh gak mendukung kalo lagi ujian. Mungkin karena efek semalem tidur cuma 3 jam, jadi sekarang baru terasa gak enaknya. Ujian hari ini pun gak bisa dibilang memuaskan. Konsentrasiku selalu aja terpecah. Lagi-lagi masalah itu yang menggangguku. Kau tau, buruk sekali hari ini.
walau ujiannya cuma tiga hari tapi rasanya berat sekali. Semua mata kuliahnya sulit. Gelap semua deh rasanya.
Ini baru awal dari kesibukanku ke depan. Abis ujian pembekalan, siapin mental dan segala persyaratan ppl abis itu observasi sekolah, dan lanjut ppl. Bener-bener gak ada liburnya sesikitpun. Tapi baru mulai udah sakit duluan.
Mamah sih bilang kalo aku harus sabar, katanya ini perjuangan buat masa depan aku. Jujur aku gak maksud ngeluh, sesibuk apapun itu aku akan hadapi. Malah aku bersyukur karena gak perlu punya banyak waktu sendirian. Karena yang ada malah kepikiran terus sama masalah itu. Tapi yang bikin aku kesel adalah kenapa semua yang aku lakuin gak bener. Berantakan semua.
Oke aku gak maksud dan gak mau merusak masa depanku. Tapi apa boleh dibuat, rasanya susah sekali mengontrol pikiran aku sendiri.
Siapa yang bisa bantu? Cuma diri sendiri -_-

Minggu, 21 Juni 2015

Senja, Sampaikan Padanya

Bersama senja, kuhabiskan detik demi detik waktu yang ada
mungkin disini memang tak ada tempat senyaman disana untuk bersama.
Menikmati pergantian langit, dan deru semilir angin yang berhembus.
Senja, tak kah kau lihat begitu banyak orang hilir mudik di depanku
setiap orang punya tujuannya sendiri-sendiri.
Tapi tak ada yang seperti aku sekarang, duduk untuk memandangmu.
Aku sangat mencintai senja
meski tak ada angin kencang berhembus, tak ada suara deru pepohonan yang bergoyang, burung-burung yang bertebangan, dan juga dia, senja akan tetap ada. Akan tetap indah.
Senja selalu setia

Senja, katakan padanya aku merindukannya
sampaikan padanya aku menyayanginya

Jumat, 19 Juni 2015

Kepergian Timun

Timun dan wortel bersahabat cukup lama. Mereka selalu bersama. Menghabiskan waktu berjam-jam berdua. Hobi mereka pun juga sama. Mereka berdua sama-sama pandai. Hingga akhirnya wortel menjadi rival bagi timun. Meski begitu, mereka tetap bersahabat. Mereka pun saling membantu satu sama lain. Diam-diam mereka saling mengagumi kepandaian rivalnya. Begitu banyak hal yang mereka lewati bersama. Hingga tibalah saat dimana timun harus pergi.

Timun: wortel, aku akan pergi jauh
wortel: kapan?
Timun: mungkin sebentar lagi.
wortel: kenapa baru bilang sekarang?
Timun: maaf, tapi dengan begitu kamu pasti merasa senang kan?
wortel: senang?
Timun: iya karena kamu gak punya rival lagi sekarang, gak ada yang ngejekin kamu lagi.
wortel: iya aku senang

wortel pun menangis
timun: kenapa nangis?
Akhirnya wortel marah dan meninggalkan timun.

Berkali-kali timun mencoba untuk meminta maaf pada wortel. Tapi wortel tetap tak mau memafkannya.
Kenapa?
Wortel pun sebenarnya tak mengerti mengapa dia harus marah pada timun. Membayangkan kalau dia akan jauh dengan timun, mungkin itu yang membuatnya menangis. Membayangkan bahwa mereka tidak akan tertawa bersama lagi, menghabiskan waktu berdua, membuatnya merasa sakit. Seperti ada sesuatu darinya yang akan hilang.
Dia merasa timun sangatlah jahat karena meninggalkannya sendiri, walau sebenarnya dia pun sadar bahwa timun tidaklah bersalah. Meski mungkin zaman sudah sangat canggih, berbagai macam jenis sosial media bertebaran dimana-mana. Bila wortel ingin mendengar suara timun, dia tinggal telpon. Bila ingin melihatnya, tinggal buka skype. Kita bisa menghilangkan jarak yang terbentang sangat jauh. Tapi wortel tak lagi bisa menyentuh timun. Tak lagi bisa berada disampingnya. Wortel pun tak bisa lagi berlari kedepan timun hanya untuk sekedar memamerkan nilainya yang lebih tinggi dari timun.
Ya, tiada lagi sore-sore yang penuh tawa.
Wortel benci pada dirinya, bukan pada timun. Dia benci karena dirinya merasakan itu semua.
Walaupun timun berjanji akan tetap menjaga komunikasi diantara mereka, namun wortel tetap takut seandainya kelak dia akan benar-benar kehilangan timun untuk selamanya...

Kamis, 18 Juni 2015

Marry Your Doughter

Sir, I'm a bit nervous
'Bout being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time,
See in this box is a ring for your oldest
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Cause very soon I'm hoping that I...

Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

She's been here every step
Since the day that we met
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
I've got most of my vows done so far (So bring on the better or worse)
And till death do us part
There's no doubt in my mind
It's time
I'm ready to start
I swear to you with all of my heart...

I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

The first time I saw her
I swear I knew that I'd say I do

I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter


Lagu yang cantik,
Semoga kelak akan ada yang memberikan lagu ini untuk ku :)
Semoga ...

