Diam-diam tertarik
Diam-diam menyukai
Diam-diam merindukan
Diam-diam mendoakan
Diam-diam mengharapkan
Diam-diam mencintai
Bukan lagi tentang status, tapi kesungguhan.
Bukan lagi tentang cemburu berlebih, namun kepercayaan dan pengertian.
Bukan lagi tentang kamu dan aku, tapi tentang kita.
Begitulah cintaku saat ini..
.
Selasa, 27 Oktober 2015
Jumat, 02 Oktober 2015
Untuk Kamu
Mungkin kamu tak pernah tau, aku bukanlah perempuan yang bisa dengan mudah mengungkapkan apa yang dirasakannya. Aku selalu kesulitan dalam menyampaikan isi hatiku. Terkadang aku mengungkapkan rasa sayangku dengan bentuk yang sedikit berbeda dari yang lainnya.
Aku bukan perempuan yang mudah mengungkapkan apa yang dirasakan dengan kata-kata. Segala yang aku rasakan ku wujudkan dalam bentuk tindakan nyata.
Kau mungkin memang tak pernah mendengarku berkata jika aku mencintaimu, dan juga banyak kata manis lain yang mungkin kebanyakan perempuan katakan. Aku bukan perempuan yang selalu bertuturkata lembut. Aku cenderung menggunakan bahasa dengan sesukaku. Terkadang, celaanku adalah bentuk pujian dan rasa banggaku padamu, amarahku adalah bentuk rasa khawatirku untukmu, dan diamku adalah bentuk kesabaran penantianku..
Coba kamu lihat kebelakang, apa yang telah kita lalui bersama.
Begitu banyak yang telah terjadi padaku, begitu sering ku coba berbicara denganmu, namun begitu banyak juga yang hanya kau lewatkan begitu saja. Lelah, aku memang lelah. Namun ku coba tuk bersabar.
Ku tau kita bukan lagi anak kecil yang mementingkan sebuah kata .. Bukankah tindakan nyata jauh lebih penting dibanding hanya ucapan kata semata?
Aku bukan menolakmu. Sejak awal ku katakan bahwa aku menundanya, meski aku ungkapkan dengan bahasa yang berbeda. Kamu pikir untuk apa selama ini aku sendiri?
Aku memberikan waktu untuk kita. Untuk saling memahami, mengerti, dan memperbaiki diri. Namun sepertinya kau tak juga mengerti. Lantas apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu mengerti?
Ku slalu coba tuk bersabar, namun sepertinya kau tak juga mampu tuk bersabar dengan keadaan ini.
Kau terlalu sibuk memikirkan dirimu, sedangkan aku disini berpikir untuk kita. Tak banyak hal yang ku minta darimu, namun belum juga kau mewujudkan apa yang ku minta, kau selalu merengek akan permintaanmu.
Tidak! Meski mungkin aku menyukaimu atau bahkan menyayangimu, aku tetap berpikir dengan rasionalku. Berubahlah, maka aku pun akan berubah untukmu..
Saat ini hal terbesar yang mampu aku berikan adalah kesabaran penantianku untukmu. Apa itu masih kurang untukmu?
Terlalu banyak kata yang hanya terbaca, terlalu banyak makna yang terabaikan.
Hey, kita bukalah anak belasan tahun lagi. Sebuah hubungan bukan lagi hanya sekedar status semata. Ku percaya bahwa Tuhan telah menciptakan umatNya berpasangan. Bila pun saat ini kita tak mampu untuk bersama, bila memang kita ditakdirkan untuk bersama, kelak akan ada cara untuk mempertemukan kita.
Aku bukan perempuan yang mudah mengungkapkan apa yang dirasakan dengan kata-kata. Segala yang aku rasakan ku wujudkan dalam bentuk tindakan nyata.
Kau mungkin memang tak pernah mendengarku berkata jika aku mencintaimu, dan juga banyak kata manis lain yang mungkin kebanyakan perempuan katakan. Aku bukan perempuan yang selalu bertuturkata lembut. Aku cenderung menggunakan bahasa dengan sesukaku. Terkadang, celaanku adalah bentuk pujian dan rasa banggaku padamu, amarahku adalah bentuk rasa khawatirku untukmu, dan diamku adalah bentuk kesabaran penantianku..
Coba kamu lihat kebelakang, apa yang telah kita lalui bersama.
Begitu banyak yang telah terjadi padaku, begitu sering ku coba berbicara denganmu, namun begitu banyak juga yang hanya kau lewatkan begitu saja. Lelah, aku memang lelah. Namun ku coba tuk bersabar.
Ku tau kita bukan lagi anak kecil yang mementingkan sebuah kata .. Bukankah tindakan nyata jauh lebih penting dibanding hanya ucapan kata semata?
Aku bukan menolakmu. Sejak awal ku katakan bahwa aku menundanya, meski aku ungkapkan dengan bahasa yang berbeda. Kamu pikir untuk apa selama ini aku sendiri?
Aku memberikan waktu untuk kita. Untuk saling memahami, mengerti, dan memperbaiki diri. Namun sepertinya kau tak juga mengerti. Lantas apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu mengerti?
Ku slalu coba tuk bersabar, namun sepertinya kau tak juga mampu tuk bersabar dengan keadaan ini.
Kau terlalu sibuk memikirkan dirimu, sedangkan aku disini berpikir untuk kita. Tak banyak hal yang ku minta darimu, namun belum juga kau mewujudkan apa yang ku minta, kau selalu merengek akan permintaanmu.
Tidak! Meski mungkin aku menyukaimu atau bahkan menyayangimu, aku tetap berpikir dengan rasionalku. Berubahlah, maka aku pun akan berubah untukmu..
Saat ini hal terbesar yang mampu aku berikan adalah kesabaran penantianku untukmu. Apa itu masih kurang untukmu?
Terlalu banyak kata yang hanya terbaca, terlalu banyak makna yang terabaikan.
Hey, kita bukalah anak belasan tahun lagi. Sebuah hubungan bukan lagi hanya sekedar status semata. Ku percaya bahwa Tuhan telah menciptakan umatNya berpasangan. Bila pun saat ini kita tak mampu untuk bersama, bila memang kita ditakdirkan untuk bersama, kelak akan ada cara untuk mempertemukan kita.
Sabtu, 26 September 2015
Komunikasi
Nyebelin.
Satu kata yang mampu mewakili perasaanku saat ini.
Susah payah aku akui kalau aku rindu padamu, tapi reaksi kamu cuma gitu doang.
Berminggu-minggu tidak saling menghubungi, kamu pikir enak?
Selalu ragu untuk menghubungi kamu karena alasan itu, eh kamunya ternyata begitu. Sebel sama kamu ih.
Kenapa sih kita selalu saja salah paham?
Kamu kesel karena aku gak hubungi kamu. Kamu pikir berapa kali aku ngetik pesan buat kamu yang ujungnya selalu aku hapus lagi karena aku takut ganggu kamu disana? Kamu sendiri yang bilang kalo kamu mau fokus. Ya jelas aku beri kamu waktu untuk menyelesaikannya. Tapi giliran udah begini malah salah paham.
Lagian juga kenapa kamu gak pernah hubungi aku selama ini?
Begini nih, kamu nunggu, aku juga nunggu. Jadi kapan ketemunya?
Setiap kali aku berusaha untuk bersikap normal, disaat itulah kita pasti selalu berujung begini.
Baru ngobrol bentar, udah tau akunya kangen, tapi kamu langsung pergi lagi.
Ya aku tau kamu masih menginginkannya, tapi kamu lebih memilih jarak yang aman.
Ingin, namun juga tak ingin.
Aku tau itu, karena aku pun merasakan hal yang sama.
Kepergianmu, begitu terasa untukku. Apa kamu tau apa yang sedang aku hadapi saat ini? Rasanya ingin aku membagi semuanya seperti yang dulu sering aku lakukan. Tapi sekarang berbeda. Aku harus menghadapi segalanya sendiri lagi.
Kamu merasa kesulitan, tapi apa kamu tau aku pun disini merasa jauh lebih kesulitan.
Kita selalu terkendala dengan komunikasi.
Andai kamu tau..
Andai kita bisa lebih pandai mengutarakan isi hati kita..
Selasa, 22 September 2015
22 September 2015
Salah satu hal yang aku benci adalah tidurku yang terganggu. Dan hari ini ketika tubuh terasa begitu sangat lelah dan suasana hati yang cukup buruk, masih saja ada yang berani mengganggu tidurku. Kepala terasa begitu pusing, badan sakit semua, perut ikutan kambuh lagi, dan yang pasti mood benar-benar buruk.
Hampir setiap hari harus pulang sore, ditambah tugas mengajar yang bikin pusing, tiap malam tidur malam terus, rasanya capek banget, makan gak teratur lagi, perut protes mulu jadinya.
Kemarin lagi, yang harusnya bantu ekskul PMR ngurusin orang sakit, eh karena ada kesurupan masal jadi berubah ngurusin anak-anak yang kesurupan. Gimana gak horor coba?
Namanya kesurupan masal ya sudah pasti yang kesurupan gak cuma satu atau dua orang, gak tanggung-tanggung ada 8 orang yang kesurupan secara serempak. Yang bikin aneh, kenapa semua malah dibawa ke UKS. UKS kan tempat orang sakit, bukan orang kesurupan -_-
Jelas kita semua yang ada di UKS kebingungan dong, yang biasa dihadapi kan orang-orang pingsan, nah ini suruh ngehadapi setan.. Ngedadak UKS berubah dari tempat yang paling famous beberapa hari ini. Kenapa aku bilang beberapa hari ini? Karena aksi kesurupan masal gak cuma terjadi satu hari saja, tapi berhari-hari.
Horor banget tu sekolah.
Yang apesnya tuh anak PMR nya, mereka harus mengungsu mencari tempat lain untuk latihan. Apalagi mereka sedang sibuk-sibuknya latihan untuk lomba. Dan aku selaku pembimbing ekskul PMR juga jadi ketiban susahnya.
Bayangin, ngajar aja udah cukup melelahkan, sikap guru yang sensian sama anak PPL ditambah dengan anggota PPL yang besikap seenak jidatnya pun sudah cukup bikin makan hati, ini ditambah harus ngebimbing persiapan lomba dan olimpiade PMR. Tubuh dan hati sangat butuh istirahat..
Malam ini rasanya lelah sekali. Untuk semua yang sulit menghubungiku maaf. Dengan keadaan yang sedang seperti ini, yang dibutuhkan hanya ingin sendiri. Kalau memang tak ada yang penting banget, jangan ganggu dulu deh..
Hampir setiap hari harus pulang sore, ditambah tugas mengajar yang bikin pusing, tiap malam tidur malam terus, rasanya capek banget, makan gak teratur lagi, perut protes mulu jadinya.
Kemarin lagi, yang harusnya bantu ekskul PMR ngurusin orang sakit, eh karena ada kesurupan masal jadi berubah ngurusin anak-anak yang kesurupan. Gimana gak horor coba?
Namanya kesurupan masal ya sudah pasti yang kesurupan gak cuma satu atau dua orang, gak tanggung-tanggung ada 8 orang yang kesurupan secara serempak. Yang bikin aneh, kenapa semua malah dibawa ke UKS. UKS kan tempat orang sakit, bukan orang kesurupan -_-
Jelas kita semua yang ada di UKS kebingungan dong, yang biasa dihadapi kan orang-orang pingsan, nah ini suruh ngehadapi setan.. Ngedadak UKS berubah dari tempat yang paling famous beberapa hari ini. Kenapa aku bilang beberapa hari ini? Karena aksi kesurupan masal gak cuma terjadi satu hari saja, tapi berhari-hari.
Horor banget tu sekolah.
Yang apesnya tuh anak PMR nya, mereka harus mengungsu mencari tempat lain untuk latihan. Apalagi mereka sedang sibuk-sibuknya latihan untuk lomba. Dan aku selaku pembimbing ekskul PMR juga jadi ketiban susahnya.
Bayangin, ngajar aja udah cukup melelahkan, sikap guru yang sensian sama anak PPL ditambah dengan anggota PPL yang besikap seenak jidatnya pun sudah cukup bikin makan hati, ini ditambah harus ngebimbing persiapan lomba dan olimpiade PMR. Tubuh dan hati sangat butuh istirahat..
Malam ini rasanya lelah sekali. Untuk semua yang sulit menghubungiku maaf. Dengan keadaan yang sedang seperti ini, yang dibutuhkan hanya ingin sendiri. Kalau memang tak ada yang penting banget, jangan ganggu dulu deh..
Senin, 14 September 2015
Single
Menjalin suatu hubungan mungkin bukanlah suatu hal yang mudah bagi sebagian orang. Harus menerima kelebihan dan kekurangan diri seseorang. Menyatukan banyak perbedaan yang ada menjadi suatu kolaborasi yang nantinya bisa saling melengkapi.
Namun tak ayal, meski terlihat sangat sulit, semua tak henti mencari pasangan hidupnya. Putus nyambung tuk mencari jodoh yang tepat atau hanya karena keisengan semata adalah hal yang sangat umum kita alami.
Sampai-sampai terciptalah istilah jones untuk mereka yang sulit mendapatkan pasangan. Lihatlah, betapa istilah 'pasangan' sudah merupakan keharusan atau sebuah tren yang tak boleh kita abaikan. Semua orang berlomba-lomba mencari pasangan.
Beberapa hari yang lalu seorang temanku bertanya mengenai status hubunganku. Kenapa aku bertahan tuk sendiri sekian lama sedangkan banyak orang yang berlomba memiliki bahkan memperbanyak pasangan mereka. Dia bertanya apakah aku tak ingin berpacaran karena agamaku atau karena gak ada yang tertarik padaku. Mendengarnya membuatku tertawa karena lucu. Namun kemudian ku jawab bahwa bukan keduanya lah aku sendiri sekian lama.
Pertama, aku sadar bahwa aku bukanlah seseorang dengan akhlak yang sesempurna itu. Keimananku belum sebesar itu, tapi aku harap semoga kelak aku mampu seperti itu. Dan yang kedua, aku juga sadari bahwa diriku punya begitu banyak kekurangan. Dengan tubuh yang tergolong mirip tubuh anak SMP, meski kulitku putih tapi aku punya wajah yang tergolong biasa-biasa saja. Tak heran kalau banyak orang berpikir kesendirianku dikarenakan tak adanya lelaki yang tertarik padaku. Namun kalian boleh tidak percaya, bahwa tidak hanya ada satu atau dua lelaki yang ku tolak pernyataan cintanya selama waktu kesendirianku. Dari mulai yang biasa-biasa saja sampai mereka yang tergolong luar biasa.
Beberapa orang sahabatku terheran dengan penolakanku, terutama pada mereka yang tergolong luar biasa. Tapi mau gimana lagi, mungkin memang belum jodohnya.
Aku bukanlah tipe orang yang takut mendapat sebutan jones, bukan juga orang yang akan dengan sembarangan memilih lelakiku hanya demi tuk memamerkannya kepada khalayak umum. Bukan, aku bukanlah orang seperti itu. Aku mencintai dan menghargai diriku juga pasanganku.
Kadang emang suka rindu sih punya pasangan. Bukan rindu pada malam minggunya, bukan karena ada yang antar jemput, bukan juga karena iri pada pasangan lain. Bukan!
Yang dirindukan adalah seseorang yang akan menggenggam tanganku, tertawa bersamaku, melakukan banyak hal konyol bersama, kita yang saling mengejek, seseorang yang tak bosannya mendengar semua yang aku katakan.. Aku rindu berpusing ria memilih baju mana yang akan aku kenakan, sepatu mana yang aku pilih untuk sekedar bertemu dengannya. Hal-hal seperti itulah yang terkadang membuat rindu..
Ditanya rindu gak, ya rindu. Pengen gak punya pasangan, ya jelas pengen. Tapi apa daya kalau tak ada yang cocok. Apa kita harus memaksakan mendapatkan pasangan hanya demi gengsi semata? Rasanya begitu konyol. Menolak pun bukan berarti aku tak bersyukur ada yang mencintaiku. Aku menolak mereka karena aku menghargai mereka. Seganteng, sekaya, sebaik, secinta, atau sesempurna apapun mereka, kalau memang tidaklah cocok apa kita harus tetap memaksakannya?
Being single is staying single for the right love
Itu jawabanku..
Namun tak ayal, meski terlihat sangat sulit, semua tak henti mencari pasangan hidupnya. Putus nyambung tuk mencari jodoh yang tepat atau hanya karena keisengan semata adalah hal yang sangat umum kita alami.
Sampai-sampai terciptalah istilah jones untuk mereka yang sulit mendapatkan pasangan. Lihatlah, betapa istilah 'pasangan' sudah merupakan keharusan atau sebuah tren yang tak boleh kita abaikan. Semua orang berlomba-lomba mencari pasangan.
Beberapa hari yang lalu seorang temanku bertanya mengenai status hubunganku. Kenapa aku bertahan tuk sendiri sekian lama sedangkan banyak orang yang berlomba memiliki bahkan memperbanyak pasangan mereka. Dia bertanya apakah aku tak ingin berpacaran karena agamaku atau karena gak ada yang tertarik padaku. Mendengarnya membuatku tertawa karena lucu. Namun kemudian ku jawab bahwa bukan keduanya lah aku sendiri sekian lama.
Pertama, aku sadar bahwa aku bukanlah seseorang dengan akhlak yang sesempurna itu. Keimananku belum sebesar itu, tapi aku harap semoga kelak aku mampu seperti itu. Dan yang kedua, aku juga sadari bahwa diriku punya begitu banyak kekurangan. Dengan tubuh yang tergolong mirip tubuh anak SMP, meski kulitku putih tapi aku punya wajah yang tergolong biasa-biasa saja. Tak heran kalau banyak orang berpikir kesendirianku dikarenakan tak adanya lelaki yang tertarik padaku. Namun kalian boleh tidak percaya, bahwa tidak hanya ada satu atau dua lelaki yang ku tolak pernyataan cintanya selama waktu kesendirianku. Dari mulai yang biasa-biasa saja sampai mereka yang tergolong luar biasa.
Beberapa orang sahabatku terheran dengan penolakanku, terutama pada mereka yang tergolong luar biasa. Tapi mau gimana lagi, mungkin memang belum jodohnya.
Aku bukanlah tipe orang yang takut mendapat sebutan jones, bukan juga orang yang akan dengan sembarangan memilih lelakiku hanya demi tuk memamerkannya kepada khalayak umum. Bukan, aku bukanlah orang seperti itu. Aku mencintai dan menghargai diriku juga pasanganku.
Kadang emang suka rindu sih punya pasangan. Bukan rindu pada malam minggunya, bukan karena ada yang antar jemput, bukan juga karena iri pada pasangan lain. Bukan!
Yang dirindukan adalah seseorang yang akan menggenggam tanganku, tertawa bersamaku, melakukan banyak hal konyol bersama, kita yang saling mengejek, seseorang yang tak bosannya mendengar semua yang aku katakan.. Aku rindu berpusing ria memilih baju mana yang akan aku kenakan, sepatu mana yang aku pilih untuk sekedar bertemu dengannya. Hal-hal seperti itulah yang terkadang membuat rindu..
Ditanya rindu gak, ya rindu. Pengen gak punya pasangan, ya jelas pengen. Tapi apa daya kalau tak ada yang cocok. Apa kita harus memaksakan mendapatkan pasangan hanya demi gengsi semata? Rasanya begitu konyol. Menolak pun bukan berarti aku tak bersyukur ada yang mencintaiku. Aku menolak mereka karena aku menghargai mereka. Seganteng, sekaya, sebaik, secinta, atau sesempurna apapun mereka, kalau memang tidaklah cocok apa kita harus tetap memaksakannya?
Being single is staying single for the right love
Itu jawabanku..
Sabtu, 05 September 2015
Sendiri
Lagi-lagi perasaan seperti ini..
Walau banyak orang yang ada di sekelilingku, meski aku tertawa bersama mereka semua, namun aku masih saja merasa kesepian. Aku merasa sendiri.
Dulu aku pernah merasakan hal seperti ini, memendam segala yang kurasakan sendiri.
Terasa begitu berat segalanya. Aku harus tertawa meski rasanya aku ingin menangis. Bukan karena aku tak boleh menangis, bukan juga karena aku tak ingin, namun aku tak mampu.
Dari kecil aku memang selalu kesulitan dalam mengungkapkan apa yang aku rasakan dan apa yang aku inginkan. Sepertinya itu masih menjadi kesulitan bagiku. Berkali ku coba tuk ungkap segala yang ku rasakan, namun berkali itu juga aku tak mampu.
Terasa begitu melelahkan berpura-pura bahagia, seolah aku baik-baik saja.
Tidak, rasanya sangat menyesakkan, rasanya begitu sangat menyebalkan, tapi..
Tak pernah ku mampu ungkap segala yang ku rasakan, ingin sekali aku menyerah dan berkata bahwa aku tak sanggup lagi menyimpannya sendiri. Dalam malamku hanya tangis yang mampu ku wujudkan tuk ungkapkan betapa lelahnya diriku.
Pernah aku coba tuk ungkap segalanya, namun urung ku lakukan. Kini terasa begitu menyakitkan tuk mencoba percaya. Namun memendamnya sendiri pun terasa begitu menyiksa. Ku ingin seseorang mengerti, setidaknya mendengar dan menemaniku, menggenggam jemariku, bersandar dalam peluknya saat raga tak lagi mampu membendung rasa sakit di hati.
Walau banyak orang yang ada di sekelilingku, meski aku tertawa bersama mereka semua, namun aku masih saja merasa kesepian. Aku merasa sendiri.
Dulu aku pernah merasakan hal seperti ini, memendam segala yang kurasakan sendiri.
Terasa begitu berat segalanya. Aku harus tertawa meski rasanya aku ingin menangis. Bukan karena aku tak boleh menangis, bukan juga karena aku tak ingin, namun aku tak mampu.
Dari kecil aku memang selalu kesulitan dalam mengungkapkan apa yang aku rasakan dan apa yang aku inginkan. Sepertinya itu masih menjadi kesulitan bagiku. Berkali ku coba tuk ungkap segala yang ku rasakan, namun berkali itu juga aku tak mampu.
Terasa begitu melelahkan berpura-pura bahagia, seolah aku baik-baik saja.
Tidak, rasanya sangat menyesakkan, rasanya begitu sangat menyebalkan, tapi..
