Mencintai seseorang bukanlah perkara mudah,
Bukan hanya tentang romansa jatuh cinta,
Tapi juga tentang bagaimana kita bisa menerima segala kelebihan dan juga kekuarangan yang mereka punya.
Termasuk masa lalunya..
Setiap orang pasti punya masa lalunya sendiri-sendiri, baik atau buruk itu tetaplah bagian dari seseorang yang tak mungkin kita hapuskan.
Tak jarang masa lalu lah yang menjadi pengganjal, batu sandungan dalam hubungan kita.
Masa lalu itu seperti hantu, dia ada tapi tak mungkin tersentuh oleh kita.
Dia akan mengganggu jika kita ganggu
Yang artinya dia akan selamanya ada, tapi kasat mata.
Berperang dengan yang jelas didepan mata saja sudah sulit, apalagi yang kasat mata?
Bila kita tak mampu barhati-hati, maka dialah yang akan membakar masa depan kita. Melenyapkan segala mimpi yang kita punya dengannya.
Dalamnya laut bisa diukur, namun dalamnya hati siapa yang tau?
Kita hanya bisa mengira ngira, dengan ukuran skalanya kepercayaan.
Bukan dengan mata kita melihat, karena dia kasat mata.
Tapi dengan perasaanlah kita mampu mengenalinya.
Apakah masa lalu itu masih ada atau tidak diantara hubungan yang tercipta saat ini?
.
Senin, 25 Mei 2015
Untuk Kamu
Entahlah, rasanya setiap kali aku sedih selalu kamu yang ada di pikiran aku. Selalu kamu yang aku harapkan hadir dan temani aku. Mungkin aku masih saja terikat dengan janjimu yang akan selalu menopangku walau nyatanya kini kau tak disini.
Seperti malam ini pun aku masih saja berharap kamu ada disampingku mendengarkan segala keluh ku.
Karena aku percaya kamu akan memberikan ku suntikan semangat, dan kembali membantu ku tersenyum.
Saat ini aku merasa aku sangatlah bodoh. Aku tau kamu selalu bilang kalau aku ini pintar. Tapi nyatanya aku malah terjerembab dalam pilihanku sendiri. Mungkin kalau kamu tau, kamu pasti akan menertawakanku. Kamu pasti akan bertanya apakah ini benar diriku.
Ya, ini memang diriku. Seperti inilah aku saat ini.
Terus dan terus aku melakukan banyak kesalahan.
Mereka bilang teruslah berjalan, kelak aku akan menemukan apa yang aku cari. Ku coba untuk terus berjalan hingga sejauh ini. Tapi aku tak juga menemukan. Dan kini aku bahkan tak tau dimana tempatku berpijak. Aku tersesat diantara kumpulan manusia. Aku ada diantara mereka, bukan hidup dengan mereka.
Kamu tau, perlahan aku seperti kehilangan diriku sendiri. Atau mungkin sebenarnya aku masih tak yakin seperti apa diriku yang sebenarnya. Aku mulai bertanya apa yang menjadi tujuanku? Apa yang aku inginkan? Mengapa aku jadi tak tau tentang diriku? Tapi semakin aku pikir, semakin aku pusing dibuatnya.
Semua itu membuatku tertekan, membuatku takut, membuatku putus asa.
Seandainya ada yang bisa menjawab segala pertanyaan di kepalaku, tidak! Seandainya saja ada bahu yang menopangku, menggenggam erat tanganku dan membisikan dukungannya untuk ku.
Semua ini terasa begitu berat :(
Seandainya ada yang menemaniku..
Seperti malam ini pun aku masih saja berharap kamu ada disampingku mendengarkan segala keluh ku.
Karena aku percaya kamu akan memberikan ku suntikan semangat, dan kembali membantu ku tersenyum.
Saat ini aku merasa aku sangatlah bodoh. Aku tau kamu selalu bilang kalau aku ini pintar. Tapi nyatanya aku malah terjerembab dalam pilihanku sendiri. Mungkin kalau kamu tau, kamu pasti akan menertawakanku. Kamu pasti akan bertanya apakah ini benar diriku.
Ya, ini memang diriku. Seperti inilah aku saat ini.
Terus dan terus aku melakukan banyak kesalahan.
Mereka bilang teruslah berjalan, kelak aku akan menemukan apa yang aku cari. Ku coba untuk terus berjalan hingga sejauh ini. Tapi aku tak juga menemukan. Dan kini aku bahkan tak tau dimana tempatku berpijak. Aku tersesat diantara kumpulan manusia. Aku ada diantara mereka, bukan hidup dengan mereka.
Kamu tau, perlahan aku seperti kehilangan diriku sendiri. Atau mungkin sebenarnya aku masih tak yakin seperti apa diriku yang sebenarnya. Aku mulai bertanya apa yang menjadi tujuanku? Apa yang aku inginkan? Mengapa aku jadi tak tau tentang diriku? Tapi semakin aku pikir, semakin aku pusing dibuatnya.
Semua itu membuatku tertekan, membuatku takut, membuatku putus asa.
Seandainya ada yang bisa menjawab segala pertanyaan di kepalaku, tidak! Seandainya saja ada bahu yang menopangku, menggenggam erat tanganku dan membisikan dukungannya untuk ku.
Semua ini terasa begitu berat :(
Seandainya ada yang menemaniku..
Jumat, 22 Mei 2015
Keluh Ku Untuk Mu Tuhan
Betapa sakitnya tubuh ini, menjalani semuanya.
Lelahnya pikiran ini untuk semua beban yang ada.
Dan sungguh menjerit hati ini meluapkan segala perih untuk semua kekecewaan yang ada.
Tuhan, aku tau tak akan pernah Kau berikan cobaan melebihi kemampuan ku. Segala permasalahan yang Engkau berikan pun telah Engkau ciptakan dua jalan keluarnya. Namun mengapa rasanya tak ada satupun jalan yang mampu aku temukan?
Mengapa rasanya semuanya begitu gelap?
Pun ketika aku akhirnya menemukan jalan tersebut, tak ada keyakinan kaki ini untuk melangkah. Bimbang rasa ini tuk menentukan manakah jalan yang Kau tunjukkan untukku,,
Tuhan, tuntunlah aku saat aku tersesat
Terangkanlah jalan ku agar tak salah dalam melangkah
Bimbinglah aku agar tetap dalam jalanMu
Kuatkan aku dalam menjalani segala bentuk ujian yang Kau berikan
Ya Allah.. Sabarkanlah aku
Lelahnya pikiran ini untuk semua beban yang ada.
Dan sungguh menjerit hati ini meluapkan segala perih untuk semua kekecewaan yang ada.
Tuhan, aku tau tak akan pernah Kau berikan cobaan melebihi kemampuan ku. Segala permasalahan yang Engkau berikan pun telah Engkau ciptakan dua jalan keluarnya. Namun mengapa rasanya tak ada satupun jalan yang mampu aku temukan?
Mengapa rasanya semuanya begitu gelap?
Pun ketika aku akhirnya menemukan jalan tersebut, tak ada keyakinan kaki ini untuk melangkah. Bimbang rasa ini tuk menentukan manakah jalan yang Kau tunjukkan untukku,,
Tuhan, tuntunlah aku saat aku tersesat
Terangkanlah jalan ku agar tak salah dalam melangkah
Bimbinglah aku agar tetap dalam jalanMu
Kuatkan aku dalam menjalani segala bentuk ujian yang Kau berikan
Ya Allah.. Sabarkanlah aku
Langganan:
Komentar (Atom)