Tuhanku

Tuhanku lindungilah aku, sabarkan aku, senantiasa rengkuhlah aku kala aku terpuruk dalam rasa sakitku. Tuntunlah aku kala aku tersesat.
Tuhanku, hilangkanlah amarah dalam diri ini, tegarkanlah aku agar tak ada lagi air mata yang mengalir, peliharalah tuturku ini agar tak lagi menyakiti. Ikhlaskanlah aku menerima segala yang Kau berikan untukku.
Ku tau apapun itu yang kau berikan adalah bukan tanpa alasan, bukan tanpa rencana, bukan juga suatu kebetulan, namun yang memang terbaik bagiku.
Tuhan, topanglah aku kala rapuhku. Menuntun dan juga membimbingku.
Betapa pun sakitnya, sesulit apapun itu, ku tau kelak akan ada ganjaran dari semua yang telah aku lakukan saat ini.
Teruslah bersamaku ya Allah..

Rabu, 17 Juni 2015

Merindukanmu

Tak hanya dalam kenyataan, kau pun hidup dalam mimpiku
Mengukir kisah yang tak kalah dengan dunia nyata
Entah firasat atau apa, ku tau mungkin mimpiku telah terealisasikan
Atau mungkin juga tidak
Namun yang pasti ku tau, aku merindukanmu.
Tak dapat aku menyangka, setelah sekian lama kau hadir dalam mimpiku
Menghias malam, walau nyatanya tidak dengan pagiku
Ku tau itu bukanlah mimpi yang indah, namun tetap aku merasa bahagia.
Paling tidak kau hadir, paling tidak ku bisa melihatmu, paling tidak kita tak hanya diam seperti apa yang kita lakukan di dunia nyata.
Ku syukuri, karena kita bisa saling bertemu, meski itu dalam mimpi.
Betapa mungkin aku sungguh merindukanmu, walau mungkin mulutku tak ingin mengakuinya, namun jauh dalam lubuk hati, ku ingin bertemu denganmu, walau hanya melihatmu.
Itu cukup..


Senin, 15 Juni 2015

Sorry Mom

Lagi-lagi aku kehilangan berat badanku.
Pakaianku mulai kebesaran lagi, jam tangan pun sepertinya harus diperkecil lagi.
Akhir-akhir ini aku kehilangan nafsu makanku lagi.
Atau mungkin memang aku yang tak ingin makan.
Yang jelas semuanya jadi berantakan.
Aku mulai sering berjalan tanpa tujuan.
Sekedar menghabiskan waktu banyak yang kulakukan. Namun tetap tak ada yang kurasakan selain perasaan itu.
Aku mulai sering mengunci diri, terdiam tenggelam bersama pikiranku sendiri.
Maaf mah..
Aku telah mengecewakanmu..

Ku tau kau pasti sangat kecewa
Ku tau kau pasti sangat sedih melihatku seperti ini
Tapi rasanya benar-benar sakit mah. Rasanya semua ini selalu menyiksa pikiranku.
Apa yang harus aku lakukan?
Rasanya aku benar-benar frustasi dengan semua pikiranku.
Aku lelah, aku capek mah.
Ingin aku rasanya memelukmu dan menangis dipangkuanmu.
Mengucapkan segala yang telah aku alami selama ini.
Mah, ingin rasanya aku membagi semuanya padamu.
Rasanya aku tak sanggup menahannya.
Tapi aku tau, itu hanya akan melukaimu
Itu hanya akan mengorek luka lama yang telah tertutup
Aku hanya akan mengecewakanmu
Ku tau, seandainya aku bercerita, kau akan menangis.
dan aku tak ingin semua itu terjadi.

Dalam malamku, disampingmu, diam-diam aku selalu menangis
Berharap ada cara aku sampaikan rasa sakitku ini tanpa perlu menyakitimu.
Mah, rasa sakit dikepala ini pun makin sering ku rasakan.
Terkadang saat sakit ini menghantam, dia ikut menggangu penglihatanku.
Hingga semua terasa begitu gelap.
Mah, apa yang harus aku lakukan?
Yang telah ku alami terasa begitu menyakitkan.
Mah, bagaimana ini??

Walau aku mungkin tak pernah mengucapkananya, tapi aku sangat menyayangimu.
Aku tak ingin membuatmu terluka.
Aku tak ingin membuatmu menangis.
Aku tak ingin membuatmu khawatir.
Sungguh aku tak ingin melakukan itu.
Kaulah alasanku terus bertahan, kaulah yang menjadi tujuan hidupku.
Aku mampu bertahan hingga saat ini hanya untukmu.
Hanya untukmu mah.
Ku tau seandainya aku terpuruk dengan keadaan ini, kau akan sangat sedih.
Maka dari itu, aku akan tetap bertahan. Mengobati luka ku sendiri. Meski itu artinya aku akan berpura-pura bahagia untukmu.
Buatku, segala doa untuk kebahagiaanku yang kau pinta padaNya, cukup untuk menguatkan aku.

I'm sorry mom
:')

Kamis, 11 Juni 2015

Masakan Mamah

Siapa yang setuju kalau masakan seorang ibu adalah makanan paling lezat sedunia?
Pasti banyak yang setuju dengan ungkapan itu.
Begitupun denganku.
Sebenarnya kalau boleh berpendapat, menurutku bukan pada rasanya kita menilai, mungkin lebih tepatnya pada keistimewaannya. Ya, masakan seorang ibu itu selalu ditambahkan dengan satu bumbu spesial yang hanya dimilikinya, yaitu kasih sayang.
Kasih sayang itulah yang membuat masakannya terasa begitu lezat.
Itu menurut aku, bagaimana dengan kalian?

Oke kali ini aku akan bercerita tentang masakan ibuku.
Sebenarnya kalau dipikir-pikir, di rumahku itu malah pria yang lebih jago masak dibanding perempuan. Namun walau begitu, ibuku tetap ratunya dapur bagi keluarganya. Setiap hari ibu selalu memasak makanan untuk dimakan keluargaku.
Kalau boleh jujur, ibuku memang tidak terlalu pandai memasak, dan sepertinya itu menurun padaku hehhe ibuku adalah seorang vegetarian, walhasil hanya masakan sayur-sayuran seperti tumis dan sayur yang paling dikuasainya. Dan untuk makanan yang terbuat dari bahan hewani ibuku tidak banyak menguasainya. Tapi jangan salah, walau begitu ibuku sangat jago memasak soto, salah satu masakan ibu yang paling aku suka.