Tak pernah ku mampu ungkap segala yang ku rasakan, ingin sekali aku menyerah dan berkata bahwa aku tak sanggup lagi menyimpannya sendiri. Dalam malamku hanya tangis yang mampu ku wujudkan tuk ungkapkan betapa lelahnya diriku.
Pernah aku coba tuk ungkap segalanya, namun urung ku lakukan. Kini terasa begitu menyakitkan tuk mencoba percaya. Namun memendamnya sendiri pun terasa begitu menyiksa. Ku ingin seseorang mengerti, setidaknya mendengar dan menemaniku, menggenggam jemariku, bersandar dalam peluknya saat raga tak lagi mampu membendung rasa sakit di hati.
Senin, 24 Agustus 2015
Kepulanganmu
Yeee siapa yang gak suka kalo orang yang dirindukannya kembali.
Akhirnya kamu pulang.
Aku bisa lagi menghubungimu, bercerita denganmu, tertawa bersamamu..
Seperti malam ini, kita bersama bercerita tentang banyak hal kecil. Dan dari hal kecil itulah yang membuatku merasa bahagia. Kita punya tawa lagi, punya hari bersama lagi.
Kamu tau rasanya sangat menyenangkan ketika kamu memanggilku lagi, mengkhawatirkan aku lagi, memperhatikanku, menyemangatiku dan membuatku merasa jauh lebih ringan tuk hadapi hariku.
Oh iya kamu udah punya janji loh. Kamu berjanji akan menepatinya nanti.
Rasanya gak sabar buat nunggu saat itu.
Cepet pulang ke cirebon ya..
Akhirnya kamu pulang.
Aku bisa lagi menghubungimu, bercerita denganmu, tertawa bersamamu..
Seperti malam ini, kita bersama bercerita tentang banyak hal kecil. Dan dari hal kecil itulah yang membuatku merasa bahagia. Kita punya tawa lagi, punya hari bersama lagi.
Kamu tau rasanya sangat menyenangkan ketika kamu memanggilku lagi, mengkhawatirkan aku lagi, memperhatikanku, menyemangatiku dan membuatku merasa jauh lebih ringan tuk hadapi hariku.
Oh iya kamu udah punya janji loh. Kamu berjanji akan menepatinya nanti.
Rasanya gak sabar buat nunggu saat itu.
Cepet pulang ke cirebon ya..
Selasa, 18 Agustus 2015
Kenapa?
Oh senang rasanya..
Ketika kamu kembali, menjawab panggilanku, dan menemaniku lagi.
Ketika aku masih dapat memandangmu, berbicara denganmu, dan tersenyum padamu.
Membaca caramu menjawab panggilanku, membuatku merasa senang. Kalau dipikir ini hanya caranya menjawab panggilanku, tapi kenapa terasa begitu berbeda. Setelah sekian lama, aku bisa berbicara denganmu lagi. Ya, aku merindukamu, ku akui itu semua.
Mungkin aku mulai gila, tersenyum sendiri mendengarmu kembali. Tertawa bahagia ketika kau memanggilku. Kenapa kini kamu mulai terlihat berbeda dimataku?
Aku merindukanmu. Aku ingin berbicara denganmu. Tapi kenapa kini saat kamu sudah di hadapku, kelu rasanya lidah ini. Semuanya hilang begitu saja. Aku tak tau harus berkata apa. Dan jadilah seperti biasa, aku dan kamu hanya berkata beberapa kata saja. Entahlah, itu saja terasa cukup untukku.
Oh Tuhan, mengapa selalu kenapa dan entahlah..
Wooow gak boleh gak boleh. Mulai gak beres nih.
Tapi kenapa terasa begitu aneh? Mulai banyak hal yang menarik darinya, kadang menanti waktu bersamanya, berharap dia pun masih merasakan hal yang sama denganku. Tak jarang aku selalu berpikir apakah dia masih berdiri pada tempatnya seperti dulu, memandangku, dan menunggu diriku menghampirinya. Atau kini dia sudah jauh, melangkah berpindah ke tempat lain, memandang dan menunggu orang lain..
Kenapa rasanya semakin tak rela?
Bukan, ini tidaklah seharusnya.
Semakin sering aku berpikir tentang kata seandainya. Harapan ini mungkin kelak akan menyakitiku.
Ketika kamu kembali, menjawab panggilanku, dan menemaniku lagi.
Ketika aku masih dapat memandangmu, berbicara denganmu, dan tersenyum padamu.
Membaca caramu menjawab panggilanku, membuatku merasa senang. Kalau dipikir ini hanya caranya menjawab panggilanku, tapi kenapa terasa begitu berbeda. Setelah sekian lama, aku bisa berbicara denganmu lagi. Ya, aku merindukamu, ku akui itu semua.
Mungkin aku mulai gila, tersenyum sendiri mendengarmu kembali. Tertawa bahagia ketika kau memanggilku. Kenapa kini kamu mulai terlihat berbeda dimataku?
Aku merindukanmu. Aku ingin berbicara denganmu. Tapi kenapa kini saat kamu sudah di hadapku, kelu rasanya lidah ini. Semuanya hilang begitu saja. Aku tak tau harus berkata apa. Dan jadilah seperti biasa, aku dan kamu hanya berkata beberapa kata saja. Entahlah, itu saja terasa cukup untukku.
Oh Tuhan, mengapa selalu kenapa dan entahlah..
Wooow gak boleh gak boleh. Mulai gak beres nih.
Tapi kenapa terasa begitu aneh? Mulai banyak hal yang menarik darinya, kadang menanti waktu bersamanya, berharap dia pun masih merasakan hal yang sama denganku. Tak jarang aku selalu berpikir apakah dia masih berdiri pada tempatnya seperti dulu, memandangku, dan menunggu diriku menghampirinya. Atau kini dia sudah jauh, melangkah berpindah ke tempat lain, memandang dan menunggu orang lain..
Kenapa rasanya semakin tak rela?
Bukan, ini tidaklah seharusnya.
Semakin sering aku berpikir tentang kata seandainya. Harapan ini mungkin kelak akan menyakitiku.
Senin, 17 Agustus 2015
Meninggalkan
Lihatlah dari Sisi yang Meninggalkan, Bukan Hanya dari yang Ditinggalkan
Meninggalkan dan
ditinggalkan adalah sisi yang sama-sama menyakitkan. Akupun paham itu.
Tapi tak perlulah menghakimiku begitu kejam, yang memilih untuk menyerah
bertahan dan meninggalkanmu. Karena sesungguhnya, akulah yang paling
tersakiti. Terlalu naif kedengarannya. Karena kita sering berpikir,
ditinggalkan adalah sisi yang paling menyakitkan. Bahkan ada yang dengan
tega, memaki seseorang yang meninggalkan dan berhenti bertahan.
Atau sampai terlontar sumpah serapah.
Hey, tapi tolong beri aku sedikit waktu agar kamu bisa memahami! Akupun lebih sakit dari apa yang kau rasakan kini. Sudah berapa lama aku menerima sikapmu yang tak selayaknya bisa kumaklumi begitu saja? Berapa kali harus kurendahkan harga diriku di hadapanmu, yang tak sepantasnya kulakukan, yang biasanya aku mampu berbisik pada diriku sendiri "ayolah bertahan sebentar, meskipun itu menyakitkan," ?
Tak heran jika tingkahmu sering melukaiku. Ternyata kita memang beda. Otakmu sekeras baja, aku masih memakai logika. Apa perlu aku bertahan lebih lama lagi sampai akhirnya kau menginjak kepalaku?
Kau ingin aku hanya diam. Tentu saja aku menyayangimu, tapi sayang aku masih memiliki logika. Hatiku tahu kapan harus berhenti. Tak masalah jika aku meninggalkanmu di saat hatiku masih berharap padamu. Tentu saja menyakitkan karena hal yang paling menyakitkan di dunia ini adalah kita sedang jatuh cinta dan patah hati di waktu yang bersamaan. Karena aku yakin dengan caramu bersikap itu, Tuhan ingin memberitahuku.
Saatnya agar aku segera pergi darimu.
Jika sesuatu itu menyakitkan, lalu untuk apa aku masih bertahan menggenggamnya? Apakah aku harus menunggu hingga tanganku patah dulu? Tentu saja. Kau tak bisa merasakan sakit yang kurasakan karena kau tak pernah mau memahami sedikit pun tentang sisiku.
Hey, tapi tolong beri aku sedikit waktu agar kamu bisa memahami! Akupun lebih sakit dari apa yang kau rasakan kini. Sudah berapa lama aku menerima sikapmu yang tak selayaknya bisa kumaklumi begitu saja? Berapa kali harus kurendahkan harga diriku di hadapanmu, yang tak sepantasnya kulakukan, yang biasanya aku mampu berbisik pada diriku sendiri "ayolah bertahan sebentar, meskipun itu menyakitkan," ?
Ternyata aku hanya manusia biasa, sama sepertimu. Memiliki ambang batas dan kau telah melampaui ambang batas yang kumiliki,Harus berapa banyak lagi luka yang kuterima untuk mempertahankanmu? Ayolah kita belajar anatomi! Setiap kali kau berucap, mulutmu seperti belati tak bersarung dan aku masih mengasah lidahku untuk waktu yang tepat. Karena setidaknya, isi dadaku masih berwujut hati. Benar saja, karena isi dadamu adalah batu.
Tak heran jika tingkahmu sering melukaiku. Ternyata kita memang beda. Otakmu sekeras baja, aku masih memakai logika. Apa perlu aku bertahan lebih lama lagi sampai akhirnya kau menginjak kepalaku?
Kau ingin aku hanya diam. Tentu saja aku menyayangimu, tapi sayang aku masih memiliki logika. Hatiku tahu kapan harus berhenti. Tak masalah jika aku meninggalkanmu di saat hatiku masih berharap padamu. Tentu saja menyakitkan karena hal yang paling menyakitkan di dunia ini adalah kita sedang jatuh cinta dan patah hati di waktu yang bersamaan. Karena aku yakin dengan caramu bersikap itu, Tuhan ingin memberitahuku.
Saatnya agar aku segera pergi darimu.
Jika sesuatu itu menyakitkan, lalu untuk apa aku masih bertahan menggenggamnya? Apakah aku harus menunggu hingga tanganku patah dulu? Tentu saja. Kau tak bisa merasakan sakit yang kurasakan karena kau tak pernah mau memahami sedikit pun tentang sisiku.
Sumber : http://www.hipwee.com/narasi/lihatlah-dari-sisi-yang-meninggalkan-bukan-hanya-dari-yang-ditinggalkan/
Wahai Perempuan Cantik
Wahai Perempuan yang Cantik Hatinya, Berhentilah Menyiksa Diri Sendiri dengan Termehek-Mehek Cinta
Cinta sejatinya
adalah anugrah dari Tuhan yang harus dijaga. Cinta seharusnya menjadi
indah dan bermekaran dalam hati seorang perempuan. Jika laut terlalu
dalam, bumi terlalu luas, maka hati perempuan dapat mengarungi dan
melampaui keduanya. Bersyukurlah kamu yang terlahir sebagai perempuan.
Karena banyak sekali hal indah pada dirimu yang layak diperjuangkan.
Untuk itu, janganlah menjadi lemah sebab kau ditakdirkan dengan berbagai keterampilan membanggakan. Janganlah bersedih sebab kebahagiaan patut diperjuangkan sampai mati. Janganlah menyiksa diri sendiri sebab kau adalah perhiasan dunia yang layak dihormati.
Untuk itu, janganlah menjadi lemah sebab kau ditakdirkan dengan berbagai keterampilan membanggakan. Janganlah bersedih sebab kebahagiaan patut diperjuangkan sampai mati. Janganlah menyiksa diri sendiri sebab kau adalah perhiasan dunia yang layak dihormati.
Karena cinta datang untuk menguatkan, bukan menjadikanmu termehek-mehek dan kehilangan arah.
1. Jatuh cinta boleh saja, tapi pilihan selalu ada. Tinggalkan yang hanya menghujanimu dengan harapan semu tanpa kepastian.
Setiap perempuan layak mendapatkan cinta karena kamu adalah bagian dari cinta itu sendiri. Tapi cinta juga harus punya pandangan dan masa depan. Jangan terlena dengan ucapan bibir yang tak ada wujud pembuktiannya. Percayalah, kamu tahu siapa yang layak dan yang harus ditinggalkan! Tuhan menciptakan semua berpasang-pasangan. Bila dirasa tak ada kemajuan, maka segera ambil tindakan: bertahan atau pergi dengan tujuan pasti.Bila sejak awal hanya main-main, untuk apa menghabiskan rasa, waktu, dan pikiran tanpa arti? Hati perempuan tidak boleh terluka karena hati perempuan sangat berharga.
2. Mengapa kau biarkan hatimu merana, sedangkan dia hanya peduli dengan dirinya saja tanpa memberi sedikitpun ruang untukmu tersenyum tulus tanpa bekas kantung mata?
Dalam setiap hubungan, tentu ada saatnya perbedaan datang hingga menimbulkan perselisihan. Bila dia sadar telah mengatakan cinta padamu, seharusnya dia pun tahu bagaimana cara menjaga perasanmu. Tapi di saat dia tanpa sadar mengingkari perjanjian yang sempat diucapkannya dengan manis di hadapanmu, dengan membiarkanmu terluka hingga lupa bagaimana cara tersenyum. Percayalah pada hati kecilmu!Dia bukanlah orang yang pantas untuk mendapatkan cinta tulusmu. Jangan biarkan dia menghancurkan hatimu hingga membuatmu terlupa siapa dirimu sebenarnya! Perempuan yang cantik hatinya, kau adalah milikmu seutuhnya. Kau adalah pemegang kendali pikiran dan perasaanmu sendiri. Jujurlah pada diri sendiri. Bila sekarang saja dia bisa membentak dan membuatmu menangis, lalu bagaimana nanti?
3. Berbahagia dan mekarlah seperti bunga matahari yang tak pernah takut menantang terik sang mentari.
Tidak hanya perempuan, semua orang pasti menginginkan kebahagiaan. Bahagia tidak seperti hujan yang bisa datang dan pergi semaunya. Tapi bahagia harus dicari. Bahagia harus diciptakan. Untuk apa terluka hanya untuk kebahagiaan orang lain yang tak pernah mengerti arti menjaga hati? Sebenarnya bahagia itu sangat sederhana. Bersyukurlah selalu dengan semua yang kau punya.Coba mulai sadari! Saat kamu memiliki kesehatan dan bisa menikmati rasa makanan, saat kamu bisa bernafas dengan mudah, merasakan tidur nyenyak, keberadaan keluarga dan teman yang tak pernah lelah menyayangimu, rumah yang melindungimu dari ekstrimnya musim panas, dan mengerikannya musim hujan. Semua itu sempurna. Cukup sudah! Segera hapus air mata, bernafaslah dengan lega, hancurkan semua beban yang memberatkan dada!
Senyumlah dengan sekawanan kuntum bunga. Berbahagialah dan mekarlah! Hadapi semua dengan berani tanpa takut dengan rasa sakit dan perihnya luka hati.
4. Hiduplah untuk hidup dan temukan cinta sebagai pelengkap mengarungi usia yang terus berjalan.
Sudah lewat berapa tahun usia mengiringi jiwa sampai perjalanan saat ini? Memang usia tak bisa dijadikan parameter kedewasaan. Tapi semakin berkurang usia, mau tidak mau kamu harus menjadi lebih bijak dalam menyikapi problema hidup. Tegaslah pada diri sendiri. Ketika cinta tak mampu membuatmu berdiri tegar dan kuat, berhijrahlah untuk menggapai betapa indahnya sebuah mimpi saat benar-benar menjadi nyata.Ketika cinta tak mampu melindungi hatimu dari dera airmata, bangkitlah dan tinggalkan semua kesakitan juga kekecewaan. Menangislah sepuasmu! Menangis hingga semua air mata terkuras habis. Tapi setelah itu, bangunlah dan tuliskan semua yang ingin kau wujudkan. Bahagiakan kedua orang tua, sayangilah saudara dan teman-temanmu yang berharga.
Ketika kau memiliki hati seluas samudra dan senyum yang tak pernah layu untuk merekah, yakinlah kau akan menemukan cinta yang lebih dari sekedar kata indah. Bukankah mencintai itu mudah? Semua kan terjadi bila sudah waktunya.
5. Buka mata, hati, dan telinga. Lihat, rasakan, dan dengar lebih dalam. Karena hidup tidak sekedar untuk mati, tapi harus berarti.
Jadilah seperti ulat yang menjelma kupu-kupu dengan sayap warna-warni yang menawan. Terbanglah! Lihatlah betapa indah dunia untuk sekedar dijadikan tempat singgah bermuram durja. Penuhi hatimu dengan cinta. Rasakan semua lebih dalam. Rasakan betapa layaknya dirimu untuk bahagia dan menikmati semua yang telah kau perjuangkan. Berbagilah! Coba sejenak berhenti bicara dan dengarlah mereka! Mereka yang memanggilmu sayang.Mereka yang mengakui keakuanmu. Mereka yang tak pernah lupa berbisik padamu di kala senang dan melibatkanmu pada sebuah masalah yang tak sanggup dihadapinya sendiri. Sebutlah mereka lebih dari sahabat. Karena cinta tak hanya tentang kau dan dia yang terhenti pada pertengahan jalan.
Karena cinta bukan sekedar status tanpa mampu menjaga dan merawatnya.
Karena cinta tidak untuk saling menyakiti dan membenci.
Karena cinta bukan untuk dilihat tapi dirasakan.
Karena cinta ada untuk menyatukan dua hati.
Karena cinta hadir untuk menawarkan kebahagiaan.
Karena cinta ada untuk memberi kehidupan.
Karena cinta itu memahami.
Karena cinta adalah saling memberi ruang untuk perbedaan.
Karena cinta itu memaafkan.
Karena cinta hadir untuk menjadikannya arti.
Sumber : http://www.hipwee.com/list/wahai-perempuan-yang-cantik-hatinya-berhentilah-menyiksa-diri-sendiri-dengan-termehek-mehek-cinta/
Tidak Mungkin Berteman
5 Alasan Mengapa Setelah Ada Perasaan, Tak Mungkin Lagi Kamu dan Dia “Hanya Berteman”
Pernah nggak tiba-tiba seseorang jadi begitu spesial di matamu? Dari yang jarang bertegur sapa, kalian akhirnya biasa bertukar cerita. Semakin lama kehadirannya makin kamu nantikan dan akhirnya kamu bermuara pada satu perasaan. Kamu menyukainya, walau tak tahu apa ia menyimpan perasaan yang sama.Kamu berharap ia tahu apa yang kamu rasa, namun tak tahu bagaimana harus menyampaikannya. Mustahil berpura-pura tak ada apa-apa, saat yang kamu pikir hanya dia. Sejak itulah, mempertahankan pertemanan jadi beberapa tingkat lebih susah.
1. Memelihara perasaan hampir sama dengan menaruh harapan. Kamu hanya ingkar terhadap diri saat bilang kamu ikhlas jadi teman.
“Memang suka. Tapi aku bisa kok temenan aja sama dia.”Tujuan awal yang semula hanya untuk berteman sekarang berubah dengan datangnya perasaan suka. Yang biasanya tak menjadi masalah ketika satu minggu tak bertemu, kini kamu uring-uringan sendiri saat ia tak bisa bertemu walau satu hari. Keinginan untuk selalu ada di dekatnya rasanya tak bisa diimbangi dengan status kalian yang hanya sebagai teman biasa.
“Mana ada sih temen biasa yang minta ditemenin setiap hari?”Berusaha untuk tetap menganggapnya teman rasanya terlalu dusta. Kamu tahu suatu saat kamu akan sakit hati jika ia mulai mendekati orang lain.
2. Mungkin awalnya ia memang terlihat biasa saja. Namun datangnya perasaan suka membuatmu bisa melihatnya dari sisi yang berbeda.
Segala yang ia lakukan kini selalu menarik perhatian.
Segala yang ia lakukan kini selalu menarik perhatian. Mulai dari apa yang ia kenakan, hingga apa yang ia makan selalu membuatmu tersenyum kegirangan.
Mungkin hanya menjadi temannya akan mengurangi kemungkinan untuk kehilangan sosoknya — karena kamu tahu kalian akan selalu bisa bersama sebagai teman.
3. Selalu ada keinginan untuk hadir di dekatnya, meski akal pikiran memperingatkanmu jarak harus tetap terjaga
Kamu tak bisa berjauhan
Tapi mau gimana lagi… namanya juga cinta.
Kadang kamu berharap menyatakan cinta bisa semudah berkata “Aku lapar!” namun kamu sadar bahwa cinta tidak sesederhana apa yang orang bilang karena pikiranmu mencoba menolak kenyataan tentang apa yang hati telah rasakan.
4. Pertemanan kalian akan semakin tak menyenangkan ketika ia mulai bercerita padamu tentang seorang perempuan.
“Kenalin dong, ini…”
Ketidaktahuannya tentang perasaanmu semakin menjadi beban
bagimu, ketika ia mulai terbuka padamu tentang seorang perempuan yang ia
suka. Awalnya kamu (memang) berharap bahwa itu adalah kamu, dan beban
perasaan ganda resmi kamu bawa ketika ia memperkenalkan seseorang yang
selama ini hanya ada di dalam cerita curhatnya padamu.
“Dia suka sama cewek ini, bukan aku.”
Fakta bahwa perempuan yang selama ini ia banggakan bukan kamu rasanya memang campur aduk, dan melihatnya bersama perempuan lain semakin membuat hatimu tergerus.
Mau gimana lagi? Dia kan nggak tahu kalau aku juga suka…
Apalagi jika ia sering membawa perempuannya ke sekitar kalian, sementara kamu hanya bisa diam.
Semakin lama melihatnya bersama yang lain akan semakin membuatmu
tersiksa. Daripada terus-terusan memendam rasa, banyak teman yang
menyarankanmu agar cepat menyatakan perasaan.
Mereka kira bakal semudah itu menyatakan perasaan sama orang?
Saran tersebut rasanya tak berarti bagimu. Menyatakan perasaan mungkin akan menghilangkan beban, namun juga tak menjamin bahwa ia akan tetap bersikap sama setelah mengetahui bahwa kamu menyimpan rasa.