Namun meskipun ibu adalah vegetarian, dia selalu berusaha repot-repot memasak makan selain sayuran untuk kami sekeluarga. Bahkan tak jarang karena sibuknya mengurus makanan untuk kami, ibu suka lupa memasak makan untuknya sendiri. Jadi sering ibu hanya makan dengan tahu tempe juga sambal terasi kesukaannya saja, sedangkan kami sekeluarga makan ayam goreng misalnya. Kadang aku merasa sangat sedih melihatnya, namun ibu selalu bilang "ini enak kok, yang penting kamu makan, biar badannya gak secuil mulu".

Itulah ibuku, dia selalu memikirkan makananku. Dari kecil memang aku sangat sulit makan. Kalau lauknya gak aku suka, aku pasti gak mau makan. Dan ibuku, pasti akan jadi orang yang paling rewel dan ribut kalo aku gak mau makan. Ibu akan membelikan makanan yang aku suka. Atau sering juga ibuku bereksperimen membuatkan makanan yang kira-kira akan membuatku mau makan. Seperti halnya hari ini.

Salah satu makanan kesukaanku adalah udang. Ibuku tau, tapi tak pernah dia memasakkanku udang. Aku tau, karena ibuku memang tidak pandai memasak olahan seafood. Namun berbeda dengan sore ini, ibuku mencoba memasak makanan kesukaanku, udang.
Ternyata pagi tadi ibuku membeli udang, dia juga banyak bertanya pada ibu-ibu lain temannya berbelanja tentang resep memasak udang. Segala bahan telah dipersiapkannya, sampai tibalah sore hari aku pulang kuliah. Ibuku berkata kalau dia akan masak udang untukku. Betapa senangnya aku mendengarnya, walau sebenarnya ada sesikit kecemasan akan rasanya nanti. Ini adalah pengalaman pertama ibuku memasak udang.

Sampailah saat menu makan malamku siap.
Udangnya memang enak, tapi rasanya penuh dengan saus hahahha entah itu resep udang apa, tapi yang pasti rasanya masih enak kok. Dengan bangga dan senyum yang menghiasi bibirnya, ibuku menuangkan masakan udangnya ke atas piring, dan memintaku untuk memakannya. Kalau sudah begitu siapa yang akan menolak?

Ibuku sudah susah payah membuatkan makanan yang aku suka, hanya agar aku makan banyak. Bagaimana aku tidak terenyuh?
Ibu selalu memintaku makan yang banyak. Apapun akan dia lakukan agar anaknya mau makan banyak. Salah satunya bersusah payah belajar memasak makanan keaukaanku.
Kadang kita sering mengabaikan, bahkan tak terpikir oleh kita tetang kerja keras seorang ibu dalam memasak. Mungkin sering kita hanya menganggapnya hal sepele, sudah tugas ibulah memasak, itu yang ada di pikiran kita. Bahkan saat masakannya kurang enak, kita tak mau memakannya. Padahal pernahkah terpikir bahwa dalam setiap masakannya terselip harapan agar anggota keluarganya makan dengan lahap?
Harapan sederhana itulah yang kadang sering kita lupakan.

Pernahkan terpikir bagaimana perasaannya saat masakannya masih tersisa banyak?
Pernahkah terbayang bagaimana jika ibumu sudah tidak bisa memasak lagi untukmu?
Renungkanlah, syukurilah karena hingga detik ini kita masih bisa makan masakan ibu kita. Menikmati kasih sayangnya dalam bentuk makanan.

Aku pun merasa sangat bersyukur dan bahagia mempunyai ibu sepertinya, yang begitu sayang dan peduli padaku. Terima kasih mah, karena udah masakin aku tiap hari. Aku akan makan lebih banyak lagi mulai sekarang.
i love you mom :)

Rabu, 10 Juni 2015

Untuk Kakak

Kak, kenapa rasanya sesulit ini?
Kenapa sesakit ini?
Rasanya aku benar-benar gak sanggup menghadapinya sendiri. Rasanya sangat melelahkan. Aku udah coba yang terbaik tapi tetap saja aku gak bisa.
Aku tau aku memang cengeng, aku suka menangis untuk hal-hal kecil. Tapi sungguh yang kali ini aku gak sanggup.
Ya Allah, apa yang harus aku lakukan dengan semua ini?

Kakak, aku gak bisa ngapa ngapain. Sejauh ini aku hanya terus berpura pura. Aku benci terus berbohong. Tapi aku juga gak bisa buat jujur. Apa yang harus aku lakukan?
Semuanya jadi serba salah. Semuanya gak ada yang sesuai. Ingin sekali rasanya aku akhiri semua ini. Ingin rasanya aku pergi.
kakak, apa yang harus aku lakukan?

Minggu, 07 Juni 2015

Rindu yang Terlarang - Dewi Yull (Feat. Broery Marantika)

Sekian lama sudah kita telah berpisah
Ku rasa kini engkau tak sendiri lagi
Aku pun kini juga seperti dirimu
Satu hati telah mengisi hidupku

Tak perlu engkau tahu rasa rindu ini
...
Dan lagi mungkin kini kau telah bahagia
Namun andai kau dengar syair lagu ini
Jujur saja aku sangat merindukanmu

Memang tak pantas mengkhayal tentang dirimu
Sebab kau tak lagi seperti yang dulu
Kendati berat rasa rinduku padamu
Biarkan ku hadang rinduku terlarang

Ku puisikan rindu di hatiku
Ku harap tiada seorang pun tahu
Biar ku simpan saja
Biar ku pendam sudah
Terlarang sudah rinduku padamu

Kendati berat rasa rinduku padamu
Biarkan ku hadang rinduku terlarang

Ku puisikan rindu di hatiku
Ku harap tiada seorang pun tahu
Biar ku simpan saja
Biar ku pendam sudah
Terlarang sudah rinduku padamu
Terlarang sudah rinduku padamu



Ketawa denger lagunya hahaha

Obrolan Singkat

he: bikin video yuk
me: video apaan?
he: kaya film pendek aja, nanti aku yang buat ceritanya.
me: emang kamu bisa?
he: bisa lah, dikepala aku lagi punya banyak cerita bagus nih
me: temanya apaan emang?
he: komedi
me: kenapa komedi?
he: hidup tuh butuh komedi, ketika habis bahagia kita dilebur oleh duka tiada usai, menuai deras air mata yang membasahi pipi, terlelap dalam kesendirian, mencari hikmah dibalik ego yang bergejolak, aku ingin pulang dan terbangun di tempat dimana aku bisa tersenyum lepas tanpa beban ini.
me: omongan kamu panjang lebar udah kaya pujangga kesesat aja, padahal mah intinya buat ngobatin galau akut kamu kan? hahaha
he: ya aku sih cuma mau ngajak temen ngobatin galau sama-sama.
me: yee siapa juga yang galau,
he: kamu
me: sebahagia ini dibilang galau?
he: bahagia kamu tuh maksa neng, kamu bisa bohongin orang lain, tapi enggak buat aku. mata kamu gak bisa menipu.
me: yakin bener
he: yakin seratus persen. jujur?!
me: hahahaha

Sabtu, 06 Juni 2015

Selfie

Siapa yang gak pernah selfie?
Aku pikir sebagian besar orang pernah melakukan selfie.
Selfie adalah singkatan dari self-potrait, yang artinya adalah foto yang diambil oleh diri sendiri. Dimana biasanya diambil dengan kamera digital genggam atau kamera ponsel.
Kebanyakan anak muda lah yang gemar melakukan selfie. Tapi kali ini berbeda.

Kemarin aku sedang pergi bersama dengan teman-temanku. Niatnya sih mau sekedar window shopping doang, eh ujungnya malah kepengen ini itu hehhehe dari mulai tas yang aku pengen sampe sepatu-sepatu lucu yang bikin greget. Oke aku gak akan bicara tentang acara window shopping yang aku lakuin bareng temen-temenku.

Karena capek muter-muter satu mall, kita pun pergi cari makan dan minum. Berhubung kaki ku benar-benar lelah, aku putusin buat cari tempat duduk, sedangkan teman aku yang pesen makanannya. Selagi waktu nunggu temen aku yang lagi pesen makanan, aku perhatiin aja sekelilingku.
Tempat itu tidak begitu penuh orang, mungkin karena hari sudah mulai sore. Awalnya aku memperhatikan anak kecil yang sedang asyik makan ice cream bersama ibunya, lucu sekali. Sampai akhirnya mataku beralih pada pemandangan yang jarang aku lihat.


Tidak jauh dari tempat duduk ku, mungkin dua atau tiga meja dariku, aku melihat sepasang kakek nenek yang duduk berdua. Sang kakek duduk dekat jendela dan sang nenek duduk disebelahnya. Sepertinya mereka hanya berdua saja, karena tak kunjung aku lihat ada orang lain yang menghampiri mereka.
Mereka berdua makan bersama, dan yang membuatku tersentuh adalah mereka saling berbagi makanan dan minuman mereka. Seperti sudah sangat hafal cara makan masing masing dari pasangannya, sang kakek langsung mengganti ayam sang nenek dengan miliknya. Dan saat sang kakek tersedak pun sang nenek langsung menyodorkan minumannya.

Ya, mungkin kalian berpikir kalau itu adalah hal yang sudah biasa, nah ini yang berbeda. Selesai makan sang nenek membuka tasnya dan mengeluarkan telepon genggamnya. Kalian tau apa yang selanjutnya terjadi? Bukan membalas SMS atau mengangkat panggilan telepon, sang nenek malah mengajak sang kakek berfoto alias selfie bersama. Gaya yang mereka lakukan biasa saja, mereka hanya tersenyum bersama. Tapi melihat adegan itu membuatku ingin tertawa sekaligus terenyuh.
Tertawa karena baru kali ini aku melihat kakek nenek yang berselfie ria. Kenapa aku bilang berselfie ria, karena mereka tidak hanya mengambil satu foto, melainkan beberapa foto. Dan aku terenyuh karena mereka sepertinya sudah sangat sering melakukan itu, terlihat dari tanpa canggungnya mereka berfoto bersama dan cara sang nenek mengajak sang kakek berfoto hanya dengan singgungan lengannya.


Setelah mereka selesai makan dan berfoto, mereka pun meninggalkan tempat itu dengan sang kakek yang menggandeng tangan sang nenek.
Mereka pun pergi...

Kejadian yang baru aku lihat itu adalah kejadian yang membuat setiap orang iri melihatnya. Betapa tidak, mereka yang sudah tua namun cinta mereka tak pernah lekang oleh waktu, mereka tetap terus menjaga kemesraan hubungan mereka. Berbeda dengan kebanyakan orang tua saat ini. Mereka banyak yang sudah mengabaikan kehangatan cinta mereka, tak lagi mencoba memelihara cinta seperti ketika mereka muda dulu. Beragam alasannya, ada yang beralasan sudah bukan masanya, malu sama umur, malu sama anak cucu, atau yang lebih sadis adalah tidak ada waktu dan tidak penting lagi.

Padahal yang namanya cinta itu tidak mengenal umur, meski mereka sudah tidak muda lagi, bukan berarti mereka harus mengabaikan cinta mereka. Malah seharusnya mereka semakin menjaga cinta mereka, agar keharmonisan hubungan tetap terjaga. Bukan berarti mereka tidak saling sayang, namun mengekspresikan rasa sayang melalui tidakan nyatalah yang jarang mereka lakukan.