Untuk mempertahankan hubungan pertemananmu dengannya, kamu lebih memilih untuk menyimpan rasa yang selama ini ada dan berusaha untuk melupakannya. Percayalah bahwa suatu saat kamu juga akan bertemu dengan seseorang – yang akan membuat semua perasaan cintamu terbalaskan. Akan ada seseorang yang mampu membuatmu merasa terlengkapi dan dicintai, sama seperti yang kamu rasakan dengannya saat ini. Dengannya yang sampai kapan tak akan pernah mengerti bahwa kamu mencintai.
Tapi sampai kapan kamu akan puas hanya jadi “teman”?
Sumber : http://www.hipwee.com/hubungan/5-alasan-mengapa-setelah-ada-perasaan-tak-mungkin-lagi-kamu-dan-dia-hanya-berteman/
Hahaha pas banget nih rasanya.
“Dia suka sama cewek ini, bukan aku.”
Fakta bahwa perempuan yang selama ini ia banggakan bukan kamu rasanya memang campur aduk, dan melihatnya bersama perempuan lain semakin membuat hatimu tergerus.
Mau gimana lagi? Dia kan nggak tahu kalau aku juga suka…
Apalagi jika ia sering membawa perempuannya ke sekitar kalian, sementara kamu hanya bisa diam.
5. Akhirnya kamu hanya punya dua pilihan. Menyatakan perasaan, atau berusaha untuk melupakan.
Lebih baik diam.
Mereka kira bakal semudah itu menyatakan perasaan sama orang?
Saran tersebut rasanya tak berarti bagimu. Menyatakan perasaan mungkin akan menghilangkan beban, namun juga tak menjamin bahwa ia akan tetap bersikap sama setelah mengetahui bahwa kamu menyimpan rasa.
Untuk mempertahankan hubungan pertemananmu dengannya, kamu lebih memilih untuk menyimpan rasa yang selama ini ada dan berusaha untuk melupakannya. Percayalah bahwa suatu saat kamu juga akan bertemu dengan seseorang – yang akan membuat semua perasaan cintamu terbalaskan. Akan ada seseorang yang mampu membuatmu merasa terlengkapi dan dicintai, sama seperti yang kamu rasakan dengannya saat ini. Dengannya yang sampai kapan tak akan pernah mengerti bahwa kamu mencintai.
Tapi sampai kapan kamu akan puas hanya jadi “teman”?
Sumber : http://www.hipwee.com/hubungan/5-alasan-mengapa-setelah-ada-perasaan-tak-mungkin-lagi-kamu-dan-dia-hanya-berteman/
Hahaha pas banget nih rasanya.
Hati yang Pernah Mencintaimu
Aku berhenti diam bukan karena tak mengerti arti luka
Justru aku sedang mencoba mengobati luka ku sendiri
Kekecewaanku bukanlah hal baru kepada mu
Aku beberapa kali kecewa dan beberapa kali juga mencoba merangkai kata kembali
Namun putus asa ini telah sampai pada kata takut
Aku memilih pergi dan mengurung hati
Tak ingin hatiku kembali menapaki jalan yang tak ku hendaki
Hati kecilku selalu membisikkan namamu dalam lamunanku
Tapi apa daya ketika air mata adalah satu satu nya jalan ku bercerita tentang kita
Aku tak sanggup bila harus berpisah dan juga tak mampu untuk bertahan
Dan aku memilih pergi,
Bukan hal yang mudah bagiku dan bagimu
Aku tau akan itu
Kecewaku padamu membawa pergi semua rasa itu
Kini yang tertinggal hanya rindu akan hari hari kita yang terus ku pendam
Amarah dalam diriku belum juga padam atau berkurang
Tanpa kau sadari setiap kata kembali yang ku pilih menjadi curahan air mata yang tak terbendung
Setiap kebersamaan kita membawa tawa dan juga tangis
Aku menyerah untuk kesekian kalinya
Aku tak tau kapan bisa ku katakan dengan bangga aku melepaskan mu
Pada semua aku menyombongkan diri telah lepas dari mu
Namun dalam ingatanku, kita masih sama dengan rasa yang berbeda
Aku tau aku belum bisa melepaskan kenangan tentang kita
Aku juga tau tak mungkin kembali pada masa lalu yang begitu menyakitkan
Aku juga sadar tak mungkin mencipta kecewa yang sama
Aku juga mengerti bahwa kita hanya singgah satu sama lain sebelum berlabuh pada hati yang tepat
Aku sudah selesai dengan kisah kita
Biarkan masa lalu menjadi kenangan dan pelajaran
Dan rasa ini menguap seperti embun
Karena mengingat tentang kita ada tetesan air mata bagiku
Karena mengingat tentang kita adalah kenangan
Biarkan hanya setabas itu dan tak lagi lebih
Hati yang pernah mencintaimu
Sumber : http://www.hipwee.com/narasi/hati-yang-pernah-mencintaimu/
Justru aku sedang mencoba mengobati luka ku sendiri
Kekecewaanku bukanlah hal baru kepada mu
Aku beberapa kali kecewa dan beberapa kali juga mencoba merangkai kata kembali
Namun putus asa ini telah sampai pada kata takut
Aku memilih pergi dan mengurung hati
Tak ingin hatiku kembali menapaki jalan yang tak ku hendaki
Hati kecilku selalu membisikkan namamu dalam lamunanku
Tapi apa daya ketika air mata adalah satu satu nya jalan ku bercerita tentang kita
Aku tak sanggup bila harus berpisah dan juga tak mampu untuk bertahan
Dan aku memilih pergi,
Bukan hal yang mudah bagiku dan bagimu
Aku tau akan itu
Kecewaku padamu membawa pergi semua rasa itu
Kini yang tertinggal hanya rindu akan hari hari kita yang terus ku pendam
Amarah dalam diriku belum juga padam atau berkurang
Tanpa kau sadari setiap kata kembali yang ku pilih menjadi curahan air mata yang tak terbendung
Setiap kebersamaan kita membawa tawa dan juga tangis
Aku menyerah untuk kesekian kalinya
Aku tak tau kapan bisa ku katakan dengan bangga aku melepaskan mu
Pada semua aku menyombongkan diri telah lepas dari mu
Namun dalam ingatanku, kita masih sama dengan rasa yang berbeda
Aku tau aku belum bisa melepaskan kenangan tentang kita
Aku juga tau tak mungkin kembali pada masa lalu yang begitu menyakitkan
Aku juga sadar tak mungkin mencipta kecewa yang sama
Aku juga mengerti bahwa kita hanya singgah satu sama lain sebelum berlabuh pada hati yang tepat
Aku sudah selesai dengan kisah kita
Biarkan masa lalu menjadi kenangan dan pelajaran
Dan rasa ini menguap seperti embun
Karena mengingat tentang kita ada tetesan air mata bagiku
Karena mengingat tentang kita adalah kenangan
Biarkan hanya setabas itu dan tak lagi lebih
Hati yang pernah mencintaimu
Sumber : http://www.hipwee.com/narasi/hati-yang-pernah-mencintaimu/
Sulit
Sulit Menerimamu Kembali namun Sulit Pula Membiarkanmu Pergi
Masa depan, harapan, kebahagian, semua laksana istana kehidupan yang sekian lama kubangun dengan penuh keikhlasan dan ketulusan namun secara tiba-tiba runtuh bersamaan dengan sebuah pengkhianatan. Ketika matahari seakan tak menerangi siang hariku, bulan tak lagi menemani malamku, bahkan hujan pun tak mampu membasahi keringnya perasaanku, hatiku kini hanya dibekukan oleh salju kehampaan.
1. Jujur, ada perasaan trauma ketika kau memintaku untuk kembali...
Bagiku, kata – kata itu menyiratkan akan datangnya kembali sebuah harapan dimana aku, kau, atau lebih tepatnya kita, akan mengulang semua kebahagian yang pernah kita jalani bersama. Bayangan akan indah nya senyuman mu yang kan mengisi hari-hari ku seperti yang lalu, semakin berkecamuk liar dipikiranku. Hingga tiba saat dimana hatiku tersadar, akan luka yang telah kau goreskan, sangat dalam, bahkan terlalu dalam untuk dapat kau sembuhkan.
Bagaimanakah jika luka ini hanyalah sebuah awal dari luka-luka selanjutnya....
2. Diriku terus mencoba, namun tetap semuanya tak pernah lagi sama...
Mencoba memahami apa yang telah terjadi, menyalahkan diriku demi mencari pembenaran atas perbuatan yang kau lakukan, walaupun kutahu itu akan sangat menyakitkan. Mencoba mencintaimu seperti dulu tanpa sebuah kecurigaan, mencoba meyakini hatiku bahwa kau juga menginginkanku untuk menjadi masa depan mu, mencoba tetap memberikan kepercayaan, mencoba..mencoba..mencoba.. ya, aku terus mencoba.. tapi kudapati semuanya tak lagi sama...
3. Ketakutanku adalah ini bukan untuk yang terakhir kalinya...
Kau terus-menerus memohon maafku, bersumpah untuk memperbaiki semua yang telah kau lakukan padaku, pembelaan yang kau ucapkan seakan membujukku untuk meyakinkan diri bahwa semua itu hanyalah ke-khilafan mu yang tanpa sadar dan tak disengaja. Pikiranku seakan hendak dihipnotis oleh janji-janji indah mu... namun semua itu tak cukup mampu untuk membunuh rasa takut ku dikhianati lagi oleh mu..
4. Mungkinkah aku akan mendapatkan yang lebih baik darimu...
Terlepas dari apapun yang sudah kau lakukan, selalu ada keindahan dirimu yang sangat sulit untuk kuabaikan. Keindahan yang membuatku tak berani melangkah jauh darimu ketika tak ada yang dapat menjamin akan hadirnya seseorang yang menungguku diluar sana dengan keindahan yang serupa..
5. Dan pada akhirnya, diriku selalu tak mampu memutuskan apapun...
Entah karena kebodohanku atau masih sangat kuatnya ingatan tentang semua kenangan bersama mu, kuakui , hal itu selalu mampu menggoyahkan setiap keputusan yang sebelumnya telah kokoh kutancapkan dalam pikiranku. Akhirnya hatiku hanya seperti sepotong ranting yang berada di tengah luasnya lautan, terombang-ambing terabaikan, kadang muncul dipermukaan namun tak jarang pula tenggelam di hantam badai berkepanjangan, tak mampu melakukan apapun, hanya berharap takdir akan membawaku menuju ke tempat yang kuharapkan.Ataukah mungkin aku hanya akan tenggelam bersama dengan semua kepahitan yang dengan bangga telah kau persembahkan...
Sumber : http://www.hipwee.com/list/sulit-menerimamu-kembali-namun-sulit-pula-membiarkanmu-pergi/
Kamu, Aku Menangis Lagi
Andai aku bisa bicara denganmu saat ini, mendengar suaramu tuk menghiburku seperti yang sering kamu lakukan. Ingin ku ungkapkan segala keluh kesah yang aku rasakan.
Rasanya disini sangatlah sakit.. Aku lelah sekali. Aku ingin sekali pergi jauh tuk tinggalkan segala beban ini.
Meninggalkan semua rasa sakit yang selalu melukaiku. Aku merasa semakin hari semakin lelah dan tersiksa dengan semua ini.
Memendam segalanya sendiri, merasakannya seorang diri, dan menghadapinya sendiri membuatku merasa begitu putus asa. Kemana kebahagiaan itu pergi? Terasa hanya tangis yang senantiasa menemani. Kamu tau, rasanya ingin sekali aku berlari ke arahmu, menangis dalam genggaman tanganmu, bercerita segala hal yang aku rasakan. Aku butuh seseorang tuk hadapi ini semua.
Tapi sayang aku gak bisa. Aku selalu tak dapat menceritakan segalanya padamu. Aku tak dapat berlari ke arahmu. Dan menggenggam tanganmu..
Kamu selalu bilang tuk tak menangis, tapi yang ku inginkan adalah menangis sepuasnya padamu. Kau bilang aku tak perlu membicarakannya, tapi yang ku mau adalah kau mendengarkan segalanya.
Andai kamu bisa tau apa yang aku tuliskan, atau andai aku berani tuk mengatakan apa yang aku inginkan padamu, namun tetap aku tak pernah bisa.
Maaf, aku masih saja selalu menangis. Aku masih saja selalu terluka. Walau aku sudah berjanji tuk tak menangis, aku selalu menangis.. Mungkin kamu akan berpikir kalau aku terlalu drama, terlalu cengeng, terlalu lemah. Aku tau, aku terima itu, aku mengerti karna kamu tak pernah mendengar apa yang sebenarnya terjadi. Aku takut, aku selalu urung tuk menceritakannya padamu. Aku takut kamu akan pergi, aku takut kamu akan menolaknya, dan aku takut tuk percaya padamu..
Hey kamu, kapan kamu pulang?
Aku butuh candamu tuk ringankan rasa sakitku..
Rasanya disini sangatlah sakit.. Aku lelah sekali. Aku ingin sekali pergi jauh tuk tinggalkan segala beban ini.
Meninggalkan semua rasa sakit yang selalu melukaiku. Aku merasa semakin hari semakin lelah dan tersiksa dengan semua ini.
Memendam segalanya sendiri, merasakannya seorang diri, dan menghadapinya sendiri membuatku merasa begitu putus asa. Kemana kebahagiaan itu pergi? Terasa hanya tangis yang senantiasa menemani. Kamu tau, rasanya ingin sekali aku berlari ke arahmu, menangis dalam genggaman tanganmu, bercerita segala hal yang aku rasakan. Aku butuh seseorang tuk hadapi ini semua.
Tapi sayang aku gak bisa. Aku selalu tak dapat menceritakan segalanya padamu. Aku tak dapat berlari ke arahmu. Dan menggenggam tanganmu..
Kamu selalu bilang tuk tak menangis, tapi yang ku inginkan adalah menangis sepuasnya padamu. Kau bilang aku tak perlu membicarakannya, tapi yang ku mau adalah kau mendengarkan segalanya.
Andai kamu bisa tau apa yang aku tuliskan, atau andai aku berani tuk mengatakan apa yang aku inginkan padamu, namun tetap aku tak pernah bisa.
Maaf, aku masih saja selalu menangis. Aku masih saja selalu terluka. Walau aku sudah berjanji tuk tak menangis, aku selalu menangis.. Mungkin kamu akan berpikir kalau aku terlalu drama, terlalu cengeng, terlalu lemah. Aku tau, aku terima itu, aku mengerti karna kamu tak pernah mendengar apa yang sebenarnya terjadi. Aku takut, aku selalu urung tuk menceritakannya padamu. Aku takut kamu akan pergi, aku takut kamu akan menolaknya, dan aku takut tuk percaya padamu..
Hey kamu, kapan kamu pulang?
Aku butuh candamu tuk ringankan rasa sakitku..
Jumat, 14 Agustus 2015
14 Agustus 2015
Gak tahan lagi :(
Rasanya gak kuat banget sama semua ini. Pengen nangis jadinya.
Aku ngerasa kaya jalan jauh sampe aku ngerasa capek, tapi aku tetep harus jalan tanpa tau apa yang jadi tujuanku. Bukan, aku tau tujuanku, tapi itu bukan tujuan diriku.
Kalo dipikir-pikir sebenernya aku tuh enak banget, gak kekurangan apapun untuk sekolah, Udah PPL pun dapet guru pamong yang baik, dan kelasnya pun mudah untuk diaturnya. Tugas juga gak dibuat ribet sebenernya, dapet banyak bimbingan dari guru pamong. Dosen pamongnya pun juga baik. Untuk penguasaan materi pun sebenernya gak usah diragukan lagi. Tapi kenapa aku terus mengeluh?
Berat banget rasanya ngejalaninnya. Aku ngerasa banget kalo gak mampu buat ini semua, mungkin lebih tepatnya gak ada kemauan. Bisa dibilang aku tuh emang cukup pintar, tapi tidak pintar mentransfer ilmu yang aku miliki. Banyak orang yang berpikir kalo orang yang pintar itu pasti pintar dalam menjelaskan atau pintar berbicara. Padahal gak seperti itu. Membagikan pengetahuan itu bukanlah suatu hal yang mudah. Harus pintar dalam menggunakan bahasa demi menyesuaikan kemampuan mencerna pengetahuan si penerima pengetahuan. Sedangkan aku bukan orang yang pandai berbicara menurutku.
Entahlah, tapi banyak orang yang berpikir kebalikan dariku. Banyak yang bilang aku itu pintar, pandai bergaul dan menyesuaikan diri, pandai berbicara, dan juga hidupnya enak katanya. Jadi ini tuh aku yang gak kenal diriku sendiri, atau mereka yang salah menilai ku?
Aku sebenarnya bukan tipe orang yang pandai berbicara di depan banyak orang. Aku gak suka menghadapi banyak orang. Kalau disuruh milih, aku akan milih tempat yang sepi untuk menyendiri dari pada harus berbicara dengan banyak orang. Bertemu dengan banyak orang yang punya pemikiran berbeda, menyesuaikan diri dengan keadaan baru, harus berpura-pura baik, oh rasanya suatu keadaan yang tidak menyenangkan.
Orang tua yang percaya padaku, beberapa dosen dan juga teman yang juga percaya pada kemampuanku, mereka sebenarnya gak tau tentang diriku. Aku memang pintar matematika, bisa dibilang memang aku menyukai pelajaran itu saat aku sekolah dulu, dan itu semua terbukti dari nilai-nilaiku saat ini. Ditunjuk untuk jadi tutor, mengajar les disana sini, kata temenku sih keren. Tapi banyak yang gak akan percaya kalau apa yang aku miliki saat ini ku jalani dengan setengah hati.
Aku itu gak suka belajar, ujian pun juga belajar kebut semalam. Tiap ikutan belajar bareng, ujungnya cuma jajan sama ngobrol, kuliah pun banyak ngobrolnya dikelas. Tapi dengan begini saja apa yang aku dapatkan sudah cukup memuaskan. Berbeda dengan beberapa temanku yang lain yang harus bersungguh-sungguh belajar demi berada pada posisiku saat ini. Banggakah aku? Tidak! Aku malah merasa sedih. Seandainya aku menjalani apa yang aku inginkan, belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja keras meraih mimpiku, bahagia menjalani apa yang menjadi pilihanku. Aku suka berpikir akan seperti apa aku nanti seandainya keadaan berbeda? Bukan sombong, tapi biasanya memang sesuatu yang dijalani dengan sepenuh hati pasti akan lebih baik dari pada yang setengah hati.
Sudah lama sekali aku tidak merasa bangga pada diriku sendiri.
Aku merasa seperti ini bukanlah diriku. Ini bukan harapku. Ini bukan jalanku.
Tapi terpaksa aku harus menjalaninya, menerimanya. Kadang aku merasa ingin lari. Aku bosan dan jengah dengan semua ini. Pernah terpikir untuk berhenti saja. Tapi rasanya kok kurang ajar banget. Udah dikasi nikmat segini bagusnya kok malah disia-siain. Banyak orang yang ingin berada di posisiku saat ini, tapi aku malah menyia-nyiakannya. Rasanya ngebatin. Rasanya menyiksa.
Sepertinya aku memang harus terus berjalan di jalan yang tak aku inginkan. Entah sampai kapan aku akan berada pada jalan ini..
Apa yang harus aku lakukan?
Rasanya gak kuat banget sama semua ini. Pengen nangis jadinya.
Aku ngerasa kaya jalan jauh sampe aku ngerasa capek, tapi aku tetep harus jalan tanpa tau apa yang jadi tujuanku. Bukan, aku tau tujuanku, tapi itu bukan tujuan diriku.
Kalo dipikir-pikir sebenernya aku tuh enak banget, gak kekurangan apapun untuk sekolah, Udah PPL pun dapet guru pamong yang baik, dan kelasnya pun mudah untuk diaturnya. Tugas juga gak dibuat ribet sebenernya, dapet banyak bimbingan dari guru pamong. Dosen pamongnya pun juga baik. Untuk penguasaan materi pun sebenernya gak usah diragukan lagi. Tapi kenapa aku terus mengeluh?
Berat banget rasanya ngejalaninnya. Aku ngerasa banget kalo gak mampu buat ini semua, mungkin lebih tepatnya gak ada kemauan. Bisa dibilang aku tuh emang cukup pintar, tapi tidak pintar mentransfer ilmu yang aku miliki. Banyak orang yang berpikir kalo orang yang pintar itu pasti pintar dalam menjelaskan atau pintar berbicara. Padahal gak seperti itu. Membagikan pengetahuan itu bukanlah suatu hal yang mudah. Harus pintar dalam menggunakan bahasa demi menyesuaikan kemampuan mencerna pengetahuan si penerima pengetahuan. Sedangkan aku bukan orang yang pandai berbicara menurutku.
Entahlah, tapi banyak orang yang berpikir kebalikan dariku. Banyak yang bilang aku itu pintar, pandai bergaul dan menyesuaikan diri, pandai berbicara, dan juga hidupnya enak katanya. Jadi ini tuh aku yang gak kenal diriku sendiri, atau mereka yang salah menilai ku?
Aku sebenarnya bukan tipe orang yang pandai berbicara di depan banyak orang. Aku gak suka menghadapi banyak orang. Kalau disuruh milih, aku akan milih tempat yang sepi untuk menyendiri dari pada harus berbicara dengan banyak orang. Bertemu dengan banyak orang yang punya pemikiran berbeda, menyesuaikan diri dengan keadaan baru, harus berpura-pura baik, oh rasanya suatu keadaan yang tidak menyenangkan.
Orang tua yang percaya padaku, beberapa dosen dan juga teman yang juga percaya pada kemampuanku, mereka sebenarnya gak tau tentang diriku. Aku memang pintar matematika, bisa dibilang memang aku menyukai pelajaran itu saat aku sekolah dulu, dan itu semua terbukti dari nilai-nilaiku saat ini. Ditunjuk untuk jadi tutor, mengajar les disana sini, kata temenku sih keren. Tapi banyak yang gak akan percaya kalau apa yang aku miliki saat ini ku jalani dengan setengah hati.