Diam-diam aku berdoa semoga kelak aku bisa tetap menjaga keromantisan dan keharmonisan hubungan cintaku dengan pasanganku kelak. Menghabiskan waktu menua bersama, membuat sebanyak mungkin kenangan indah bersamanya..
Amiin :)

Quotes

Kenapa kadangkala masalah hidup itu datang bertubi-tubi? Bahkan sama, itu-itu saja masalahnya? Jatuh lagi di lubang yang sama.
Mungkin jawabannya: agar kita paham. Karena mata pelajaran paling susah di sekolah saja, harus diajarkan berkali-kali.

*Tere Liye

Mungkin aku harus lebih mamahami lagi,
Agar aku handal kelak.

Quotes

"Barang hilang, sungguh aneh perilakunya. Semakin dicari semakin tidak ketemu. Saat “dilupakan”, “diikhlaskan”, malah muncul sendiri di depan mata."
Boleh jadi, perasaan itu juga sejenis barang hilang.

--Novel "ELIANA", Tere Liye

Sajak "Jalanku Masih Panjang"

Wahai perasaan
Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam
Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita
Kau buat beberapa menit lalu aku gembira,
untuk kemudian bersedih hati


Wahai perasaan
Kau buat aku berlari di tempat
Semakin berusaha berlari, kaki tetap tak melangkah
Kau buat aku berteriak dalam senyap
Kau buat aku menangis tanpa suara
Kau buat aku tergugu entah mau apalagi

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang gila
Mengunjungi sesuatu setiap saat, untuk memastikan sesuatu
Padahal buat apa?
Ingin tahu ini, itu, untuk kemudian kembali sedih
Padahal sungguh buat apa?

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang bingung
Semua serba salah
Kau buat aku tidak selera makan, malas melakukan apapun
Memutar lagu itu-itu saja,
Mencoret-coret buku tanpa tujuan
Mudah lupa dan ceroboh sekali

Wahai perasaan
Cukup sudah
Kita selesaikan sekarang juga
Karena,
Jalanku masih panjang
Aku berhak atas petualangan yang lebih seru
Selamat tinggal
Jalanku sungguh masih panjang....

*Tere Liye

Kupon Ayam Goreng




Hari itu aku pergi makan bersama dengan kakak ku, kebetulan dia bilang akan traktir aku.
Kita pun memutuskan untuk makan di salah satu tempat makanan cepat saji.
Aku dan kakak ku pun mengantri bersama untuk memesan pesanan makanan kita.
Tepat didepan antrian kita adalah seorang kakek tua bersama dengan anak kecil, mungkin cucunya, kira-kira umur 6-7 tahun.
Dilihat dari penampilannya dan aksen bicaranya, mungkin mereka dari luar kota.
Tanpa bermaksud menguping, aku mendengar percakapan sang kakek dengan cucunya.

cucu: bah, aku mau ayam yang besar ya
kakek: iya, sabar ya

Tibalah mereka untuk memesan.
kasir: ada yang bisa saya bantu pak, mau pesan apa pak?
kakek: mau pesan ayam mba, yang digambar itu (menunjuk salah satu menu ayam)
kasir: mau pesan berapa pak?
kakek: satu saja, tapi bisa gak mba bayarnya dengan kupon ini? (menunjukkan kupon yang dia bawa)
kasir: oh maaf pak tidak bisa, kupon ini hanya berlaku untuk pembelian 20.000 saja.
kakek: tolong dong mba, kalau saya tambah 5.000 bisa tidak? Cucu saya sangat ingin makan ayam itu
kasir: maaf pak tetap masih kurang.
kakek: kalau gak usah pake minumnya berapa mba?
kasir: yang itu sudah satu paket pak, jadi tidak bisa dihilangkan minumnya.
Sang cucu pun mulai mengerti tentang pembicaraan antara si kasir dan kakeknya. Itu jelas terlihat pada raut muka sang cucu yang terlihat kecewa. Sang kakek pun kebingungan, antara tak ingin mengecewakan keinginan sang cucu dengan bagaimana dia bisa mengabulkan keinginan sang cucu.

Akhirnya kakak ku yang mendengarnya pun membantu si kakek dengan membayarkan menu ayam yang si kakek pesan. Sang kakek pun merasa sangat lega dan berterimakasih, dan si cucu pun merasa sangat senang karena dia bisa makan ayam yang kelihatannya sangat dia inginkan.

Yang ingin aku ceritakan disini adalah bukan tentang betapa baiknya kakak ku, atau tentang sang kakek yang tidak memiliki uang. Namun, betapa cintanya sang kakek pada cucunya.
Jauh-jauh dari luar kota dia membawa cucunya untuk bersenang-senang, berharap dengan kupon yang dia miliki yang entah dari mana dia dapatkan, dia ingin membuat cucunya bahagia makan makanan yang dia inginkan. Bahkan saat dia tau kupon yang dia bawa tidak mencukupi untuk membeli ayam itu, dia tetap berusaha sebisa mungkin mendapatkan ayam itu.
Dan kalian tau, sedikitpun sang kakek tidak menyentuh makanan itu, dia membiarkan sang cucu menghabiskannya sendiri. Dia hanya terus memandangi sang cucu yang dengan lahap menyantap makanannya dengan bahagia, dan sang kakek pun tersenyum bahagia melihatnya.

Aku jadi teringat dengan kakek ku yang telah meninggal. Dulu dia pun juga sering banget membagi makanannya untuk ku, walau aku tau sebenarnya itu makanan kesukaannya. Dan dia akan merasa sangat senang bila dia bisa membantu cucunya, walau itu hanya untuk menceritakan jaman penjajahan jepang, untuk membantuku mengerjakan tugas sejarahku.
Yang aku sesalkan adalah, sekalipun aku belum mengucapkan rasa sayangku padanya.

Kakek, aku sayang sama kakek. Semoga kakek mendengarnya dari sana :)

Untuk kalian yang masih memiliki kakek, bahagiakan meraka, walau terkadang sikap kekanak-kanakannya membuat kita marah, tapi sejujurnya dia hanya ingin bahagia bersama kita keluarga yang disayanginya.
Katakan kita menyayanginya dan perbanyaklah berterimakasih padanya, karena mungkin banyak kebahagiaan darinya yang kita lupakan saat kita kecil.

Jumat, 05 Juni 2015

Yuhuhuuuu



Galaunya udahan yeee
Sekarang tinggal happy happy nya aja hehehe
Setelah dipikir-pikir ada baiknya juga tragedi galau kemarin. Aku bisa lebih fokus sama semua mimpi aku saat ini.
Gak boleh lagi nangis dan nyeselin yang udah-udah. Toh semua sudah berlalu, semenyesal apapun gak akan mengubah semua yang terjadi jadi sesuai dengan keinginan aku kan? So, nikmati saja sekarang, jadiin semuanya pelajaran buat kedepannya, biar gak galau lagi.
Kalo dipikir-pikir banyak hikmahnya masalah kemarin.
Yang udah pasti adalah aku gak harus ngerasain pusing lagi. Kegiatanku pun berjalan lancar. Aku punya lebih banyak waktu untuk orang-orang yang tulus menyayangiku, have fun bareng mereka contohnya. Aku juga bisa kejer lagi mimpi-mimpiku yang sempet tertunda. Dan yang paling aku suka adalah aku punya banyak ide buat nulis lagi.
So now, it's happy time :)
yuhuhuuu

Rabu, 03 Juni 2015

Sabarkan Aku Tuhan

Tuhan,
Segala apa yang engkau ciptakan di dunia ini tak mungkin tanpa alasan. Begitupun aku tau apa yang Kau beri padaku saat ini juga bukan tanpa alasan.
Apapun itu alasannya, tak ingin aku berburuk sangka padaMu.
Karena ku tau ini adalah sesuatu yang nantinya akan membantuku.
Mungkin membuatku lebih bersyukur lagi padaMu
Mungkin juga akan membuatku menjadi seseorang yang lebih kuat nantinya.
Meskipun ini semua terasa begitu sakit, aku tetap akan mensyukurinya. Dan terus berharap kelak akan ada balasan dari apa yang telah aku lakukan saat ini.

Tuhan,
Ku tau aku bukanlah hamba yang senantiasa taat padamu.
Namun kali ini aku mohon berikanlah aku kekuatan tuk hadapi cobaanMu kali ini.
Berikan aku kesabaran tuk menghadapinya.
Rangkullah aku dengan segala lindunganMu.

Tuhan, sampaikan maafku pada kakak.
Kini aku mengerti mengapa dia begitu.
Kini aku tau rasanya seperti apa.
Maaf karena disaat kerapuhannya, aku tak ada mendampinginya.
Kalau aku tau rasanya sesakit ini, aku akan terus memeluknya.
:'(

Kita Tak Ditakdirkan Bersama (Kutipan Artikel)

Bukan Salahmu atau Salahku, Hanya Saja Kita Memang Tak Ditakdirkan untuk Bersatu

Aku paham benar bahwa manusia yang sekarang sedang menapakkan kakinya di bumi, termasuk kita, diciptakan berpasangan. Aku, kamu, mereka, masing-masing memiliki teman menua bersama, tak hanya untuk memenuhi bumi demi meneruskan keturunan, namun juga sebagai kawan berbagi cerita dan jadi rekan untuk tumbuh dewasa.
Kini, memang aku dan kamu sedang berusaha menjalin kisah bersama. Namun, sepertinya cerita kita memang tidak dipertemukan untuk mengukir masa depan. Tidak ada yang salah di sini, hanya saja mungkin kita berdua memang tak tertakdirkan. Perjumpaan sejenak yang kita alami memang sudah digariskan.

Sesungguhnya terlampau banyak pertengkaran yang telah kita lewati. Kini kusadari kita hanya sedang berusaha saling menyakiti.

Tak bisa dipungkiri, pertengkaran merupakan salah satu senyawa dalam hubungan. Namun, di dalam hubungan kita, beda porsinya. Pertengkaran merupakan hidangan utama. Ia selalu tersedia untuk kita lahap dari pagi hingga senja. Membuat hubungan yang kita jalani tak ubahnya sebuah neraka. Kita bukan lagi kekasih yang saling mendampingi dan menopang, kita berubah menjadi lawan yang siap menerkam dan menjatuhkan.

Memang di setiap pertengkaran yang kita lakoni, selalu ada nilai yang bisa dipetik dan diresapi. Saling marah, melempar serapah, membentukku menjadi pribadi yang pantang menyerah, begitu pula kamu yang menjadi sosok yang lebih sabar. Aku tak gampang menyerah, berusaha sekuat daya supaya pendapatku bisa mendobrak paksa telingamu. Begitu pula kamu yang tetap bersabar dan bersikukuh mempertahankan pendapat sendiri. Tidakkah ini merupakan sebuah kompetisi? Iya, kompetisi untuk menghujam luka yang paling banyak jumlahnya.

Kusadari, ini bukan merupakan jenis pertengkaran yang menenangkan. Tak ada dekap dan kecup setelah perdebatan ini selesai. Masalah ada untuk dibiarkan terlantar, tanpa adanya penyelesaian. Aku dan kamu saling menyimpan marah, menimbunnya, dan membiarkannya menjadi peledak yang bisa meletus sewaktu-waktu. Ini bukan hubungan yang sehat, kurasa. Kita makin berjeda dan membeku. Karena begitu bernafsunya kita untuk saling mencabik dan menyakiti berkali-kali.

Semakin lama waktu berdua kita lewati, makin aku tak mengenali diri sendiri. Tidakkah perasaan asing macam ini juga kau hadapi?

Entah sudah berapa lama kita bertahan demi bersama. Aku dan kamu saling mengisi hari. Ah, tapi kurasa kita tak benar-benar saling mengisi. Kita hanya saling bersama karena takut ada rasa sepi yang menyelinap ketika sedang sendiri. Aku enggan makan sendirian dan memilih mengajakmu untuk menemani. Begitu pula kamu, yang mengajakku turut pergi karena enggan menjelajah kota seorang diri. Kita bersama hanya karena kebutuhan, bukan karena keinginan.