Aku itu gak suka belajar, ujian pun juga belajar kebut semalam. Tiap ikutan belajar bareng, ujungnya cuma jajan sama ngobrol, kuliah pun banyak ngobrolnya dikelas. Tapi dengan begini saja apa yang aku dapatkan sudah cukup memuaskan. Berbeda dengan beberapa temanku yang lain yang harus bersungguh-sungguh belajar demi berada pada posisiku saat ini. Banggakah aku? Tidak! Aku malah merasa sedih. Seandainya aku menjalani apa yang aku inginkan, belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja keras meraih mimpiku, bahagia menjalani apa yang menjadi pilihanku. Aku suka berpikir akan seperti apa aku nanti seandainya keadaan berbeda? Bukan sombong, tapi biasanya memang sesuatu yang dijalani dengan sepenuh hati pasti akan lebih baik dari pada yang setengah hati.
Sudah lama sekali aku tidak merasa bangga pada diriku sendiri.
Aku merasa seperti ini bukanlah diriku. Ini bukan harapku. Ini bukan jalanku.
Tapi terpaksa aku harus menjalaninya, menerimanya. Kadang aku merasa ingin lari. Aku bosan dan jengah dengan semua ini. Pernah terpikir untuk berhenti saja. Tapi rasanya kok kurang ajar banget. Udah dikasi nikmat segini bagusnya kok malah disia-siain. Banyak orang yang ingin berada di posisiku saat ini, tapi aku malah menyia-nyiakannya. Rasanya ngebatin. Rasanya menyiksa.
Sepertinya aku memang harus terus berjalan di jalan yang tak aku inginkan. Entah sampai kapan aku akan berada pada jalan ini..
Apa yang harus aku lakukan?
Rabu, 12 Agustus 2015
Keluhanku
Kalau boleh aku mengeluarkan isi hatiku saat ini, ingin sekali aku menangis dan berteriak mengeluh untuk semua yang kini terjadi. Tuhan.. lelah rasanya.
Bener-bener ngerasa gak nyaman banget sama kegiatan saat ini.
Dari mulai tenaga yang terasa begitu sangat terkuras sampai dengan orang-orang yang disekelilingku.
Kemarin lusa dapet tugas piket perpustakaan. Pas banget kegiatannya ngebongkar buku yang baru aja dateng. Ngegotong-gotong buku yang beratnya udah mirip berat sepuluh kamus inggris-indonesianya Hasan Sadili tuh tiap kardusnya. Dari jam 7 pagi sampe jam 2 siang gak selesai-selesai. Pas disekolahnya sih gak kerasa capeknya, pas udah dirumah gila badan langsung pegel-pegel, mana lengan jadi ikutan sakit pula. Berasa kaya abis angkat barbel aja.
Sebelumnya juga piket lobi, harus keliling sekolah buat ngebagiin absensi. Naik turun tangga, jalan dari ujung ke ujung pake sepatu heels, kebayang kan capeknya kaya apa?
Udah mana tiap kali ada orang tua siswa yang mau ketemu anaknya, kita yang harus manggil secara manual, padahal jelas-jelas disitu ada mikrofon, tapi gak boleh dipake. Mending kalo kelasnya tetep, nah ini tiap jam kan pindah pindah kelasnya. Gak cukup disitu, siangnya harus ngurusin siswa yang pada izin keluar sekolah. Nulisin banyak kertas, ngasi tau cara pengisian formulirnya ke setiap siswa yang izin, ngetandatanganin semuanya pula. Bener-bener gak bisa duduk. Ujungnya hari itu kaki sakit karena kelelahan. Apalagi pergelangan kaki aku, kambuh lagi deh sakitnya.
Gak cukup piket perpus dan lobi yang bikin capek, kegiatan razia pagi yang aku pikir mudah ternyata juga melelahkan. Kenapa begitu? Oke, biasanya untuk anak-anak yang terlambat akan dikenai hukuman operasi semut selama satu jam pelajaran. Nah ditengah-tengah operasi semut, ada siswi yang mengeluh sakit. Udah aja kan aku ajak ke UKS, eh dia malah pingsan. Panik kan aku, mana gak ada cowok lagi disitu. Gila aku harus nopang berat badan murid aku yang badannya jauh lebih gede dari aku supaya kepalanya gak membentur batu, gimana aku gak kesusahan coba. Udah aja aku panggil anak-anak osis lain, kebetulan disitu cewek semua lagi anaknya, terpaksa deh aku ikutan ngegotong murid itu. Buset, ngos-ngosan aku, padahal itu aja udah 4 orang yang ngebopong.
Tiga hari piket, ngebopong anak pingsan, mondar mandir keliling sekolah, dan ngangkat-ngangkat buku berdus-dus. Dari mulai kaki sampe lengan sakit semua rasanya. Mana hari ini lambungku ikutan protes lagi. Capeeeeeek :(
Udah kegiatannya banyak ya, ini orang-orangnya juga gak enak pula. Dari mulai beberapa guru yang gak enak banget omongannya, sikapnya dan cara pandangnya ke anak-anak magang. Ditegur ini itu, padahal gak sadar aja kalo mereka juga banyak ngelakuin kesalahan ke kita. Mau gimana lagi, kita sebagai tamu yang nilainya dipertaruhkan di situ cuma bisa diem aja nelen semua unek-unek di hati. Kesel aku kalo begitu tuh.
Belum cukup sampe disitu. Anggota kelompok pun juga punya sifat-sifat yang aneh-aneh. Mulai dari yang selalu curang minta pulang duluan terus. Ada aja alesannya untuk pulang duluan. Ada juga yang selalu ngerasa paling bener dan ngerti. Ada yang sok-sokan lagi. Sok ngatain anggota lain, padahal dianya aja juga begitu. Nyuruh-nyuruh seenaknya, yang gak ada tanggung jawabnya juga ada. Tapi lagi-lagi aku cuma bisa diem dan negur dengan halus doang. Apalagi kalau bukan untuk menjaga suasana tim agar tetap nyaman.
Ya Allah, nelen semuanya sendiri itu rasanya bener-bener gak nyaman. Gimana aku bisa bertahan tiga bulan ke depan dengan keadaan yang seperti ini?
Gak sanggup.. Sumpah rasanya pengen nangis gak tahan.
Terus kenapa aku bisa tahan sekarang? Gak ada lagi alesannya kalau bukan karena orang tua aku. Mereka ingin melihat aku jadi guru. Dari awal aku kuliah pun ini hanya untuk orang tuaku. Ku lepaskan segala mimpi yang aku punya hanya untuk mereka. Apa lagi yang bisa aku lakuin kalau bukan mewujudkan keinginan mereka. Tapi kini aku sadari kalau ternyata menjalani sesuatu yang tak kita sukai itu sangatlah sulit.
Rasanya gak sanggup lagi..
Ya Allah, lapangkanlah dadaku. Kuatkan aku menghadapi ini semua hingga akhir nanti. Berikanlah kesabaran dan kemudahan untukku..
Bener-bener ngerasa gak nyaman banget sama kegiatan saat ini.
Dari mulai tenaga yang terasa begitu sangat terkuras sampai dengan orang-orang yang disekelilingku.
Kemarin lusa dapet tugas piket perpustakaan. Pas banget kegiatannya ngebongkar buku yang baru aja dateng. Ngegotong-gotong buku yang beratnya udah mirip berat sepuluh kamus inggris-indonesianya Hasan Sadili tuh tiap kardusnya. Dari jam 7 pagi sampe jam 2 siang gak selesai-selesai. Pas disekolahnya sih gak kerasa capeknya, pas udah dirumah gila badan langsung pegel-pegel, mana lengan jadi ikutan sakit pula. Berasa kaya abis angkat barbel aja.
Sebelumnya juga piket lobi, harus keliling sekolah buat ngebagiin absensi. Naik turun tangga, jalan dari ujung ke ujung pake sepatu heels, kebayang kan capeknya kaya apa?
Udah mana tiap kali ada orang tua siswa yang mau ketemu anaknya, kita yang harus manggil secara manual, padahal jelas-jelas disitu ada mikrofon, tapi gak boleh dipake. Mending kalo kelasnya tetep, nah ini tiap jam kan pindah pindah kelasnya. Gak cukup disitu, siangnya harus ngurusin siswa yang pada izin keluar sekolah. Nulisin banyak kertas, ngasi tau cara pengisian formulirnya ke setiap siswa yang izin, ngetandatanganin semuanya pula. Bener-bener gak bisa duduk. Ujungnya hari itu kaki sakit karena kelelahan. Apalagi pergelangan kaki aku, kambuh lagi deh sakitnya.
Gak cukup piket perpus dan lobi yang bikin capek, kegiatan razia pagi yang aku pikir mudah ternyata juga melelahkan. Kenapa begitu? Oke, biasanya untuk anak-anak yang terlambat akan dikenai hukuman operasi semut selama satu jam pelajaran. Nah ditengah-tengah operasi semut, ada siswi yang mengeluh sakit. Udah aja kan aku ajak ke UKS, eh dia malah pingsan. Panik kan aku, mana gak ada cowok lagi disitu. Gila aku harus nopang berat badan murid aku yang badannya jauh lebih gede dari aku supaya kepalanya gak membentur batu, gimana aku gak kesusahan coba. Udah aja aku panggil anak-anak osis lain, kebetulan disitu cewek semua lagi anaknya, terpaksa deh aku ikutan ngegotong murid itu. Buset, ngos-ngosan aku, padahal itu aja udah 4 orang yang ngebopong.
Tiga hari piket, ngebopong anak pingsan, mondar mandir keliling sekolah, dan ngangkat-ngangkat buku berdus-dus. Dari mulai kaki sampe lengan sakit semua rasanya. Mana hari ini lambungku ikutan protes lagi. Capeeeeeek :(
Udah kegiatannya banyak ya, ini orang-orangnya juga gak enak pula. Dari mulai beberapa guru yang gak enak banget omongannya, sikapnya dan cara pandangnya ke anak-anak magang. Ditegur ini itu, padahal gak sadar aja kalo mereka juga banyak ngelakuin kesalahan ke kita. Mau gimana lagi, kita sebagai tamu yang nilainya dipertaruhkan di situ cuma bisa diem aja nelen semua unek-unek di hati. Kesel aku kalo begitu tuh.
Belum cukup sampe disitu. Anggota kelompok pun juga punya sifat-sifat yang aneh-aneh. Mulai dari yang selalu curang minta pulang duluan terus. Ada aja alesannya untuk pulang duluan. Ada juga yang selalu ngerasa paling bener dan ngerti. Ada yang sok-sokan lagi. Sok ngatain anggota lain, padahal dianya aja juga begitu. Nyuruh-nyuruh seenaknya, yang gak ada tanggung jawabnya juga ada. Tapi lagi-lagi aku cuma bisa diem dan negur dengan halus doang. Apalagi kalau bukan untuk menjaga suasana tim agar tetap nyaman.
Ya Allah, nelen semuanya sendiri itu rasanya bener-bener gak nyaman. Gimana aku bisa bertahan tiga bulan ke depan dengan keadaan yang seperti ini?
Gak sanggup.. Sumpah rasanya pengen nangis gak tahan.
Terus kenapa aku bisa tahan sekarang? Gak ada lagi alesannya kalau bukan karena orang tua aku. Mereka ingin melihat aku jadi guru. Dari awal aku kuliah pun ini hanya untuk orang tuaku. Ku lepaskan segala mimpi yang aku punya hanya untuk mereka. Apa lagi yang bisa aku lakuin kalau bukan mewujudkan keinginan mereka. Tapi kini aku sadari kalau ternyata menjalani sesuatu yang tak kita sukai itu sangatlah sulit.
Rasanya gak sanggup lagi..
Ya Allah, lapangkanlah dadaku. Kuatkan aku menghadapi ini semua hingga akhir nanti. Berikanlah kesabaran dan kemudahan untukku..
Hey Kamu
Hey kamu, iya kamu, kamu yang jauh ada di sana, kamu gak kangen sama aku?
Udah cukup lama kita tak saling sapa.
Pernah mikirin aku gak di selang waktu luangmu?
Oh iya, kita terlalu sibuk dengan dunia kita. Kamu sibuk, aku juga begitu. Aku yakin di benakmu kamu tak ingin menggangguku. Begitu juga denganku yang tak ingin mengganggumu.
Tapi aku kangen sama kamu..
Jarak yang tercipta diantara kita kini semakin jauh terbentang.
Kamu disana, aku disini. Tapi apa kita punya rasa yang sama?
Dulu yang tak akan segan dengan mudahnya kita bertanya kabar masing-masing, kini kita hanya bisa melihat postingan kegiatan masing masing dari kita di sosial media hanya untuk tau kalau kamu dan aku masih baik-baik saja.
Hey kamu, aku merindukan kita..
Hey kamu, hati-hati dijalan ya. Hanya ada tiga doaku untuk perjalananmu kali ini. Pertama, agar kamu baik-baik saja. Kedua, kamu gak lupa oleh-oleh untukku. Dan yang terakhir, aku berharap kita bisa kesana bersama kelak hehehe
Aku harap kesibukan kita cepat berlalu, agar akan ada kita lagi.
Hey kamu, i miss you
Udah cukup lama kita tak saling sapa.
Pernah mikirin aku gak di selang waktu luangmu?
Oh iya, kita terlalu sibuk dengan dunia kita. Kamu sibuk, aku juga begitu. Aku yakin di benakmu kamu tak ingin menggangguku. Begitu juga denganku yang tak ingin mengganggumu.
Tapi aku kangen sama kamu..
Jarak yang tercipta diantara kita kini semakin jauh terbentang.
Kamu disana, aku disini. Tapi apa kita punya rasa yang sama?
Dulu yang tak akan segan dengan mudahnya kita bertanya kabar masing-masing, kini kita hanya bisa melihat postingan kegiatan masing masing dari kita di sosial media hanya untuk tau kalau kamu dan aku masih baik-baik saja.
Hey kamu, aku merindukan kita..
Hey kamu, hati-hati dijalan ya. Hanya ada tiga doaku untuk perjalananmu kali ini. Pertama, agar kamu baik-baik saja. Kedua, kamu gak lupa oleh-oleh untukku. Dan yang terakhir, aku berharap kita bisa kesana bersama kelak hehehe
Aku harap kesibukan kita cepat berlalu, agar akan ada kita lagi.
Hey kamu, i miss you
Minggu, 09 Agustus 2015
Sepekan Ini
Rasanya ingin sekali mengeluh. Seminggu ini terasa begitu berat. Penyesuaian diri dengan linkungan baru, aktifitas baru, orang-orang baru, kebiasaan baru, sampai dengan pembawaan diri yang juga harus baru.
Setiap hari kerjaannya bangun pagi, berangkat sekolah, pulang sore, nyampe rumah makan trus tidur (itu juga kalo sempet), ngegarap RPP sampe midnight, trus tidur, begitu seterusnya berulang. Tiap hari jadwal istirahat cuma dari jam 12 malem sampe jam 5 pagi doang, sisanya ada aja kerjaan. Ini baru minggu ini, mulai besok udah nambah lagi jadwal ekskul, yang artinya akan pulang lebih sore lagi ini sih.
Gila ini badan rasanya udah ngeluh mulu.
Saking sibuknya dan capeknya, sampe-sampe ketemu hari minggu tuh rasanya seneng banget hahaha
Dulu yang kuliah cuma beberapa hari, bahkan kadang lebih banyak liburnya dari pada masuk kuliah dalam seminggu tuh, sekarang cuma punya satu hari buat libur. Itu pun tetep aja dari pagi ngegarapin RPP sampe tengah malem.
Ngehadepin begitu banyak karakter orang-orang baru yang tak sedikit menguras kesabaran diri, ngehadepin sikap-sikap temen sekelompok yang beda-beda, para guru-guru yang kadang bikin aku ngerasa kurang nyaman, juga murid-murid yang woooow deh.. Tiap hari rasanya istighfar mulu hahaha
Beginilah rasanya salah masuk jurusan, pada akhirnya kerasa juga rasa gak nyamannya.
Ribet banget jadi guru tuh. Bikin kepala pusing. Dari mulai yang harus jaga wibawa depan banyak orang, harus sabar, banyak senyum dan yang pasti harus pandai berbicara dan mampu menghadapi situasi-situasi yang tak terduga dari murid-murid. Capeeeek rasanya.
Ya Allah, baru juga seminggu tapi rasanya udah berat begini. Gimana nanti, ini masih 8 minggu lagi, yang artinya masih sangat lama sekali. Gak bisa lagi hangout, main, ngobrol sama temen, bahkan buat sekedar pegang handphone aja jarang. Dulu yang biasanya bangun siang, sekarang harus dipaksa tidur lebih awal biar bangunnya pagi. Ngerasain dinginnya air, sarapan pagi, dan makan siang yang selalu telat.
Dulu kalau buka laptop pasti yang dituju adalah alamat blog aku buat nulis blog nuangin ide-ide cerita di kepalaku, sekarang mah kalo gak google ya youtube buat cari model pembelajaran yang bagus buat RPP ngajar.
Ini baru PPL, gimana nanti coba ya?
Aku gak kebayang, seandainya nanti udah kerja, berkeluarga, punya anak, kesibukannya begini? Oh gak sanggup deh rasanya. Salut sama mba sum yang kuat. Mulai diragukan deh buat jadi guru kedepannya. Makin gelap rasanya sama masa depan sendiri.
Akan jadi apa aku nanti..?
Who knows..
Setiap hari kerjaannya bangun pagi, berangkat sekolah, pulang sore, nyampe rumah makan trus tidur (itu juga kalo sempet), ngegarap RPP sampe midnight, trus tidur, begitu seterusnya berulang. Tiap hari jadwal istirahat cuma dari jam 12 malem sampe jam 5 pagi doang, sisanya ada aja kerjaan. Ini baru minggu ini, mulai besok udah nambah lagi jadwal ekskul, yang artinya akan pulang lebih sore lagi ini sih.
Gila ini badan rasanya udah ngeluh mulu.
Saking sibuknya dan capeknya, sampe-sampe ketemu hari minggu tuh rasanya seneng banget hahaha
Dulu yang kuliah cuma beberapa hari, bahkan kadang lebih banyak liburnya dari pada masuk kuliah dalam seminggu tuh, sekarang cuma punya satu hari buat libur. Itu pun tetep aja dari pagi ngegarapin RPP sampe tengah malem.
Ngehadepin begitu banyak karakter orang-orang baru yang tak sedikit menguras kesabaran diri, ngehadepin sikap-sikap temen sekelompok yang beda-beda, para guru-guru yang kadang bikin aku ngerasa kurang nyaman, juga murid-murid yang woooow deh.. Tiap hari rasanya istighfar mulu hahaha
Beginilah rasanya salah masuk jurusan, pada akhirnya kerasa juga rasa gak nyamannya.
Ribet banget jadi guru tuh. Bikin kepala pusing. Dari mulai yang harus jaga wibawa depan banyak orang, harus sabar, banyak senyum dan yang pasti harus pandai berbicara dan mampu menghadapi situasi-situasi yang tak terduga dari murid-murid. Capeeeek rasanya.
Ya Allah, baru juga seminggu tapi rasanya udah berat begini. Gimana nanti, ini masih 8 minggu lagi, yang artinya masih sangat lama sekali. Gak bisa lagi hangout, main, ngobrol sama temen, bahkan buat sekedar pegang handphone aja jarang. Dulu yang biasanya bangun siang, sekarang harus dipaksa tidur lebih awal biar bangunnya pagi. Ngerasain dinginnya air, sarapan pagi, dan makan siang yang selalu telat.
Dulu kalau buka laptop pasti yang dituju adalah alamat blog aku buat nulis blog nuangin ide-ide cerita di kepalaku, sekarang mah kalo gak google ya youtube buat cari model pembelajaran yang bagus buat RPP ngajar.
Ini baru PPL, gimana nanti coba ya?
Aku gak kebayang, seandainya nanti udah kerja, berkeluarga, punya anak, kesibukannya begini? Oh gak sanggup deh rasanya. Salut sama mba sum yang kuat. Mulai diragukan deh buat jadi guru kedepannya. Makin gelap rasanya sama masa depan sendiri.
Akan jadi apa aku nanti..?
Who knows..
Senin, 03 Agustus 2015
Mengapa Menulis?
Seseorang pernah bertanya mengapa aku sangat suka menulis blog?
Pada dasarnya aku adalah orang yang suka bercerita. Dan aku gak bisa menyimpan semua ceritaku sendiri seperti yang beberapa orang lakukan. Kalau mungkin banyak orang sekarang sering menuangkan isi perasaannya melalui status-status di sosial medianya. Nah kalau aku gak bisa seperti itu. Rasanya malu menulis status-status tentang perasaanku. Walhasil aku pilih deh blog ini. Selain karena bisa menulis bebas sebanyak yang aku mau, blog pun bukanlah sosial media yang seramai facebook atau twitter, jadi gak akan banyak orang yang bisa baca tulisanku.
Selain itu juga aku suka menulis, kadang suka mikir pengen serius buat nulis. Ya walaupun masih harus banyak belajar kalau mau merealisasikannya hehehe
Suka lupa waktu kalau udah nulis, apalagi kalau lagi banyak ide nulis.
Bisa dibilang blog aku ini seperti diary pribadi aku. Lebih kepada cerita kehidupan aku sih, seperti pengalaman-pengalaman tentang diriku dan orang-orang disekelilingku, juga tentang pemikiran-pemikiran di kepala cantikku hehehe
Ya begitu lah, aku pikir selama tulisanku tidak merugikan orang lain gak usah pada protes deh. Kalau mau baca ya silahkan, kalau tidak berkenan ya tutup aja web page blog aku dari gadget kalian.
Gak susah kan :)
Pada dasarnya aku adalah orang yang suka bercerita. Dan aku gak bisa menyimpan semua ceritaku sendiri seperti yang beberapa orang lakukan. Kalau mungkin banyak orang sekarang sering menuangkan isi perasaannya melalui status-status di sosial medianya. Nah kalau aku gak bisa seperti itu. Rasanya malu menulis status-status tentang perasaanku. Walhasil aku pilih deh blog ini. Selain karena bisa menulis bebas sebanyak yang aku mau, blog pun bukanlah sosial media yang seramai facebook atau twitter, jadi gak akan banyak orang yang bisa baca tulisanku.
Selain itu juga aku suka menulis, kadang suka mikir pengen serius buat nulis. Ya walaupun masih harus banyak belajar kalau mau merealisasikannya hehehe
Suka lupa waktu kalau udah nulis, apalagi kalau lagi banyak ide nulis.