Kini, semakin kusadari, aku tak mengenali diriku lagi. Aku jauh berbeda dari sosokku yang terdahulu. Entah tenggelam kemana sosok periang dan terbuka yang dulu selalu melekatiku. Sekarang, aku lebih banyak diam dan menyimpan segalanya untuk diri, karena aku paham kamu bukanlah sosok yang bisa kuajak berbagi.
Aku pun tak lupa untuk selalu berhati-hati. Segala gerak-gerik kubatasi, cemas jika nantinya akan menyakiti atau justru membuat kita kembali bertengkar lagi. Tak hanya itu, aku juga diam-diam selalu meluangkan waktu untuk berburuk sangka akan dirimu. Cemburu berlebihan dan pikiran jelek sering datang sebelum sempat kularang. Perlahan aku berubah menjadi sosok yang kubenci. Gadis pemarah, pencemburu, dan terlalu menutup diri.
Aku mulai rindu untuk menjadi diriku sendiri. Tidakkah kamu juga begitu?

Kita sudah dewasa dan tentunya sudah saling tahu. Ini semua bukan perkara siapa yang salah, hanya saja kita memang sudah sama-sama lelah.


Tidak, aku tidak mengarahkan jari telunjukku demi mencari siapa yang salah atau demi mengubahmu menjadi si kambing hitam. Kita memang sudah tak sejalan. Begitu banyak hal yang membuat dunia kita sangat berbeda. Kita memiliki kepribadian dan minat yang sama menariknya. Hanya saja aku adalah si air, dan kamu adalah si api. Kita tak bisa bersama tanpa ada salah satu yang musnah atau tersakiti.

Dulu, kita memang pernah memutuskan untuk berhenti, namun selalu saja ada asa dan mimpi yang dijadikan pegangan. Berharap suatu saat ada yang bisa berubah demi keutuhan berdua. Namun, bukankah ini merupakan sikap yang sia-sia? Aku dan kamu dibekali dengan watak sendiri yang sama istimewanya. Tak seharusnya kita memangkas karakter diri hanya demi bisa bersama. Aku tak menyalahkanmu karena memiliki karakter, selera, minat, serta pandangan yang berbeda.
Sungguh, tak ada yang bersalah. Kita hanya benar-benar berbeda dan sudah saling lelah. Akuilah, hubungan kita memang sedang menunggu untuk disudahi.

Terimakasih kita sempat bersua dan merangkai cerita, darimu aku mendapat banyak pelajaran berharga.

Mari kita sama-sama mengurai ikatan yang selama ini ada. Tidak ada yang patut disesali. Lamanya hubungan bukanlah faktor utama untuk bertahan. Kita perlu menghirup udara banyak-banyak serta menelan kenyataan bahwa kita memang tak bisa melanjutkan hubungan. Terlalu berlimpahnya rasa sedih dan perih yang tercipta menuntut kita untuk mundur dan rehat sejenak dari dunia asmara. Namun tentu saja kamu merupakan sosok yang patut kuberi ucapan terimakasih. Lewat hubungan yang kita jalani berdua ini, aku belajar melepaskan dan melapangkan dada demi menerima kenyataan.
Terimakasih sudah pernah ada. Semoga kita sama-sama berbahagia dan mampu mengangkat muka untuk menantang masa depan.

Sumber : http://www.hipwee.com/hubungan/bukan-salahmu-atau-salahku-hanya-saja-kita-memang-tak-tertakdirkan-untuk-bersatu/

Rasa Sakit Ku

Apakah mencintai itu memang sesakit ini?
Mengapa rasanya aku seperti dipermainkan oleh cinta?
Aku menyayanginya, tapi aku selalu terluka karena cintaku sendiri.
Entah lah, rasanya begitu manis di awal.
Penuh dengan canda tawa darinya.
Tapi disaat hati ku mulau luluh dengannya, selalu saja langsung berubah sangat menyakitkan.
Sakit

Banyak yang telah kita lalui. BAnyak yang telah kita lewati.
Tapi kenapa ini sungguh menyiksa ku?
Sesakit ini yang harus aku rassakan. Tapi tak dapat aku pungkiri bahwa aku sangat menyayangimu.
Aku tau kita punya begitu banyak kekurangan. Walaupun itu salah, tapi aku pernah berpikir bahwa bisakah kita abaikan segala kekurangan yang kita punya?
Tidak! Itu hanya akan semakin menyiksa seandainya kita terus bertengkar.
Berkali dia janji tak akan melukaiku lagi, tapi nyatanya berbagai macam luka kini yang aku rasakan.
Janji tinggallah janji, mimpi tinggallah mimpi, harapan kini hanya menjadi mimpi buruk semata yang bila dikenang hanya menciptakan luka.

Tuhan, rasanya benar-benar sakit. Berkali ini semua terjadi tapi rasanya malah semakin sakit.
Kuatkan aku , sabarkan aku
Mungkin ini adalah jalan terbaik tuk mendewasakanku.

Bisa kakak denger ade lagi?
Rasanya jauh lebih sakit kak :(
Iya, aku tau kakak pasti akan marah. Tapi cuma kakak yang ngerti, cuma kakak yang tau.
Aku butuh bahu untuk bersandar, jari untuk menggenggam, dan penguatanmu.
Rasanya gak kuat ngejalanin ini semua sendiri.
Rasanya bener-bener sakit kak.
Kak, kapan kakak pulang?

Senin, 01 Juni 2015

Nikka Costa - First Love

Everyone can see
There's a change in me
The all say I'm not the same
Kid I used to be

Don't go out and play
I'll just dream all day
They don't know what's wrong with me
And I'm too shy to say

Reff:
It's my first love
What I'm dreaming of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do

My First love
He thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could show him what I'm feeling
Coz I'm feeling my first love

Mirror on the wall
Does he care at all?
Will he ever notice me?
Could he ever fall?

Tell me Teddy Bear
Why love is so unfair?
Will I ever find a way?
And answer to my pray?