Bisa dibilang blog aku ini seperti diary pribadi aku. Lebih kepada cerita kehidupan aku sih, seperti pengalaman-pengalaman tentang diriku dan orang-orang disekelilingku, juga tentang pemikiran-pemikiran di kepala cantikku hehehe
Ya begitu lah, aku pikir selama tulisanku tidak merugikan orang lain gak usah pada protes deh. Kalau mau baca ya silahkan, kalau tidak berkenan ya tutup aja web page blog aku dari gadget kalian.
Gak susah kan :)
Diamku
Kamu berkata padaku, namun aku hanya diam
Kamu bertanya padaku, namun aku tetap diam
Tak ada kata yang ku berikan padamu
Tak ada jawaban yang aku ucapkan untukmu.
Hingga akhirnya kau buat kata itu sendiri
Kau jawab pertanyaanmu sendiri
Bukan.
Diamku bukan kataku
Diamku bukan jawabku
Diamku bukan arti persetujuanku
Pun bukan arti dari penolakanku
Diamku adalah ketidaktauanku
Diamku adalah ketidakyakinanku
Diamku adalah ketakutanku
Dan kini diamku adalah penyesalanku..
Kamu bertanya padaku, namun aku tetap diam
Tak ada kata yang ku berikan padamu
Tak ada jawaban yang aku ucapkan untukmu.
Hingga akhirnya kau buat kata itu sendiri
Kau jawab pertanyaanmu sendiri
Bukan.
Diamku bukan kataku
Diamku bukan jawabku
Diamku bukan arti persetujuanku
Pun bukan arti dari penolakanku
Diamku adalah ketidaktauanku
Diamku adalah ketidakyakinanku
Diamku adalah ketakutanku
Dan kini diamku adalah penyesalanku..
PPL Perdana
Dari pagi, eh dari malem ding aku udah heboh persiapin segala sesuatunya untuk berangkat PPL keesokan hari. Dari mulai pakaian sampai perlengkapan yang harus aku bawa..
Bangun pagi pun aku alami lagi. Yang biasanya habis shalat subuh tidur lagi, sekarang harus langsung mandi. Gila dinginnya gak ketulungan. Setelah sekian lama baru tadi pagi aku ngerasain lagi kedinginan di kota Cirebon hehehe walhasil berkali aku bersin-bersin mulu. Oke itu gak begitu penting sih hehehe
Sesampainya di sekolah, rombongan anak-anak PPL yang terdiri dari 11 mahasiswa itu langsung menuju. Dan tara.. kami harus ikut upacara pagi. Rasanya agak sedikit aneh karena udah lama banget aku gak ikut upacara. Bedanya sih sekarang gak perlu lagi tuh upacara sambil kipas-kipas tangan, alis kepanasan. Sebagai seorang calon guru kami menempati posisi yang super adem tanpa sedikitpun terkena cahaya matahari. Namun ternyata kesenanganku tidak bertahan lebih dari 15 menit. Kalian tau kenapa? Itu semua tak lain dan tak bukan karena septuku. Gila aku gak nyangka kalau berdiri dengan menggunakan sepatu heels yang gak terlalu tinggi sih, bikin kaki terasa pegal. Dan kesakitan itu harus aku tahan sampai upacara selesai. Gila, upacaranya aja hampir 1 jam. Gak kebayang mba-mba SPG yang ada di swalayan-swalayan yang harus berdiri seharian, super banget tuh kaki mereka hehehe
Selesai upacara aku pikir bisa istirahat ya, eh taunya masih ada acara halal bihalal dulu satu sekolah. Gila kebayang gak tuh kita harus berdiri nyalamin seisi sekolah? kalo muridnya sih tinggal nyalamin gur-gurunya aja yang gak seberapa jumlahnya, nah kita yang guru ya harus nyalamin semua murid yang jumlahnya ratusan, yang artinya juga aku harus tetap berdiri dengan sepatuku itu, gila pegel banget.
Aku yang dulu selalu nyium tangan guru-guru, sekarang sih tangan akunya yang diciumin sama murid-murid aku. Lucu sih sebenernya, dipanggilnya ibu lagi hahha
Dan yang nambah makin bikin pegel adalah aku harus terus senyum sampai halal bihalalnya selesai. Sumpah itu bibir sama pipi sampe sakit gara-gara tiap orang harus disenyumin..
Untuk guru pamongnya sendiri sih baik banget orangnya. Waktu liat pertama sih gila mukanya serem abis, gak banyak omong, dan keliatan galak deh pokoknya, apalagi beliau adalah guru senior di sekolah itu. Eh pas udah kenal, buset cerita mulu. Ngobrol aja si bapaknya, ngalor ngidul deh yang diobrolin. Bahkan sampe di parkiran waktu lagi ngambil jadwal bapaknya pun tetep ngobrol. Walhasil kita ngobrol sambil berdiri, dan itu lama banget nget nget. Sumpah itu kaki ranya bener-bener gak tahan. Kalo boleh pake sendal jepit mah milih pake sendal jepitnya dah.
Ini nih yang paling ditunggu, acara masuk kelas. Selama seminggu ini aku harus ikut masa orientasi dulu, alias pengenalan sekolah dan kegiatan belajar mengajar. Jadi aku harus ngikutin guru pamong aku kalau lagi masuk kelas. Malu sebenernya, gak tau mau ngomong apaan. Tapi saat udah masuk kelas sih untungnya gak begitu semenakutkan yang aku pikir sih. Masalahnya muridnya perempuan semua, ya iya orang jurusannya ja tata busana, tata boga, kecantikan, cuma jurusan perbankan aja dama perhotelan yang punya siswa cowok.
Tapi enak sih, jadi gak perlu ngehadepin murid-murid cowok yang bandel.
Cuma yang aku masih bingung itu tata letak ruang sekolahnya. Di sekolah mereka pun tidak menggunakan sistem ruang kelas tetap yang biasa umumnya digunakan di SMA. Jadwal mereka pun juga suka berubah-ubah jadi harus siap-siap sama jadwal baru. Bukan cuma jadwal, tapi untuk waktu pulang sekolah pun juga bervariasi. Tapi sudah dapat dipastikan minimal itu jam 2 baru pulang, kadang malah ada yang jam 5 baru pulang. Berbeda dengan sekolah SMA yang umumnya pulang jam 1 sampai 1.30. Harus siap-siap kondisi fisik nih biar gak kecapean.
Udah mana angkotnya susah lagi, harus jalan jauh banget kalo mau pulang. Duh gak kebayang ini kaki gimana nasibnya ya harus pake sepatu heels jalan jauh selama tiga bulan ini..
Cari becak pun juga gak ada coba -_-
Andai ada yang bisa antar jemput tiap hari hahahaha
Ah gak tau deh, jalanin aja dulu semengalirnya hehehe semoga ini jadi yang terbaik amiin :)
Bangun pagi pun aku alami lagi. Yang biasanya habis shalat subuh tidur lagi, sekarang harus langsung mandi. Gila dinginnya gak ketulungan. Setelah sekian lama baru tadi pagi aku ngerasain lagi kedinginan di kota Cirebon hehehe walhasil berkali aku bersin-bersin mulu. Oke itu gak begitu penting sih hehehe
Sesampainya di sekolah, rombongan anak-anak PPL yang terdiri dari 11 mahasiswa itu langsung menuju. Dan tara.. kami harus ikut upacara pagi. Rasanya agak sedikit aneh karena udah lama banget aku gak ikut upacara. Bedanya sih sekarang gak perlu lagi tuh upacara sambil kipas-kipas tangan, alis kepanasan. Sebagai seorang calon guru kami menempati posisi yang super adem tanpa sedikitpun terkena cahaya matahari. Namun ternyata kesenanganku tidak bertahan lebih dari 15 menit. Kalian tau kenapa? Itu semua tak lain dan tak bukan karena septuku. Gila aku gak nyangka kalau berdiri dengan menggunakan sepatu heels yang gak terlalu tinggi sih, bikin kaki terasa pegal. Dan kesakitan itu harus aku tahan sampai upacara selesai. Gila, upacaranya aja hampir 1 jam. Gak kebayang mba-mba SPG yang ada di swalayan-swalayan yang harus berdiri seharian, super banget tuh kaki mereka hehehe
Selesai upacara aku pikir bisa istirahat ya, eh taunya masih ada acara halal bihalal dulu satu sekolah. Gila kebayang gak tuh kita harus berdiri nyalamin seisi sekolah? kalo muridnya sih tinggal nyalamin gur-gurunya aja yang gak seberapa jumlahnya, nah kita yang guru ya harus nyalamin semua murid yang jumlahnya ratusan, yang artinya juga aku harus tetap berdiri dengan sepatuku itu, gila pegel banget.
Aku yang dulu selalu nyium tangan guru-guru, sekarang sih tangan akunya yang diciumin sama murid-murid aku. Lucu sih sebenernya, dipanggilnya ibu lagi hahha
Dan yang nambah makin bikin pegel adalah aku harus terus senyum sampai halal bihalalnya selesai. Sumpah itu bibir sama pipi sampe sakit gara-gara tiap orang harus disenyumin..
Untuk guru pamongnya sendiri sih baik banget orangnya. Waktu liat pertama sih gila mukanya serem abis, gak banyak omong, dan keliatan galak deh pokoknya, apalagi beliau adalah guru senior di sekolah itu. Eh pas udah kenal, buset cerita mulu. Ngobrol aja si bapaknya, ngalor ngidul deh yang diobrolin. Bahkan sampe di parkiran waktu lagi ngambil jadwal bapaknya pun tetep ngobrol. Walhasil kita ngobrol sambil berdiri, dan itu lama banget nget nget. Sumpah itu kaki ranya bener-bener gak tahan. Kalo boleh pake sendal jepit mah milih pake sendal jepitnya dah.
Ini nih yang paling ditunggu, acara masuk kelas. Selama seminggu ini aku harus ikut masa orientasi dulu, alias pengenalan sekolah dan kegiatan belajar mengajar. Jadi aku harus ngikutin guru pamong aku kalau lagi masuk kelas. Malu sebenernya, gak tau mau ngomong apaan. Tapi saat udah masuk kelas sih untungnya gak begitu semenakutkan yang aku pikir sih. Masalahnya muridnya perempuan semua, ya iya orang jurusannya ja tata busana, tata boga, kecantikan, cuma jurusan perbankan aja dama perhotelan yang punya siswa cowok.
Tapi enak sih, jadi gak perlu ngehadepin murid-murid cowok yang bandel.
Cuma yang aku masih bingung itu tata letak ruang sekolahnya. Di sekolah mereka pun tidak menggunakan sistem ruang kelas tetap yang biasa umumnya digunakan di SMA. Jadwal mereka pun juga suka berubah-ubah jadi harus siap-siap sama jadwal baru. Bukan cuma jadwal, tapi untuk waktu pulang sekolah pun juga bervariasi. Tapi sudah dapat dipastikan minimal itu jam 2 baru pulang, kadang malah ada yang jam 5 baru pulang. Berbeda dengan sekolah SMA yang umumnya pulang jam 1 sampai 1.30. Harus siap-siap kondisi fisik nih biar gak kecapean.
Udah mana angkotnya susah lagi, harus jalan jauh banget kalo mau pulang. Duh gak kebayang ini kaki gimana nasibnya ya harus pake sepatu heels jalan jauh selama tiga bulan ini..
Cari becak pun juga gak ada coba -_-
Andai ada yang bisa antar jemput tiap hari hahahaha
Ah gak tau deh, jalanin aja dulu semengalirnya hehehe semoga ini jadi yang terbaik amiin :)
Sabtu, 01 Agustus 2015
Thinking Out Loud - Ed Sheeran
When your legs don't work like they used to before
And I can't sweep you off of your feet
Will your mouth still remember the taste of my love?
Will your eyes still smile from your cheeks?
And, darling, I will be loving you 'til we're 70
And, baby, my heart could still fall as hard at 23
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Well, me - I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am
So honey now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
Maybe we found love right where we are
When my hair's all but gone and my memory fades
And the crowds don't remember my name
When my hands don't play the strings the same way (mmm...)
I know you will still love me the same
'Cause honey your soul could never grow old, it's evergreen
And, baby, your smile's forever in my mind and memory
I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe it's all part of a plan
Well, I'll just keep on making the same mistakes
Hoping that you'll understand
That, baby, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
Thinking out loud
Maybe we found love right where we are (oh ohh)
La la la la la la la la lo-ud
So, baby, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Oh, darling, place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
But maybe we found love right where we are
Oh, baby, we found love right where we are
And we found love right where we are
And I can't sweep you off of your feet
Will your mouth still remember the taste of my love?
Will your eyes still smile from your cheeks?
And, darling, I will be loving you 'til we're 70
And, baby, my heart could still fall as hard at 23
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Well, me - I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am
So honey now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
Maybe we found love right where we are
When my hair's all but gone and my memory fades
And the crowds don't remember my name
When my hands don't play the strings the same way (mmm...)
I know you will still love me the same
'Cause honey your soul could never grow old, it's evergreen
And, baby, your smile's forever in my mind and memory
I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe it's all part of a plan
Well, I'll just keep on making the same mistakes
Hoping that you'll understand
That, baby, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
Thinking out loud
Maybe we found love right where we are (oh ohh)
La la la la la la la la lo-ud
So, baby, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Oh, darling, place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
But maybe we found love right where we are
Oh, baby, we found love right where we are
And we found love right where we are
Satu lagi lagu romantis yang gue suka.
Cocok buat masuk daftar list lagu pernikahan nih. Apa lagi video clip nya yang keren abis hehehe
Dear Future Husband - Meghan Trainor
Dear future husband,
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Take me on a date
I deserve it, babe
And don't forget the flowers every anniversary
'Cause if you'll treat me right
I'll be the perfect wife
Buying groceries
Buy-buying what you need
I deserve it, babe
And don't forget the flowers every anniversary
'Cause if you'll treat me right
I'll be the perfect wife
Buying groceries
Buy-buying what you need
You got that 9 to 5
But, baby, so do I
So don't be thinking I'll be home and baking apple pies
I never learned to cook
But I can write a hook
Sing along with me
Sing-sing along with me (hey)
But, baby, so do I
So don't be thinking I'll be home and baking apple pies
I never learned to cook
But I can write a hook
Sing along with me
Sing-sing along with me (hey)
You gotta know how to treat me like a lady
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Dear future husband,
Here's a few things you'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Dear future husband,
If you wanna get that special lovin'
Tell me I'm beautiful each and every night
Here's a few things you'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Dear future husband,
If you wanna get that special lovin'
Tell me I'm beautiful each and every night
After every fight
Just apologize
And maybe then I'll let you try and rock my body right
Even if I was wrong
You know I'm never wrong
Why disagree?
Why, why disagree?
Just apologize
And maybe then I'll let you try and rock my body right
Even if I was wrong
You know I'm never wrong
Why disagree?
Why, why disagree?
You gotta know how to treat me like a lady
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Dear future husband,
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life (hey, baby)
Dear future husband,
Make time for me
Don't leave me lonely
And know we'll never see your family more than mine
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life (hey, baby)
Dear future husband,
Make time for me
Don't leave me lonely
And know we'll never see your family more than mine
I'll be sleeping on the left side of the bed (hey)
Open doors for me and you might get some kisses
Don't have a dirty mind
Just be a classy guy
Buy me a ring
Buy-buy me a ring, (babe)
Open doors for me and you might get some kisses
Don't have a dirty mind
Just be a classy guy
Buy me a ring
Buy-buy me a ring, (babe)
You gotta know how to treat me like a lady
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Even when I'm acting crazy
Tell me everything's alright
Dear future husband,
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Dear future husband,
If you wanna get that special loving
Tell me I'm beautiful each and every night
Here's a few things
You'll need to know if you wanna be
My one and only all my life
Dear future husband,
If you wanna get that special loving
Tell me I'm beautiful each and every night
(Let's right!)
Oh-woah
Future husband, better love me right
Bikin ketawa denger lagu ini tuh..
Cocok deh buat nanti dikasiin ke my future husband
Jumat, 31 Juli 2015
ASK
Bingung sebenernya mau nulis apa.
kadang ada beberapa hal yang aku pikirin atau aku rasain susah banget buat ditulis.
Seperti malam ini nih..
Apa yang ada di dalam perasaanku sulit banget buat diungkapin, apalagi diungkapin ke orang itu..
Ya dia, dia yang belakangan ada dalam pikiranku.
Ya tuhan, bingung kan mau mulai nulisnya gimana hahaha
Aku suka kamu..
Ya, kamu. Ini jawabanku untukmu.
Mungkin cuma itu yang bisa terlintas dikepalaku.
Kamu tau, belakangan aku semakin suka melihat fotomu, memikirkanmu..
Gemes kalo liat sikap kamu yang lucu, apalagi hari ini hehehe
Walau mungkin sedikit menyebalkan, tapi entahlah..
Suka senyum sendiri kalau mengingat percakapan kita.
Berharap bisa lebih lama menghabiskan waktu denganmu.
Aku pikir kamu pantas mendapat jawaban atas pertanyaanmu untukku yang tak pernah aku jawab. Ah rasanya aneh.. aku tuh pengen marah sama kamu tapi gak bisa. Kesel sih sama sikap kamu tapi selalu saja sulit mengatakannya. Berbicara denganmu membuatku berpikir begitu keras. Kamu tuh suka bikin aku bingung, ya walau aku tau aku jauh lebih banyak membuatmu bingung..
Dan yang paling menyebalkan adalah aku gak bisa bilang apa apa tentang apa yang ada dalam perasaanku saat ini.
kadang ada beberapa hal yang aku pikirin atau aku rasain susah banget buat ditulis.
Seperti malam ini nih..
Apa yang ada di dalam perasaanku sulit banget buat diungkapin, apalagi diungkapin ke orang itu..
Ya dia, dia yang belakangan ada dalam pikiranku.
Ya tuhan, bingung kan mau mulai nulisnya gimana hahaha
Aku suka kamu..
Ya, kamu. Ini jawabanku untukmu.
Mungkin cuma itu yang bisa terlintas dikepalaku.
Kamu tau, belakangan aku semakin suka melihat fotomu, memikirkanmu..
Gemes kalo liat sikap kamu yang lucu, apalagi hari ini hehehe
Walau mungkin sedikit menyebalkan, tapi entahlah..
Suka senyum sendiri kalau mengingat percakapan kita.
Berharap bisa lebih lama menghabiskan waktu denganmu.
Aku pikir kamu pantas mendapat jawaban atas pertanyaanmu untukku yang tak pernah aku jawab. Ah rasanya aneh.. aku tuh pengen marah sama kamu tapi gak bisa. Kesel sih sama sikap kamu tapi selalu saja sulit mengatakannya. Berbicara denganmu membuatku berpikir begitu keras. Kamu tuh suka bikin aku bingung, ya walau aku tau aku jauh lebih banyak membuatmu bingung..
Dan yang paling menyebalkan adalah aku gak bisa bilang apa apa tentang apa yang ada dalam perasaanku saat ini.
Kamis, 30 Juli 2015
Kebanggan Wortel
Sudah cukup lama wortel dan timun berpisah..
Jarak yang jauh telah memisahkan mereka, komunikasi yang dijanjikan pun lambat laun semakin merenggang seiring kesibukan mereka masing-masing.
Terkadang wortel begitu sangat merindukan timun, rasanya ingin dia menghubunginya, namun wortel selalu saja takut kalau nanti mengganggu kesibukan timun disana.
Terkadang ingin rasanya dia mengulang semua kenangan yang dulu mereka ciptakan bersama. Tapi wortel tau, dia tak boleh egois.
Diam-diam saat wortel merindukan timun, dia hanya mampu memandang foto timun, membaca chat mereka, menonton rekaman video yang dulu sering mereka buat bersama.
Rasanya sangat menyedihkan, mereka yang dulu selalu bersama tak terpisahkan, berjanji akan terus menjadi sahabat selamanya, kini telah menjadi dua manusia yang asing..
Bila wortel membuka akun sosial medianya, dia akan melihat banyak berita tentang timun. dari situ wortel bisa melihat bahwa rivalnya dulu kini telah mengalahkannya. Timun sudah jauh meninggalkan wortel dibelakang. Timun sudah tumbuh dewasa, menjadi pribadi yang penuh dengan tanggung jawab. Caranya berpikir dan berbicara sudah bukan seperti timun yang dulu wortel kenal. Segala yang dia harapkan mampu dia capai dengan kerja kerasnya.
Tapi satu hal yang masih sama, wortel dan timun masih seorang pemimpi.
Wortel tidak sedih, wortel sangat senang melihatnya. Dalam akun sosial medianya, dia dapat melihat bahwa timun sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini.
Walau kini wortel tak lagi disamping timun, namun wortel selalu berharap yang terbaik untuk timun. Apa yang telah timun capai, membuat wortel merasa senang.
Dan dalam diam, wortel begitu sangat bangga pada timun..
Meski begitu, wortel tetap ingin seperti ini tetap terjadi. Dia tak ingin timun tau apa yang selama ini wortel rasakan. Biarlah timun berpikir bahwa mereka sudah tak sama lagi. Begini sudah cukup untuknya..
"Sahabatku timun, jangan pernah berhenti bermimpi"
Jarak yang jauh telah memisahkan mereka, komunikasi yang dijanjikan pun lambat laun semakin merenggang seiring kesibukan mereka masing-masing.
Terkadang wortel begitu sangat merindukan timun, rasanya ingin dia menghubunginya, namun wortel selalu saja takut kalau nanti mengganggu kesibukan timun disana.
Terkadang ingin rasanya dia mengulang semua kenangan yang dulu mereka ciptakan bersama. Tapi wortel tau, dia tak boleh egois.
Diam-diam saat wortel merindukan timun, dia hanya mampu memandang foto timun, membaca chat mereka, menonton rekaman video yang dulu sering mereka buat bersama.
Rasanya sangat menyedihkan, mereka yang dulu selalu bersama tak terpisahkan, berjanji akan terus menjadi sahabat selamanya, kini telah menjadi dua manusia yang asing..
Bila wortel membuka akun sosial medianya, dia akan melihat banyak berita tentang timun. dari situ wortel bisa melihat bahwa rivalnya dulu kini telah mengalahkannya. Timun sudah jauh meninggalkan wortel dibelakang. Timun sudah tumbuh dewasa, menjadi pribadi yang penuh dengan tanggung jawab. Caranya berpikir dan berbicara sudah bukan seperti timun yang dulu wortel kenal. Segala yang dia harapkan mampu dia capai dengan kerja kerasnya.
Tapi satu hal yang masih sama, wortel dan timun masih seorang pemimpi.
Wortel tidak sedih, wortel sangat senang melihatnya. Dalam akun sosial medianya, dia dapat melihat bahwa timun sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini.
Walau kini wortel tak lagi disamping timun, namun wortel selalu berharap yang terbaik untuk timun. Apa yang telah timun capai, membuat wortel merasa senang.
Dan dalam diam, wortel begitu sangat bangga pada timun..
Meski begitu, wortel tetap ingin seperti ini tetap terjadi. Dia tak ingin timun tau apa yang selama ini wortel rasakan. Biarlah timun berpikir bahwa mereka sudah tak sama lagi. Begini sudah cukup untuknya..
"Sahabatku timun, jangan pernah berhenti bermimpi"
Senin, 27 Juli 2015
What do You See?
Aku dan dia adalah dua hal yang sangat berbeda.
Ibarat warna, aku putihnya dan dia hitamnya.
Kita tak sama, dan mungkin tak akan sama.
Kadang aku berpikir kita itu seperti dua makhluk dari dua dunia yang berbeda.
Kamu yang sangat menyukai banyak hal baru, sedangkan aku lebih sulit menyesuaikan dengan hal hal baru.
Buat dia olahraga itu penting, bahkan keliling 10 kali lapangan manahan pun bukan hal yang sulit baginya. Sedangkan aku tipe orang yang bisa dibilang gak berbakat dalam bidang olahraga apapun. Lari keliling lapangan sekolahan sekali aja udah ngos ngosan hehehe
Dia begitu supel dan mudah bergaul, sedangkan aku sedikit kesulitan dalam memulai suatu hubungan.
Dia yang lucu sangat bertolak belakang dengan aku yang cenderung serius.
Kalau buatnya hangout diluar itu menyenangkan, bagiku punya banyak ide menulis jauh lebih mengasyikkan.
Kata hunting buatnya adalah mencari picture yang keren, tapi buatku mencari belanjaan yang lucu.
Dunianya adalah tentang kebebasan berekspresi dalam hidupnya dan mencoba banyak hal baru, sedangkan duniaku adalah tentang kebebasan imajinasiku, takut untuk memulai hal baru, sehingga apa yang aku pikirkan hanya tertuang dalam tulisanku saja.
Betapa berbedanya kita..
Dia berkata kalau kita bisa saling melengkapi.
Tapi buatku itu adalah bencana yang nantinya akan menjadi bom waktu untuk kita.
Bersamanya, aku merasakan kebebasan. Namun tak jarang aku merasa kalau kita tak pantas bersama..
Kemudian aku berpikir,
Apa yang kau lihat dariku??
Ibarat warna, aku putihnya dan dia hitamnya.
Kita tak sama, dan mungkin tak akan sama.
Kadang aku berpikir kita itu seperti dua makhluk dari dua dunia yang berbeda.
Kamu yang sangat menyukai banyak hal baru, sedangkan aku lebih sulit menyesuaikan dengan hal hal baru.
Buat dia olahraga itu penting, bahkan keliling 10 kali lapangan manahan pun bukan hal yang sulit baginya. Sedangkan aku tipe orang yang bisa dibilang gak berbakat dalam bidang olahraga apapun. Lari keliling lapangan sekolahan sekali aja udah ngos ngosan hehehe
Dia begitu supel dan mudah bergaul, sedangkan aku sedikit kesulitan dalam memulai suatu hubungan.
Dia yang lucu sangat bertolak belakang dengan aku yang cenderung serius.
Kalau buatnya hangout diluar itu menyenangkan, bagiku punya banyak ide menulis jauh lebih mengasyikkan.
Kata hunting buatnya adalah mencari picture yang keren, tapi buatku mencari belanjaan yang lucu.
Dunianya adalah tentang kebebasan berekspresi dalam hidupnya dan mencoba banyak hal baru, sedangkan duniaku adalah tentang kebebasan imajinasiku, takut untuk memulai hal baru, sehingga apa yang aku pikirkan hanya tertuang dalam tulisanku saja.
Betapa berbedanya kita..
Dia berkata kalau kita bisa saling melengkapi.
Tapi buatku itu adalah bencana yang nantinya akan menjadi bom waktu untuk kita.
Bersamanya, aku merasakan kebebasan. Namun tak jarang aku merasa kalau kita tak pantas bersama..
Kemudian aku berpikir,
Apa yang kau lihat dariku??
Minggu, 26 Juli 2015
Orang-Orang yang Tidak Ku Suka
Dalam hidup gue, cuma ada tiga jenis orang yang paling gue gak suka. Yang selalu ngebuat hidup gue jadi lebih ribet dan emosional.
Yang pertama adalah dia yang selalu berdusta, alis liers, tukang bohong, tukang tipu atau apalah istilah lainnya. Yang pasti orang itu tidak berkata jujur yang sebenarnya.
Apapun alasannya, buat gue bohong adalah suatu tindakan yang tidak benar. Mau itu pake title bohong demi kebaikan kek, demi kebahagiaan kek, bohong kecil ataupun besar, tetep yang namanya bohong adalah tindakan egoisme seseorang. Dalam agama gue pun dijelaskan bahwa bohong hanya diperbolehkan saat kita sedang berperang doang.
Dipikir dapetin kepercayaan seseorang itu mudah apa. Sekali kalian berbohong, selamanya orang gak akan percaya sama kalian. Jadi saran dari gue sih, jujur aja deh walau nyakitin. Itu jauh lebih baik.
Tipe orang yang kedua adalah orang yang ganggu tidur gue.
Tidur adalah waktu tubuh kita untuk istirahat, memulihkan kondisi tubuh kita. Apalagi gue orang yang susah tidur malem, akibatnya tubuh gue suka kurang istirahat. Sekalinya gue ngerasa ngantuk, gue gak akan sia-siain kesempatan itu buat tidur. Bahkan handphone gue aja gak pernah gue kasi nada dering demi menjaga kelancaran ridur gue hehehe
Nah disaat seperti ini lah gue paling benci kalo ada yang ganggu tidur gue. Kalo gak bener-bener buat alasan yang urgent, jangan salahin gue kalo gue akan bad mood seharian itu. Buat gue, tidur yang kepotong itu rasanya bener-bener gak enak, bikin kepala pusing, dan efeknya mood gue jadi berantakan. Makanya gak heran kalo seandainya ada yang bertamu saat gue lagi tidur, gak akan gue temuin tuh tamu kalo gak bener-bener penting.
Dan tipe orang terakhir yang gue gak suka adalah tipe orang yang PHP alias pemberi harapan palsu. Orang-orang yang sok-sokan ngejanjiin ini itu tapi ternyata cuma omong doang. Apalagi orang yang suka seenak jidatnya batalin janji gitu aja, apalagi buat alasan yang gak masuk akal. Ooh tipe orang kaya ginilah yang paling menyebalkan.
Itulah tiga macam orang yang paling gak gue suka. Bikin mood gue berantakan. Jadi, kalo kalian gak mau gue benci, jangan lakuin tiga hal diatas ya hehehe
Yang pertama adalah dia yang selalu berdusta, alis liers, tukang bohong, tukang tipu atau apalah istilah lainnya. Yang pasti orang itu tidak berkata jujur yang sebenarnya.
Apapun alasannya, buat gue bohong adalah suatu tindakan yang tidak benar. Mau itu pake title bohong demi kebaikan kek, demi kebahagiaan kek, bohong kecil ataupun besar, tetep yang namanya bohong adalah tindakan egoisme seseorang. Dalam agama gue pun dijelaskan bahwa bohong hanya diperbolehkan saat kita sedang berperang doang.
Dipikir dapetin kepercayaan seseorang itu mudah apa. Sekali kalian berbohong, selamanya orang gak akan percaya sama kalian. Jadi saran dari gue sih, jujur aja deh walau nyakitin. Itu jauh lebih baik.
Tipe orang yang kedua adalah orang yang ganggu tidur gue.
Tidur adalah waktu tubuh kita untuk istirahat, memulihkan kondisi tubuh kita. Apalagi gue orang yang susah tidur malem, akibatnya tubuh gue suka kurang istirahat. Sekalinya gue ngerasa ngantuk, gue gak akan sia-siain kesempatan itu buat tidur. Bahkan handphone gue aja gak pernah gue kasi nada dering demi menjaga kelancaran ridur gue hehehe
Nah disaat seperti ini lah gue paling benci kalo ada yang ganggu tidur gue. Kalo gak bener-bener buat alasan yang urgent, jangan salahin gue kalo gue akan bad mood seharian itu. Buat gue, tidur yang kepotong itu rasanya bener-bener gak enak, bikin kepala pusing, dan efeknya mood gue jadi berantakan. Makanya gak heran kalo seandainya ada yang bertamu saat gue lagi tidur, gak akan gue temuin tuh tamu kalo gak bener-bener penting.
Dan tipe orang terakhir yang gue gak suka adalah tipe orang yang PHP alias pemberi harapan palsu. Orang-orang yang sok-sokan ngejanjiin ini itu tapi ternyata cuma omong doang. Apalagi orang yang suka seenak jidatnya batalin janji gitu aja, apalagi buat alasan yang gak masuk akal. Ooh tipe orang kaya ginilah yang paling menyebalkan.
Itulah tiga macam orang yang paling gak gue suka. Bikin mood gue berantakan. Jadi, kalo kalian gak mau gue benci, jangan lakuin tiga hal diatas ya hehehe
Kamis, 23 Juli 2015
Hati yang Terluka
Terkadang lidah menyayat tak terbantah
Terkadang gerak tubuh meninggalkan hati yang patah
Semua ini indah
Ini bukan pertanda musibah
Namun akan hadir puluhan hikmah
Jika memang sudah saatnya
Jiwa menyerah karena luka
Jangan izinkan iman ikut lengah
Masih ada angin sejuk mengudara
Masih banyak harapan diangkasa
Tetaplah berdiri dengan sempurna
Karena jikapun hati tersayat oleh luka
Kedua kaki masih kuat menyangga
Setia mengikuti langkah
Kemana pun nurani membawa
Karena senyum yang senantiasa merekah
Diananti oleh banyak saudara
Dan,
Allah akan menenangkan
Kalbu yang terkoyak kepedihan
Apapun alasannya
Kembalikan pasa Sang Pemilik Keajaiban
Hingga hati kembali diletakkan
Sempurna dan tersembuhkan
Tersenyumlah
Ujian dan pedih jiwa akan menyerah
Pada sujud sepertiga malam yang tak kenal lelah
Sumber: Dunia Hijab
Terkadang gerak tubuh meninggalkan hati yang patah
Semua ini indah
Ini bukan pertanda musibah
Namun akan hadir puluhan hikmah
Jika memang sudah saatnya
Jiwa menyerah karena luka
Jangan izinkan iman ikut lengah
Masih ada angin sejuk mengudara
Masih banyak harapan diangkasa
Tetaplah berdiri dengan sempurna
Karena jikapun hati tersayat oleh luka
Kedua kaki masih kuat menyangga
Setia mengikuti langkah
Kemana pun nurani membawa
Karena senyum yang senantiasa merekah
Diananti oleh banyak saudara
Dan,
Allah akan menenangkan
Kalbu yang terkoyak kepedihan
Apapun alasannya
Kembalikan pasa Sang Pemilik Keajaiban
Hingga hati kembali diletakkan
Sempurna dan tersembuhkan
Tersenyumlah
Ujian dan pedih jiwa akan menyerah
Pada sujud sepertiga malam yang tak kenal lelah
Sumber: Dunia Hijab
Jumat, 17 Juli 2015
Malam Takbir
Deru takbir telah dikumandangkan. Telah tiba malam penutup yang sangat dinantikan seluruh umat muslim di dunia. Termasuk denganku..
Setelah menjalani puasa selama satu bulan, rasanya sangat bahagia masih bisa dipertemukan dengan hari raya idul fitri tahun ini. Dari pagi aku sudah sibuk membantu mamah memasak dan juga bebersih rumah. Pekerjaan yang sangat melelahkan dan sangat tidak sepadan dengan waktunya. Karena seperti biasanya, bagiku lebaran hanyalah berlangsung tidak lebih dari 6 jam saja. Siasanya ya seperti biasanya..
Apa lagi sekarang gak ada kakak yang menemani. Rasanya pasti akan makin membosankan.
Review mengenai bulan puasa tahun ini rasanya sangat disayangkan. Begitu banyak hal yang aku lewatkan begitu saja. Dari mulai terlalu banyaknya acara diluar rumah sehingga aku jadi jarang shalat tarawih di masjid. Target bacaan dan hafalan Al Quranku pun juga sangat jauh dari prediksi awal. Jujur, aku kurang bisa menikmati puasaku tahun ini akibat padatnya acaraku.
Jadi aku merasa kalau bukan ramadhan ini berjalan dengan begitu cepat.
Ditambah lagi dengan tidak ada saudara yang datang, yang biasanya ada kakak, belanja bareng, nonton film bareng, sekarang harus sendirian. Ya, mungkin mulai tahun ini aku harus terbiasa lebaran hanya bertiga dengan orang tuaku. DItambah lagi aku gak bisa ikut shalat ied.
Ah, rasanya aku seperti sudah menyia-nyiakan bulan ramadhanku tahun ini.
Malam ini begitu banyak hal yang membebani pikiranku. Salah satunya tentang memaafkan seseorang. Aku jadi teringat beberapa tahun lalu, seorang pemuda yang membuat kesalahan padaku juga mencoba untuk meminta maaf. Dua kali lebaran dia melakukan hal yang sama. Dan reaksiku pun juga tak pernah berubah. Aku tak memaafkannya. Bukan! lebih tepatnya tak memberitahukan kalau aku telah memaafkannya.
Dalam diriku aku sangat ingin memaafkannya, tapi bagaimana kita bisa memaafkan orang yang tidak meminta maaf pada kita?
Dia datang meminta maaf hanya pada saat idul fitri saja. Itulah yang membuatku membencinya. Aku kesal dengan sikapnya. Aku tak tau dia meminta maaf karena memang menyesali perbuatannya yang membuatku marah atau hanya sekedar ucapan idul fitri saja. Memang harus nunggu idul fitri dulu buat minta maaf? kalau memang dia menyadari kesalahannya, harusnya dia langsung minta maaf saat dia menyadarinya. Tapi kenapa ini harus nunggu idul fitri dulu, dimana semua orang wajib untuk memaafkan kesalahan orang lain?
Tak banyak hal yang aku harapkan darinya saat itu, hanya sebatas kata maaf yang terucap dengan tulus dari bibirnya. Hanya itu.. Aku ingin dia menyadari kesalahannya.
Jauh sebelum dia menyadari kesalahnnya pun sesungguhnya aku telah memaafkannya..
Dan kali ini aku harus hadapi situasi seperti itu lagi.
Kenapa kalian itu sulit sekali mengerti maksudku?? Apa segitu sulitnya untuk minta maaf?
Mengingat segala kepedihan yang telah dia berikan membuatku enggan untuk memafkannya. Namun tetap aku harus memaafkannya. Tapi aku takut bila aku memaafkannya, aku akan terluka lagi nantinya.
Melihat tak sedikitpun ada perubahan dalam dirinya, haruskah aku memafkannya?
Dahulu, aku hanya diam. Dahulu aku hanya mengabaikannya. Mengharap dia akan tau. Namun sayangnya, tak kunjung dia mengerti, hingga akhirnya aku pun menyerah. Dan ketika aku memaafkannya, mengikhlaskan segalanya, semuanya sudah terlambat.
Andai aku menerima permintamaafannya, mungkin aku dan dia masih bisa bersama sekarang.
Aku sangat menyesalinya..
Lantas apa yang harus aku lakukan saat ini?
Ya Allah, segala yang ku miliki bukanlah milikku. Maka aku percaya padamu. Segala yang dilakukan di atas jalanmu adalah suatu kebaikan. Kuserahkan semuanya padamu. Bila pun nantinya aku kembali terluka, setidaknya aku tidak membuat dosa dengan tidak memaafkan orang lain. Engkau mengajarkan kebaikan, kelembutan, dan aku akan terus berusaha hidup seperti yang Engkau ajarakan.
Selamat idul fitri,
minal aidzin wal faidzin,
mohon maaf lahir dan batin :)
Setelah menjalani puasa selama satu bulan, rasanya sangat bahagia masih bisa dipertemukan dengan hari raya idul fitri tahun ini. Dari pagi aku sudah sibuk membantu mamah memasak dan juga bebersih rumah. Pekerjaan yang sangat melelahkan dan sangat tidak sepadan dengan waktunya. Karena seperti biasanya, bagiku lebaran hanyalah berlangsung tidak lebih dari 6 jam saja. Siasanya ya seperti biasanya..
Apa lagi sekarang gak ada kakak yang menemani. Rasanya pasti akan makin membosankan.
Review mengenai bulan puasa tahun ini rasanya sangat disayangkan. Begitu banyak hal yang aku lewatkan begitu saja. Dari mulai terlalu banyaknya acara diluar rumah sehingga aku jadi jarang shalat tarawih di masjid. Target bacaan dan hafalan Al Quranku pun juga sangat jauh dari prediksi awal. Jujur, aku kurang bisa menikmati puasaku tahun ini akibat padatnya acaraku.
Jadi aku merasa kalau bukan ramadhan ini berjalan dengan begitu cepat.
Ditambah lagi dengan tidak ada saudara yang datang, yang biasanya ada kakak, belanja bareng, nonton film bareng, sekarang harus sendirian. Ya, mungkin mulai tahun ini aku harus terbiasa lebaran hanya bertiga dengan orang tuaku. DItambah lagi aku gak bisa ikut shalat ied.
Ah, rasanya aku seperti sudah menyia-nyiakan bulan ramadhanku tahun ini.
Malam ini begitu banyak hal yang membebani pikiranku. Salah satunya tentang memaafkan seseorang. Aku jadi teringat beberapa tahun lalu, seorang pemuda yang membuat kesalahan padaku juga mencoba untuk meminta maaf. Dua kali lebaran dia melakukan hal yang sama. Dan reaksiku pun juga tak pernah berubah. Aku tak memaafkannya. Bukan! lebih tepatnya tak memberitahukan kalau aku telah memaafkannya.
Dalam diriku aku sangat ingin memaafkannya, tapi bagaimana kita bisa memaafkan orang yang tidak meminta maaf pada kita?
Dia datang meminta maaf hanya pada saat idul fitri saja. Itulah yang membuatku membencinya. Aku kesal dengan sikapnya. Aku tak tau dia meminta maaf karena memang menyesali perbuatannya yang membuatku marah atau hanya sekedar ucapan idul fitri saja. Memang harus nunggu idul fitri dulu buat minta maaf? kalau memang dia menyadari kesalahannya, harusnya dia langsung minta maaf saat dia menyadarinya. Tapi kenapa ini harus nunggu idul fitri dulu, dimana semua orang wajib untuk memaafkan kesalahan orang lain?
Tak banyak hal yang aku harapkan darinya saat itu, hanya sebatas kata maaf yang terucap dengan tulus dari bibirnya. Hanya itu.. Aku ingin dia menyadari kesalahannya.
Jauh sebelum dia menyadari kesalahnnya pun sesungguhnya aku telah memaafkannya..
Dan kali ini aku harus hadapi situasi seperti itu lagi.
Kenapa kalian itu sulit sekali mengerti maksudku?? Apa segitu sulitnya untuk minta maaf?
Mengingat segala kepedihan yang telah dia berikan membuatku enggan untuk memafkannya. Namun tetap aku harus memaafkannya. Tapi aku takut bila aku memaafkannya, aku akan terluka lagi nantinya.
Melihat tak sedikitpun ada perubahan dalam dirinya, haruskah aku memafkannya?
Dahulu, aku hanya diam. Dahulu aku hanya mengabaikannya. Mengharap dia akan tau. Namun sayangnya, tak kunjung dia mengerti, hingga akhirnya aku pun menyerah. Dan ketika aku memaafkannya, mengikhlaskan segalanya, semuanya sudah terlambat.
Andai aku menerima permintamaafannya, mungkin aku dan dia masih bisa bersama sekarang.
Aku sangat menyesalinya..
Lantas apa yang harus aku lakukan saat ini?
Ya Allah, segala yang ku miliki bukanlah milikku. Maka aku percaya padamu. Segala yang dilakukan di atas jalanmu adalah suatu kebaikan. Kuserahkan semuanya padamu. Bila pun nantinya aku kembali terluka, setidaknya aku tidak membuat dosa dengan tidak memaafkan orang lain. Engkau mengajarkan kebaikan, kelembutan, dan aku akan terus berusaha hidup seperti yang Engkau ajarakan.
Selamat idul fitri,
minal aidzin wal faidzin,
mohon maaf lahir dan batin :)
Selasa, 14 Juli 2015
Belanja
Capeeeekkk...
berhari-hari keluar masuk mall mulu. Mending kalo cuma hangout doang. Lah ini nganterin cewek-cewek belanja. Rasanya kaki pengen copot muterin mall berkali-kali.
Yang nganterin putri belanja, trus depi juga, ziyan, anis dan terakhir besok nganter mamah.
Keseringan nganterin belanja malah yang ada kepengen ini kepengen itu.
Dari mulai baju, celana, rok, sepatu, long cardi, sampe tas yang lucu-lucu. Tapi sayang walau aku selalu keluar masuk mall, tetep cuma temenku yang pulang bawa tentengan hahaha
Aku emang terkenal suka nemenin temen-temen belanja, kata temen seleraku cukup bagus masalah untuk masalah fashion. Selain itu juga aku seneng, soalnya bisa sekalian hunting buat masuk daftar list hehehe Jadi gak heran kalo udah musim lebaran gini kerjaan aku ya ngelilingin mall.
Tapi dari sekian banyak hal yang mencuri perhatian mataku, tetep yang selalu membuatku tak dapat berpaling adalah toot bag palomino yang aku suka dari dulu..
Huaaaah kapan bisa bawa pulang tas itu..
Kalo aja gak lagi banyak pengeluaran.
Oke, besok terakhir keluar. Harus sisain tenaga nih buat besok. Masalahnya besok akan jadi perjalanan yang panjang. Biasa ibu-ibu rempong kalo urusan belanja hehehe
berhari-hari keluar masuk mall mulu. Mending kalo cuma hangout doang. Lah ini nganterin cewek-cewek belanja. Rasanya kaki pengen copot muterin mall berkali-kali.