Back to Reff

My first love

Apa Jenis Cinta Anda?

Ternyata ada beberapa hal yang dapat menyebabkan cinta itu tumbuh di hati seseorang, yaitu kebersamaan dan sifat mudah jatuh cinta. Silakkan tentukan jenis cinta yang Anda rasakan , apakah benar-benar murni atau malah karena motivasi lain.

1. Cinta Tertolong
Seseorang bisa mencintai karena jatuh cinta pada orang yang pernah menolongnya. CInta jenis ini terlalu tergesa-gesa dan rapuh, karena orang tersebut belum mengenal baik karakter si penolong. Kalau karakternya baik, tentu tak akan bermasalah. Tapi jika karakter orang tersebut tidak memenuhi standar, maka kecewa yang menanti di kemudian hari.

2. Cinta Butuh
Cinta yang timbul karena orang itu selalu ada disaat kita sedang membutuhkan. Cinta ini juga terlalu riskan karena dapat membuat sseorang menjadi egois, pencemburu, posesif, dan bergantung pada orang lain.

3. Cinta Terhibur
Banyak orang menyukai atau jatuh hati pada seseorang yang memiliki sensasi humor tinggi. Namun perlu dipertanyakan apakah saat tekanan datang, orang tersebut dapat menghandle dengan baik pula? Ingatlah, bahwa karakter asli seseorang justru muncul saat orang itu mengalami tekanan.

4. Cinta Kasihan
Banyak kasus seperti ini yang terjadi dalam masyarakat kita. Alasannya klasik, "kasihan kalau ditolak, dia ngancam bunuh diri". Jangan sekali-kali menyamakan iba dengan cinta. Anda sendirilah yang bakal tersiksa.

5. Cinta Cocok
Cocok merupakan alasan populer dalam hubungan, tapi ketidak cocokan juga merupakan alasan yang sering kali dipakai untuk mengakhiri hubungan. Hubungan yang dilandaskan pada kecocokan bakal tidak akan bertahan lama.

6. Cinta Sejati
Cinta ini diidamkan semua orang, tapi untuk sesuatu yang berharga memang perlu pengorbana untuk memperolehnya atau mempertahankannya. Jenis cinta ini memiliki keterbukaan dan saling  menerima. Cinta sejati juga bukan bebas masalah namun menghadapi masalah bersama-sama. Ini jenis cinta yang teruji, yang tak lekang oleh waktu, karena diikat olek komitmen dan bukan perasaan belaka.

Dari kriteria barusan, kriteria yang manakah cinta mu?

Cinta Ku

"Cinta itu selalu sabar dan baik
Cinta tak pernah cemburu
Cinta tak pernah sombong dan angkuh
Cinta tak pernah kasar dan egois
Tak mudah tersinggung dan penuh benci"
-A Walk to Remember-


Bukankah seharusnya cinta itu mengasihi?
Saling memberi, melindungi, dan percaya?
Bagaimanapun dia, dialah orang yang kau cintai.
Segala kesalahannya mampu kau maafkan.
Segala kekurangannya juga kau cintai, walau kadang itu membuatmu merasa frustasi.
Cinta itu memafkan, rendah hati, tidak sombong, tidak egois, dan kesetiaan.
Tapi cinta terakhirku tidak seperti itu.
Kalau aku pikir lagi, cintaku saat itu penuh dengan keegoisan, kebohongan, pengkhianatan, ketidakpercayaan, makian, saling melukai, dan kebencian.
Baru ku sadari cintaku jauh berbeda dengan diskripsi cinta yang aku tulis di awal.
Kesimpulannya, yang aku alami mungkin bukan cinta.
Lantas apa itu?
Yang jelas itu bukanlah cinta, itu sesuatu yang sangat buruk, sesuatu yang seharusnya dihindari.
Betapa mengerikannya hubungan seperti itu?

Siapa yang mau hubungan seperti itu?
Aku yakin tak ada yang menginginkan hubungan seperti itu.
Jangan kalian pikir aku menginginkannya,  aku juga seperti kalian yang tak menginginkan hubungan sepeti itu.
Aku ingin hubungan yang sehat, cinta yang tak melukai. Cinta yang saling mengasihi.
Pasangan yang akan selalu merasa bangga memiliki ku.
Merasa bahagia bisa di dekatku, bukannya merasa jengah.
Pasangan yang akan selalu melindungiku, bukannya melukaiku.
Dan yang membutuhkanku.
Begitu pun aku ingin pasangan yang bisa membuatku membanggakannya didepan orang lain.
Yang bisa menjaga, melindungi dan menghormatiku.
Yang akan terus tersenyum dan saling mengukir senyum.
Dimana dia bisa mengajariku dan aku pun juga bisa mengajarinya banyak hal.
Dimana kami bisa saling mendukung, menguatkan dan saling membantu dalam meraih mimpi kita masing-masing. Saling menjadi bahu sandaran kala hati terpuruk oleh kesedihan. Saling menjadi tongkat penuntun kala kaki lelah dan tersesat dalam melangkah.
Cinta yang akan selalu membuatnya tak ingin melepas genggaman tangannya hingga kita tak mampu menggenggam lagi.
Aku ingin berguna untuknya.

Terdengar indah sekali memang.
Mungkin kalian akan menganggapku seorang pemimpi, pengkhayal, tapi aku takin kalian pun juga menginginkan hal yang sama sepertiku.
Memang terdengar sangat sempurna, seperti hanya ada dalam novel-novel dan film romance yang aku lihat. Tapi aku terus meyakininya, dan berharap kelak aku mendapatkan cinta yang sangat aku inginkan. Kelak aku ingin pasangan yang seperti itulah yang menemaniku menghabiskan waktuku di dunia.
Semoga, kelak nanti, entah kapan itu, aku berharap harapanku ini tak hanya menjadi harapan semata, tak hanya menjadi tulisan dalam blogku saja, tapi sebuah cerita dalam hidupku
Amiin :)