Yang nganterin putri belanja, trus depi juga, ziyan, anis dan terakhir besok nganter mamah.
Keseringan nganterin belanja malah yang ada kepengen ini kepengen itu.
Dari mulai baju, celana, rok, sepatu, long cardi, sampe tas yang lucu-lucu. Tapi sayang walau aku selalu keluar masuk mall, tetep cuma temenku yang pulang bawa tentengan hahaha
Aku emang terkenal suka nemenin temen-temen belanja, kata temen seleraku cukup bagus masalah untuk masalah fashion. Selain itu juga aku seneng, soalnya bisa sekalian hunting buat masuk daftar list hehehe Jadi gak heran kalo udah musim lebaran gini kerjaan aku ya ngelilingin mall.
Tapi dari sekian banyak hal yang mencuri perhatian mataku, tetep yang selalu membuatku tak dapat berpaling adalah toot bag palomino yang aku suka dari dulu..
Huaaaah kapan bisa bawa pulang tas itu..
Kalo aja gak lagi banyak pengeluaran.
Oke, besok terakhir keluar. Harus sisain tenaga nih buat besok. Masalahnya besok akan jadi perjalanan yang panjang. Biasa ibu-ibu rempong kalo urusan belanja hehehe
Enyahlah!!
Dia orang yang sangat menyebalkan, orang yang punya hobi datang dan pergi sesuka hati. Datang tak dijemput, pulang pun tak pernah pamit. Tipe orang yang egois, selalu mementingkan dirinya sendiri.
Moto hidupnya adalah mencari yang terbaik. Dia selalu datang ke tempat yang lebih baik, dan kalau ada yang lebih baik lagi ya dia akan meninggalkan sebelumnya, begitu seterusnya.
Bagai air di atas daun talas, mungkin itu salah satu peribahasa yang pantas untuknya. Tak punya pendirian tetap, mencla-mencle omongannya, jadi sudah dapat dipastikan dia bukan orang yang tegas.
Dia juga bermulut besar. Siapapun yang tak mengenalnya pasti terbuai akan mulut manisnya.
Mungkin cita-citanya menjadi seorang aktor hollywood, karena baginya tiada hari tanpa drama.
Baginya dunia adalah panggung pertunjukan, dan yang hebatnya adalah dia bukan hanya berperan sebagai aktor, tapi juga sebagai penulis, pembuat skenario, sutradara sekaligus produsernya.
Totality, apa yang ada di otaknya itulah filmnya.
Mungkin untuknya kami-kami ini tak lebih dari sekedar boneka dalam pertunjukannya, yang bisa dia kendalikan sesuka hati, dan ketika tak dibutuhkan akan dia buang begitu saja.
Enyahlah kau dari hidupku!!
Setelah segala yang kau dapatkan, kau pergi sesuka hati berlari padanya. Dengan segala alasan yang kau buat tuk menutupi segala sikap busukmu, kau pergi begitu saja. Dan kini kau minta untuk kembali?? hahaha kali ini berantem lagi, atau sudah tidak tahan lagi dengan sikapnya?? Lucu!!
Seperti orang tak punya dosa kau datang begitu saja tanpa sedikitpun ada rasa penyesalan dalam dirimu. Kau pikir aku adalah hotel yang bisa seenaknya saja bisa check in dan check out sesuka hatimu? No!!
Lalu kau bilang tentang memikirkan kebahagiaanku? Woooooww seorang penipu membicarakan tentang kebahagiaan?
Kebahagiaan seperti apa yang kau maksud?
Tak perlu memikirkan kebahagiaanku deh, memikirkan tentang aku saja, kau tak akan memperlakukan aku seperti ini. Kau akan malu, merasa bersalah dan tak akan mengganggu kebahagiaan yang ku miliki saat ini.
Bahagia??
Kebahagiaan macam apa? Kebahagiaan materi kah yang kau bicarakan?
Kau pikir berapa banyak uang yang dapat kau gunakan untuk membeli kata maaf dariku?
Gila, makan tuh materi!!!
Bukannnya merasa bersalah kau malah terlihat bahagia. Sedikitpun tak pernah kau belajar dari apa yang pernah terjadi selama ini. Keegoisan yang merajai jiwamu membuatku merasa begitu muak. Tak punya malu!!
Moto hidupnya adalah mencari yang terbaik. Dia selalu datang ke tempat yang lebih baik, dan kalau ada yang lebih baik lagi ya dia akan meninggalkan sebelumnya, begitu seterusnya.
Bagai air di atas daun talas, mungkin itu salah satu peribahasa yang pantas untuknya. Tak punya pendirian tetap, mencla-mencle omongannya, jadi sudah dapat dipastikan dia bukan orang yang tegas.
Dia juga bermulut besar. Siapapun yang tak mengenalnya pasti terbuai akan mulut manisnya.
Mungkin cita-citanya menjadi seorang aktor hollywood, karena baginya tiada hari tanpa drama.
Baginya dunia adalah panggung pertunjukan, dan yang hebatnya adalah dia bukan hanya berperan sebagai aktor, tapi juga sebagai penulis, pembuat skenario, sutradara sekaligus produsernya.
Totality, apa yang ada di otaknya itulah filmnya.
Mungkin untuknya kami-kami ini tak lebih dari sekedar boneka dalam pertunjukannya, yang bisa dia kendalikan sesuka hati, dan ketika tak dibutuhkan akan dia buang begitu saja.
Enyahlah kau dari hidupku!!
Setelah segala yang kau dapatkan, kau pergi sesuka hati berlari padanya. Dengan segala alasan yang kau buat tuk menutupi segala sikap busukmu, kau pergi begitu saja. Dan kini kau minta untuk kembali?? hahaha kali ini berantem lagi, atau sudah tidak tahan lagi dengan sikapnya?? Lucu!!
Seperti orang tak punya dosa kau datang begitu saja tanpa sedikitpun ada rasa penyesalan dalam dirimu. Kau pikir aku adalah hotel yang bisa seenaknya saja bisa check in dan check out sesuka hatimu? No!!
Lalu kau bilang tentang memikirkan kebahagiaanku? Woooooww seorang penipu membicarakan tentang kebahagiaan?
Kebahagiaan seperti apa yang kau maksud?
Tak perlu memikirkan kebahagiaanku deh, memikirkan tentang aku saja, kau tak akan memperlakukan aku seperti ini. Kau akan malu, merasa bersalah dan tak akan mengganggu kebahagiaan yang ku miliki saat ini.
Bahagia??
Kebahagiaan macam apa? Kebahagiaan materi kah yang kau bicarakan?
Kau pikir berapa banyak uang yang dapat kau gunakan untuk membeli kata maaf dariku?
Gila, makan tuh materi!!!
Bukannnya merasa bersalah kau malah terlihat bahagia. Sedikitpun tak pernah kau belajar dari apa yang pernah terjadi selama ini. Keegoisan yang merajai jiwamu membuatku merasa begitu muak. Tak punya malu!!
Senin, 13 Juli 2015
Wanita
Tidak ada wanita yang ingin mengulang hubungan yang baru dengan laki-laki yang baru lagi, belajar merasa nyaman lagi, memberikan pikiran dan jawabannya kepada lelaki yang baru lagi.
Menceritakan rahasia, pemikiran dan emosi pada laki-laki baru. Bertemu dengan orang tua dan berharap diterima seperti hubungan sebelumnya. Melawan isu dan percaya pada laki-laki lagi. Memberikan hati dan mencintai dengan sepenuh hati lagi. Itu mengapa perempuan bertahan dengan laki-laki yang bersama mereka sekarang, tidak peduli seberapa buruk itu. Karena laki-laki yang bersama dia sekarang, telah melewati semua bersamanya..
Itu aku kutip dari sebuah gambar.
Kalo dipikir sih emang mungkin bener, soalnya ibarat dipersentasein, sayangnya perempuan itu dari 0-100, berbeda dengan laki-laki yang persentasenya 100-0. Hahaha itu juga kata quotes-quotes galau yang bertebaran di sosial media.
Menurutku love with passion emang penting, namun bukan berarti kita bodoh untuk tetap memilih setia pada keburukan tersebut. Untuk apa mempertahankan kualitas cinta yang tidak baik?
Kata temenku tanti sih, lebih baik sendiri tapi bahagia dari pada bersama seseorang yang tak melakukan apa-apa ketika kamu memberikan segalanya.
Menceritakan rahasia, pemikiran dan emosi pada laki-laki baru. Bertemu dengan orang tua dan berharap diterima seperti hubungan sebelumnya. Melawan isu dan percaya pada laki-laki lagi. Memberikan hati dan mencintai dengan sepenuh hati lagi. Itu mengapa perempuan bertahan dengan laki-laki yang bersama mereka sekarang, tidak peduli seberapa buruk itu. Karena laki-laki yang bersama dia sekarang, telah melewati semua bersamanya..
Itu aku kutip dari sebuah gambar.
Kalo dipikir sih emang mungkin bener, soalnya ibarat dipersentasein, sayangnya perempuan itu dari 0-100, berbeda dengan laki-laki yang persentasenya 100-0. Hahaha itu juga kata quotes-quotes galau yang bertebaran di sosial media.
Menurutku love with passion emang penting, namun bukan berarti kita bodoh untuk tetap memilih setia pada keburukan tersebut. Untuk apa mempertahankan kualitas cinta yang tidak baik?
Kata temenku tanti sih, lebih baik sendiri tapi bahagia dari pada bersama seseorang yang tak melakukan apa-apa ketika kamu memberikan segalanya.
Jutek
Berbicara dengan orang itu sangat menyebalkan..
Entah mengapa bila berbicara dengannya rasanya aku jadi terlalu banyak basa basi, suka stuck gak tau mau bicara apaan.
Dia tuh aneh.. kadang suka manggil-manggil gak jelas, kirain mau ngajak ngobrol eeh taunya manggil doang. Kan akunya yang jadi bingung mesti nanggepinnya gimana.
Kalo udah ngobrol juga main to the point banget, langsung tegas ke tujuan, mana ngomongnya singkat jelas padat, padahal aku udah ngomong panjang lebar menggunakan bahasa baik sopan dan yang enggak nyinggung perasaannya, jawabannya cuma seuprit, aku ulangin ya, SEUPRIT. Siapa yang enggak keki coba ih.
Sekilas yang terlintas di pikiran aku adalah tegas. Mungkin orangnya kelewat tegas. Tapi tegas kan bukan berarti gak bisa ramah kan?
Kalo kaya gitu mah siapa juga yang mau ngobrol sama dia?
Atau dasar tu orang sensi kali ya sama aku? Bisa jadi sih, soalnya dulu aku sempet bikin dia kecewa gitu hehehe
Tapi itu kan dulu,,,
Kalo emang gak niat ngobrol tuh gak usah sok-sokan manggil-manggil lah. Seiya kita disini udah ramah sopan, eh yang disananya malah jutek jawab seadanya, bikin orang bete aja nih.
Ngeselin emang tu orang.
Entah mengapa bila berbicara dengannya rasanya aku jadi terlalu banyak basa basi, suka stuck gak tau mau bicara apaan.
Dia tuh aneh.. kadang suka manggil-manggil gak jelas, kirain mau ngajak ngobrol eeh taunya manggil doang. Kan akunya yang jadi bingung mesti nanggepinnya gimana.
Kalo udah ngobrol juga main to the point banget, langsung tegas ke tujuan, mana ngomongnya singkat jelas padat, padahal aku udah ngomong panjang lebar menggunakan bahasa baik sopan dan yang enggak nyinggung perasaannya, jawabannya cuma seuprit, aku ulangin ya, SEUPRIT. Siapa yang enggak keki coba ih.
Sekilas yang terlintas di pikiran aku adalah tegas. Mungkin orangnya kelewat tegas. Tapi tegas kan bukan berarti gak bisa ramah kan?
Kalo kaya gitu mah siapa juga yang mau ngobrol sama dia?
Atau dasar tu orang sensi kali ya sama aku? Bisa jadi sih, soalnya dulu aku sempet bikin dia kecewa gitu hehehe
Tapi itu kan dulu,,,
Kalo emang gak niat ngobrol tuh gak usah sok-sokan manggil-manggil lah. Seiya kita disini udah ramah sopan, eh yang disananya malah jutek jawab seadanya, bikin orang bete aja nih.
Ngeselin emang tu orang.
Sabtu, 11 Juli 2015
Happy Birthday :(
Selamat ulang tahun untuk diriku sendiri..
Semoga panjang umur dan diberikan banyak kebahagian lain..
Semoga semakin dewasa dalam menyikapi segala hal..
Bertambah lagi satu tahun usiaku di bumi ini.. Seperti dugaanku semuanya.. Hari ini menjadi hari yang biasa-biasa saja bagiku. Kado, ucapan ulang tahun, makan makan, semuanya berjalan seperti yang ku bayangkan. Tapi ternyata perasaanku jauh lebih buruk hari ini.
Kedatangannya tepat sehari sebelum ulang tahunku semakin membuat perasaanku hancur.
Untuk apa lagi dia datang hanya mengacau hariku. Menambah kelengkapan hari yang menyesakkan ini.
Membuatku bahagia? Liat, apa yang telah dia perbuat?
Dia hanya mengacau, menyakiti dan melukai diriku saja.
Ya Allah, kalau manusia boleh berputus asa, mungkin kini aku telah melakukannya.
Kenapa kamu harus datang lagi hanya untuk mengacaukan hidupku lagi?
Kalau yang lain ulang tahun merupakan hari yang paling membahagiakan. Bagiku hari ini adalah hari yang menyakitkan.
Tidak ada canda bahagia dan juga tawa..
Malam ini, aku hanya akan menangis..
Semoga panjang umur dan diberikan banyak kebahagian lain..
Semoga semakin dewasa dalam menyikapi segala hal..
Bertambah lagi satu tahun usiaku di bumi ini.. Seperti dugaanku semuanya.. Hari ini menjadi hari yang biasa-biasa saja bagiku. Kado, ucapan ulang tahun, makan makan, semuanya berjalan seperti yang ku bayangkan. Tapi ternyata perasaanku jauh lebih buruk hari ini.
Kedatangannya tepat sehari sebelum ulang tahunku semakin membuat perasaanku hancur.
Untuk apa lagi dia datang hanya mengacau hariku. Menambah kelengkapan hari yang menyesakkan ini.
Membuatku bahagia? Liat, apa yang telah dia perbuat?
Dia hanya mengacau, menyakiti dan melukai diriku saja.
Ya Allah, kalau manusia boleh berputus asa, mungkin kini aku telah melakukannya.
Kenapa kamu harus datang lagi hanya untuk mengacaukan hidupku lagi?
Kalau yang lain ulang tahun merupakan hari yang paling membahagiakan. Bagiku hari ini adalah hari yang menyakitkan.
Tidak ada canda bahagia dan juga tawa..
Malam ini, aku hanya akan menangis..
Lagi Untuk Kamu
Untuk kamu yang lagi lagi lagi dan lagi datang dan pergi dalam hidup saya, cukup sampai disini semua ini.
Berkali semua terjadi, berkali itu pula aku berpikir bahwa kau bukan orang yang layak ada dalam kehidupanku.
Dengan mudah kau berkata tentang membuatku bahagia, kebahagiaan dalam derita kah yang kau maksud?
Sudahlah, tak ada lagi harap yang masih tersisa, tak ada lagi ruang yang dulu selalu aku luangkan untukmu.
Segala yang kau tawarkan, semua yang kau janjikan, untukku tak lebih seperti dongeng belaka. Sudah bukan apa apa.
Kalau kamu dulu pergi karena ada masalah, bagaimana jika sekarang kamu adalah masalahnya??
Semoga kamu ngerti..
Berkali semua terjadi, berkali itu pula aku berpikir bahwa kau bukan orang yang layak ada dalam kehidupanku.
Dengan mudah kau berkata tentang membuatku bahagia, kebahagiaan dalam derita kah yang kau maksud?
Sudahlah, tak ada lagi harap yang masih tersisa, tak ada lagi ruang yang dulu selalu aku luangkan untukmu.
Segala yang kau tawarkan, semua yang kau janjikan, untukku tak lebih seperti dongeng belaka. Sudah bukan apa apa.
Kalau kamu dulu pergi karena ada masalah, bagaimana jika sekarang kamu adalah masalahnya??
Semoga kamu ngerti..
Terik Panas Matahari
Siang ini matahari terasa begitu dekat dengan bumi. Sinarnya terasa begitu menyengat di kulit. Apalagi saat ini bulan puasa, membuat tenggorokan semakin terasa kering. Hidung pun juga terasa begitu perih menghirup udara panas ini.
Aku jadi teringat ucapan seseorang, aku lupa tepatnya siapa..
S1: panasnya hari ini, kulit kerasa kaya dibakar.
S2: jangan melebih-lebihkan
S1: Siapa yang berlebihan, memang sangat panas cuaca hari ini
S2: Memang kamu pernah merasakan kulit terbakar?
S1: enggak sih, tapi panas banget ini
S2: Lihatlah, inilah manusia. Bersyukur karena kita masih diberikan nikmat panas ini. Mungkin diluar sana banyak orang yang bahagia dengan adanya panas ini. Jangan mudah mengeluh dengan nikmat yang diberikanNya. Bayangkan kalau nikmat panas di dunia saja kita sudah mengeluh seperti ini, bagaimana nanti panasnya akhirat yang merupakan ganjaran dari dosa-dosa kita??
Aku lupa siapa yang berbicara saat itu, tapi yang pasti hal ini memberikanku satu pelajaran berarti. Seringkali kita sebagaimana manusia mengeluhkan nikmat yang diberikan penciptanya. Bukannya bersyukur malah mengeluh. Panas di dunia saja sudah seperti ini, bagaimana panas nanti di akhirat coba yaa.
Kalau ditilik lagi, bukannya panas bumi meningkat juga akibat dari sikap manusia yang tak arif terhadap alam? Jadi jangan terus mengeluh, orang kita sendiri yang menyebabkan ini semua. Begitupun panas di akhirat, semakin banyak dosa, semakin mungkin lah kita merasakan panas yang berkali lipat lebih panas dari ini, termasuk dengan keluhan kita. Tanpa sadar, keluhan kitalah yang mendekatkan kita pada panasnya api neraka.
Jadi, mulai sekarang jangan mudah mengeluh.. apalagi mengeluhkan nikmat dariNya. Bersabarlah, terlebih bagi yang berkerudung harusnya merasa senang. Karena tetes dari orang yang menutup auratnya adalah pahala baginya. Insyaallah.. semoga saja..
Hanya berbagi pengalaman, semoga bermanfaat :)
Jangan sampa nantinya kita menjadi seorang pengeluh
Bila tak kuat dan ingin mengeluh, istighfar saja.. itu lebih baik. Biar hanya Allah saja yang dengar keluhan kita.
Aku jadi teringat ucapan seseorang, aku lupa tepatnya siapa..
S1: panasnya hari ini, kulit kerasa kaya dibakar.
S2: jangan melebih-lebihkan
S1: Siapa yang berlebihan, memang sangat panas cuaca hari ini
S2: Memang kamu pernah merasakan kulit terbakar?
S1: enggak sih, tapi panas banget ini
S2: Lihatlah, inilah manusia. Bersyukur karena kita masih diberikan nikmat panas ini. Mungkin diluar sana banyak orang yang bahagia dengan adanya panas ini. Jangan mudah mengeluh dengan nikmat yang diberikanNya. Bayangkan kalau nikmat panas di dunia saja kita sudah mengeluh seperti ini, bagaimana nanti panasnya akhirat yang merupakan ganjaran dari dosa-dosa kita??
Aku lupa siapa yang berbicara saat itu, tapi yang pasti hal ini memberikanku satu pelajaran berarti. Seringkali kita sebagaimana manusia mengeluhkan nikmat yang diberikan penciptanya. Bukannya bersyukur malah mengeluh. Panas di dunia saja sudah seperti ini, bagaimana panas nanti di akhirat coba yaa.
Kalau ditilik lagi, bukannya panas bumi meningkat juga akibat dari sikap manusia yang tak arif terhadap alam? Jadi jangan terus mengeluh, orang kita sendiri yang menyebabkan ini semua. Begitupun panas di akhirat, semakin banyak dosa, semakin mungkin lah kita merasakan panas yang berkali lipat lebih panas dari ini, termasuk dengan keluhan kita. Tanpa sadar, keluhan kitalah yang mendekatkan kita pada panasnya api neraka.
Jadi, mulai sekarang jangan mudah mengeluh.. apalagi mengeluhkan nikmat dariNya. Bersabarlah, terlebih bagi yang berkerudung harusnya merasa senang. Karena tetes dari orang yang menutup auratnya adalah pahala baginya. Insyaallah.. semoga saja..
Hanya berbagi pengalaman, semoga bermanfaat :)
Jangan sampa nantinya kita menjadi seorang pengeluh
Bila tak kuat dan ingin mengeluh, istighfar saja.. itu lebih baik. Biar hanya Allah saja yang dengar keluhan kita.
it's never forgotten
Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan terhadap orang lain kan?
Begitu juga dengan mereka semua..
Biasanya untuk beberapa orang, mereka akan melupakan segala masalah yang pernah ada dalam hidupnya. Tapi tidak denganku.
Aku selalu mengingat siapa-siapa saja yang pernah bermasalah denganku.
Seseorang yang menghinaku, menipuku, menggunjingkan sesuatu yang tidak pernah aku lakukan,, Aku tak akan pernah lupa wajah-wajah mereka, bahkan kalimat yang keluar dari mulut mereka pun tak jarang masih aku ingat. Seorang teman SD yang selalu memfitnahku, berpura-pura menjadi teman yang baik, teman yang dulu membuatku terkucilkan saat aku jadi murid pindahan, lalu seorang sahabat yang akhirnya mengkhianatiku, ada juga teman sekolah yang dulu menyabotase tugasku, juga orang-orang yang mengambil paksa apa yang aku punya.. Aku tak akan pernah lupa dengan mereka semua..
Sifat-sifat jahat yang mengisi kehidupanku..
Setiap orang pasti selalu punya fans dan juga heatters kan? Ada yang suka dan ada yang tidak menyukai kita. Aku sangat maklumi itu. Tapi biasanya, untuk mereka-mereka yang menyakitiku padahal aku tidak menyakitinya, orang-orang seperti itulah yang sulit aku lupakan. Meski mungkin aku telah memaafkan kesalahannya, tapi maaf darinya tak akan menghapus apa yang pernah dia lakukan. Aku memaafkan orangnya, tapi aku tak akan pernah membenarkan sikap yang telah diperbuatnya.
Jadi jangan heran kalau kalian melihatku tersenyum pada seseorang tapi melihat pandangan sinis di mataku. Itu artinya orang tersebut pernah bermasalah denganku.
Ingat, kata maaf tak akan pernah menghapus apa yang telah terjadi.
Ingat, ada peribahasa yang mengatakan kuman diseberang laut nampak gajah di depan mata tak nampak
Ingat, kesan pertama itu sangat membekas, terlebih kesan yang menyakitkan..
Sebagai bahan introspeksi diri saja. Bahwa tidak semua orang menyukai kita, dan juga mampu melupakan kesalahan yang telah kita buat. Kita tak bisa memaksa mereka berpikir baik tentang kita, meski nyatanya kita memang sudah benar-benar berubah. Luka itu membekas, tapi kebaikan seringnya tak meninggalkan jejaknya.
Maka lebih berhati-hatilah dalam bertindak, karena apa yang telah terjadi ya terjadilah, itu nyata wujudnya, ada menjadi takdirnya, dan terasa dihatinya..
Semoga saja tidak banyak orang-orang sepertiku hehehe
Bukan maksud pendendam ya.. Karena aku tak pernah membalas apa yang mereka lakukan padaku..
:)
Begitu juga dengan mereka semua..
Biasanya untuk beberapa orang, mereka akan melupakan segala masalah yang pernah ada dalam hidupnya. Tapi tidak denganku.
Aku selalu mengingat siapa-siapa saja yang pernah bermasalah denganku.
Seseorang yang menghinaku, menipuku, menggunjingkan sesuatu yang tidak pernah aku lakukan,, Aku tak akan pernah lupa wajah-wajah mereka, bahkan kalimat yang keluar dari mulut mereka pun tak jarang masih aku ingat. Seorang teman SD yang selalu memfitnahku, berpura-pura menjadi teman yang baik, teman yang dulu membuatku terkucilkan saat aku jadi murid pindahan, lalu seorang sahabat yang akhirnya mengkhianatiku, ada juga teman sekolah yang dulu menyabotase tugasku, juga orang-orang yang mengambil paksa apa yang aku punya.. Aku tak akan pernah lupa dengan mereka semua..
Sifat-sifat jahat yang mengisi kehidupanku..
Setiap orang pasti selalu punya fans dan juga heatters kan? Ada yang suka dan ada yang tidak menyukai kita. Aku sangat maklumi itu. Tapi biasanya, untuk mereka-mereka yang menyakitiku padahal aku tidak menyakitinya, orang-orang seperti itulah yang sulit aku lupakan. Meski mungkin aku telah memaafkan kesalahannya, tapi maaf darinya tak akan menghapus apa yang pernah dia lakukan. Aku memaafkan orangnya, tapi aku tak akan pernah membenarkan sikap yang telah diperbuatnya.
Jadi jangan heran kalau kalian melihatku tersenyum pada seseorang tapi melihat pandangan sinis di mataku. Itu artinya orang tersebut pernah bermasalah denganku.
Ingat, kata maaf tak akan pernah menghapus apa yang telah terjadi.
Ingat, ada peribahasa yang mengatakan kuman diseberang laut nampak gajah di depan mata tak nampak
Ingat, kesan pertama itu sangat membekas, terlebih kesan yang menyakitkan..
Sebagai bahan introspeksi diri saja. Bahwa tidak semua orang menyukai kita, dan juga mampu melupakan kesalahan yang telah kita buat. Kita tak bisa memaksa mereka berpikir baik tentang kita, meski nyatanya kita memang sudah benar-benar berubah. Luka itu membekas, tapi kebaikan seringnya tak meninggalkan jejaknya.
Maka lebih berhati-hatilah dalam bertindak, karena apa yang telah terjadi ya terjadilah, itu nyata wujudnya, ada menjadi takdirnya, dan terasa dihatinya..
Semoga saja tidak banyak orang-orang sepertiku hehehe
Bukan maksud pendendam ya.. Karena aku tak pernah membalas apa yang mereka lakukan padaku..
:)
Jumat, 10 Juli 2015
Quotes
Jika sepotong kisah hidup kita tidak selesai, tutup potongan
tersebut, lanjutkan kisah yang lain. Ada banyak cerita baru yang lebih
seru telah menunggu.
Jika sepucuk keinginan kita gagal terpenuhi, maka tinggalkan keinginan tersebut, teruskan keinginan yang lain. Ada banyak keinginan yang lebih baik yang tersedia.
Hidup ini sebentar, jangan habiskan berkutat di sepotong kisah saja.
Jika sepucuk keinginan kita gagal terpenuhi, maka tinggalkan keinginan tersebut, teruskan keinginan yang lain. Ada banyak keinginan yang lebih baik yang tersedia.
Hidup ini sebentar, jangan habiskan berkutat di sepotong kisah saja.
*Tere Liye
Sungguh Aneh Kita
Giliran diajak bercanda malah beneran
eh giliran berharap beneran malah cuma bercanda
Kok rasanya kita itu selalu berselisih jalan yaa
Kadang sulit buat kita saling membaca
Seperti meraba dengan cahaya lilin temaram
Aku coba tuk bersua, tapi tak kunjung kau dengar
Semakin jauh rasa jarak diantara kita
Mungkin hanya disini
Lupakan lara dan juga harap yang yang masih tersisa
Hilangkan semua tentang prasangka
Sayonara ._.
eh giliran berharap beneran malah cuma bercanda
Kok rasanya kita itu selalu berselisih jalan yaa
Kadang sulit buat kita saling membaca
Seperti meraba dengan cahaya lilin temaram
Aku coba tuk bersua, tapi tak kunjung kau dengar
Semakin jauh rasa jarak diantara kita
Mungkin hanya disini
Lupakan lara dan juga harap yang yang masih tersisa
Hilangkan semua tentang prasangka
Sayonara ._.
Kata Ibu Haji
Ibu haji adalah guru ku saat sekolah dasar dulu. Nama aslinya sendiri aku gak tau pasti, abis saat aku SD dulu semua siswa dan juga guru memanggilnya dengan sebutan ibu haji. Jadi aku kenalnya ya ibu haji hehehe
Beliau adalah wali kelas ku saat aku kelas tiga dulu.
Ibu haji ini terkenal galak hehehe mungkin sekarang aku menyebutnya tegas.
Dulu saat aku sekolah, karena rumah ku dekat dengan sekolah, tiap istirahat aku selalu pulang ke rumah. Namun meski aku pulang, aku selalu minta izin dengan guruku saat itu. Dan pada suatu ketika saat istirahat aku minta izin pulang sama bu haji, namun bukan izin yang aku dapatkan malah omelan dan aku dimarahi gak boleh pulang lagi. Sebal sekali aku saat itu.
Dan pada kesempatan lain, saat itu aku izin untuk pulang ke solo karena orang tua ku pulang ke solo. Eh bu haji malah nyindir aku, yang intinya aku selalu saja pulang ke solo saat puasa. Disindir begitu di depan teman-temanku siapa yang gak down coba.
Sejak saat itu aku sebel banget sama ibu haji.
Eeiit itu rahasia yaa hehehe
Sekarang ibu haji sudah pensiun dari kerjanya sebagai guru. Dan saat ini ibu haji malah menjadi teman dekat dengan mamah ku. Karena rumah kami yang hanya berbeda gang saja, mamah dan juga ibu haji sering bertemu di masjid dekat rumah, dan mereka pun bergabung dalam satu kelompok pengajian. Makanya sekarang mereka berteman dekat.
Kemarin mamah bilang katanya ibu haji nanyain aku, dan katanya ibu haji banyak cerita saat aku sekolah dulu ke mamah. Woow aku langsung parno dong, jangan jangan ibu haji ngomong yang jelek-jelek nih pikirku.
Namun ternyata yang ada dipikiran aku salah besar. Dari cerita mamah sih ibu haji terlihat sangat mengenal dan memperhatikan aku hehehe
Kata mamah, ibu haji tuh sayang banget sama aku. Ibu haji bilang kalau aku tuh anak yang pintar, makanya waktu aku izin ke solo beliau sangat menyayangkan. Mungkin tentang sindiran beliau dulu kali ya yang dimaksud. Jadi malu udah salah paham, ternyata itu adalah ungkapan rasa kecewanya, bukan sindiran seperti yang aku kira hehehe
Ibu haji juga bilang kalau aku itu anak yang tegas dari dulu, katanya kalau aku salah aku akan diam, tetapi kalau aku udah punya pemikiran yang bener ya harus bener. Hahaha ternyata watak keras kepalaku emang sudah aku miliki dari kecil. Katanya itu sangat bagus buat masa depanku.
Diam-diam ternyata ibu haji bangga padaku, beliau juga sangat memperhatikanku.
Bukan sok sombong, tapi bayangin aja deh, yang namanya guru pasti jarang inget semua muridnya kan? Kalau pun inget pasti hanya murid-murid yang memang menarik baginya. Itu berarti kan aku memang menarik untuknya. Beliau bahkan sampai sangat mengenal kepribadianku hingga sekarang. Aku pikir jarang lho guru yang bisa mengenal kepribadian muridnya kalau dia gak benar-benar memperhatikannya.
Seneng rasanya hehehe
bukan bermaksud sombong atau ria aku bercerita ini semua. Intinya adalah jangan terlalu berpikir jelek sama guru yang galak sama kamu. Kali aja ternyata guru kamu itulah yang paling memperhatikan kamu. Galaknya adalah bentuk rasa sayangnya untukmu. Seperti contohnya ibu haji.
Beliau dulu sangat galak menurutku, namun ternyata malah beliaulah yang sangat memperhatikanku. Akhirnya sekarang aku malah dekat sama ibu haji hehehe kalo di masjid pasti shalat bersebelahan. Sering bercanda pula. Ya walau ada yang gak pernah berubah sih dari bu haji, ketegasannya dan juga omelannya hehehe
Terimakasih ibu haji :)
Aku tak akan lupakan semua yang telah kau ajarkan.
Segala ilmumu, mungkin akan berguna nantinya. Kalau aku nanti beneran jadi guru, aku ingin sepertimu yang selalu diingat murid-muridnya dan bisa mengenal dekat setiap muridku..
Semoga saja,, terimakasih bu atas doa mu :)
Beliau adalah wali kelas ku saat aku kelas tiga dulu.
Ibu haji ini terkenal galak hehehe mungkin sekarang aku menyebutnya tegas.
Dulu saat aku sekolah, karena rumah ku dekat dengan sekolah, tiap istirahat aku selalu pulang ke rumah. Namun meski aku pulang, aku selalu minta izin dengan guruku saat itu. Dan pada suatu ketika saat istirahat aku minta izin pulang sama bu haji, namun bukan izin yang aku dapatkan malah omelan dan aku dimarahi gak boleh pulang lagi. Sebal sekali aku saat itu.
Dan pada kesempatan lain, saat itu aku izin untuk pulang ke solo karena orang tua ku pulang ke solo. Eh bu haji malah nyindir aku, yang intinya aku selalu saja pulang ke solo saat puasa. Disindir begitu di depan teman-temanku siapa yang gak down coba.
Sejak saat itu aku sebel banget sama ibu haji.
Eeiit itu rahasia yaa hehehe
Sekarang ibu haji sudah pensiun dari kerjanya sebagai guru. Dan saat ini ibu haji malah menjadi teman dekat dengan mamah ku. Karena rumah kami yang hanya berbeda gang saja, mamah dan juga ibu haji sering bertemu di masjid dekat rumah, dan mereka pun bergabung dalam satu kelompok pengajian. Makanya sekarang mereka berteman dekat.
Kemarin mamah bilang katanya ibu haji nanyain aku, dan katanya ibu haji banyak cerita saat aku sekolah dulu ke mamah. Woow aku langsung parno dong, jangan jangan ibu haji ngomong yang jelek-jelek nih pikirku.
Namun ternyata yang ada dipikiran aku salah besar. Dari cerita mamah sih ibu haji terlihat sangat mengenal dan memperhatikan aku hehehe
Kata mamah, ibu haji tuh sayang banget sama aku. Ibu haji bilang kalau aku tuh anak yang pintar, makanya waktu aku izin ke solo beliau sangat menyayangkan. Mungkin tentang sindiran beliau dulu kali ya yang dimaksud. Jadi malu udah salah paham, ternyata itu adalah ungkapan rasa kecewanya, bukan sindiran seperti yang aku kira hehehe
Ibu haji juga bilang kalau aku itu anak yang tegas dari dulu, katanya kalau aku salah aku akan diam, tetapi kalau aku udah punya pemikiran yang bener ya harus bener. Hahaha ternyata watak keras kepalaku emang sudah aku miliki dari kecil. Katanya itu sangat bagus buat masa depanku.
Diam-diam ternyata ibu haji bangga padaku, beliau juga sangat memperhatikanku.
Bukan sok sombong, tapi bayangin aja deh, yang namanya guru pasti jarang inget semua muridnya kan? Kalau pun inget pasti hanya murid-murid yang memang menarik baginya. Itu berarti kan aku memang menarik untuknya. Beliau bahkan sampai sangat mengenal kepribadianku hingga sekarang. Aku pikir jarang lho guru yang bisa mengenal kepribadian muridnya kalau dia gak benar-benar memperhatikannya.
Seneng rasanya hehehe
bukan bermaksud sombong atau ria aku bercerita ini semua. Intinya adalah jangan terlalu berpikir jelek sama guru yang galak sama kamu. Kali aja ternyata guru kamu itulah yang paling memperhatikan kamu. Galaknya adalah bentuk rasa sayangnya untukmu. Seperti contohnya ibu haji.
Beliau dulu sangat galak menurutku, namun ternyata malah beliaulah yang sangat memperhatikanku. Akhirnya sekarang aku malah dekat sama ibu haji hehehe kalo di masjid pasti shalat bersebelahan. Sering bercanda pula. Ya walau ada yang gak pernah berubah sih dari bu haji, ketegasannya dan juga omelannya hehehe
Terimakasih ibu haji :)
Aku tak akan lupakan semua yang telah kau ajarkan.
Segala ilmumu, mungkin akan berguna nantinya. Kalau aku nanti beneran jadi guru, aku ingin sepertimu yang selalu diingat murid-muridnya dan bisa mengenal dekat setiap muridku..
Semoga saja,, terimakasih bu atas doa mu :)
Kamis, 09 Juli 2015
Ice Cream dari Papah
Yuhuhuuuu
Malam ini dapat ice cream lagi dari papah hehehe
Dulu saat aku kecil papah selalu saja membelikan aku satu plastik ice cream berbagai rasa ketika dia keluar rumah. Biasanya sih kalau papah pergi ke bank buat menabung, soalnya di samping bank itu ada toko yang menjual ice cream. Awalnya aku selalu merengek minta ikut kalau papah pergi ke bank, supaya bisa minta ice cream pulangnya. Tapi setelah papah berjanji akan membelikan aku ice cream tanpa aku harus ikut ke bank, sejak saat itu aku berhenti mengikuti papah pergi ke bank.
Namun selanjutnya, setiap kali papah pergi ke bank, aku akan selalu menunggu di depan pintu rumah ku hehehe bukan menunggu papah ku, tapi menunggu ice cream ku...
Setiap ada orang yang jual ice cream lewat rumah pun aku juga pasti merengek minta dibelikan. Dan papah selalu mengijinkan aku membeli ice cream apapun yang aku mau. Tak peduli dengan segala macam omelan mamah tentang kekhawatirannya dengan gigiku, aku dengan senang hati menyantap seluruh ice cream yang aku beli.
Semenjak saat itu lah papah tau aku sangat suka ice cream. Dan bahkan hingga kini pun papah masih saja memanjakan aku dengan cara membelikan ice cream. Itulah cara dia memanjakanku yang tak pernah berubah dari dulu.
Kedengerannya memang sangat sepele. Tapi mengingat semua kenangan itu rasanya membuatku sangat bangga, hingga aku menitikkan air mata bahagiaku.
Aku sangat bersyukur dengan nikmat ini, aku diberikan papah yang sangat menyayangiku dan memanjakanku hingga sebesar ini..
Terimakasih papah, walau aku belum bisa membalas sedikit saja kebahagiaan yang telah kau berikan, tapi aku janji aku akan berusaha membuatmu bangga..
Papah, aku sayang papah..
Makasih ice crem nya ..
Nanti kalau aku udah bisa kerja, aku yang akan gantian beliin makanan apapun yang papah suka hehehe
Aku janji.
Lambungku Sayang
Dari kecil aku memang sudah sangat terkenal susah makan. Rewel deh kalo soal makanan. Aku lebih milih gak makan dari pada makan makanan yang gak aku suka (don't try it). Akibatnya lambungku bermasalah deh sekarang..
Sebenarnya aku sudah memiliki penyakit lambung sejak aku di sekolah dasar. Bahkan dulu aku sempat selalu mengkonsumsi obat khusus dari dokter. Tapi sekarang udah enggak sampe begitu sih, walau kemana-mana aku tetap harus bawa obat untuk lambungku. Ya buat persiapan aja sih kali-kali kambuh ditempat tak terduga kan hehehe
Namun sayang, sepertinya keadaan lambungku makin sensitif sekarang. Kakakku saja bilang kalau sakit lambungku udah parah, separah apa aku juga gak tau sih hehehe
Efeknya adalah sekarang aku gak boleh sembarangan makan makanan. Semuanya harus dilihat dulu, apakah makanan itu akan mengancam kesehatan lambungku atau tidak. Jelas saja itu membuatku sangat kesal. Pasalanya semua makanan yang aku suka adalah makanan yang membahayakan kesehayan lambungku.
Mulai dari asam, aku gak boleh makan strawberi teralalu banyak, termasuk buah asam lainnya. Aku gak boleh minum caffein terlalu banyak, akibatnya aku sekarang amat sangat jarang mengkonsumsi kafein. Semua yang berbau ketan-ketan juga harus dihindari, katanya sih lama pencernaannya. Aku gak boleh minum minuman bersoda, padahal saat kecil aku sangat suka minuman bersoda, jadi insyaf deh sekarang hehehe
Yang susah adalah mie, udah aku coba tapi tetap saja tergoda buat makan mie. Tapi sepertinya aku harus mulai insyaf makan mie deh, lambung makin gak kuat. Makan keju dan juga coklat dalam jumlah banyak juga gak boleh. Dan yang paling sulit adalah aku gak boleh makan pedes. Woooow rasanya itu sangat sangat sulit deh. Makan kalo gak pedes tuh mana enak coba yaa.. tapi lagi-lagi aku memang harus mengontrol konsumsi makanan pedasku. Aku juga gak boleh tidur malem, karena akan menambah produksi asam lambungku. Apalagi stres, waaah sepertinya itu yang paling bahaya deh buatku hehehehe
Sebenarnya bukan berarti semua yang aku sebutkan di atas haram hukumnya untukku, tapi memang harus sangat dikontrol jumlahnya dan juga waktunya.
Hampir tiap hari aku harus minum madu. Tapi gak masalah sih manis ini, dari pada harus minum sari kunyit tiap pagi, seperti saat aku kecil dulu. Ih pahit rasanya..
Mulai sekarang aku harus lebih sayang sama sambungku, kalo masih mau makan makanan enak, aku harus kontrol semua hal yang membahayakan kesehatan lambungku. Masalahnya sekarang aja makan pedes dikit perutku langsung bereaksi..
Sedih banget deh pokoknya, oh lambungku sayang.. sehat-sehat ya kamu..
hahahaha
Buat kalian yang baca, apalagi yang lambungnya sangat sehat, bersyukurlah karena kalian bebas makan apapun yang kalian mau. Tapi tetap jaga kesehatan lambung kalian yaaa, jangan ditiru nih pengalaman penulis blog ini. Oke?
Sebenarnya aku sudah memiliki penyakit lambung sejak aku di sekolah dasar. Bahkan dulu aku sempat selalu mengkonsumsi obat khusus dari dokter. Tapi sekarang udah enggak sampe begitu sih, walau kemana-mana aku tetap harus bawa obat untuk lambungku. Ya buat persiapan aja sih kali-kali kambuh ditempat tak terduga kan hehehe
Namun sayang, sepertinya keadaan lambungku makin sensitif sekarang. Kakakku saja bilang kalau sakit lambungku udah parah, separah apa aku juga gak tau sih hehehe
Efeknya adalah sekarang aku gak boleh sembarangan makan makanan. Semuanya harus dilihat dulu, apakah makanan itu akan mengancam kesehatan lambungku atau tidak. Jelas saja itu membuatku sangat kesal. Pasalanya semua makanan yang aku suka adalah makanan yang membahayakan kesehayan lambungku.
Mulai dari asam, aku gak boleh makan strawberi teralalu banyak, termasuk buah asam lainnya. Aku gak boleh minum caffein terlalu banyak, akibatnya aku sekarang amat sangat jarang mengkonsumsi kafein. Semua yang berbau ketan-ketan juga harus dihindari, katanya sih lama pencernaannya. Aku gak boleh minum minuman bersoda, padahal saat kecil aku sangat suka minuman bersoda, jadi insyaf deh sekarang hehehe
Yang susah adalah mie, udah aku coba tapi tetap saja tergoda buat makan mie. Tapi sepertinya aku harus mulai insyaf makan mie deh, lambung makin gak kuat. Makan keju dan juga coklat dalam jumlah banyak juga gak boleh. Dan yang paling sulit adalah aku gak boleh makan pedes. Woooow rasanya itu sangat sangat sulit deh. Makan kalo gak pedes tuh mana enak coba yaa.. tapi lagi-lagi aku memang harus mengontrol konsumsi makanan pedasku. Aku juga gak boleh tidur malem, karena akan menambah produksi asam lambungku. Apalagi stres, waaah sepertinya itu yang paling bahaya deh buatku hehehehe
Sebenarnya bukan berarti semua yang aku sebutkan di atas haram hukumnya untukku, tapi memang harus sangat dikontrol jumlahnya dan juga waktunya.
Hampir tiap hari aku harus minum madu. Tapi gak masalah sih manis ini, dari pada harus minum sari kunyit tiap pagi, seperti saat aku kecil dulu. Ih pahit rasanya..
Mulai sekarang aku harus lebih sayang sama sambungku, kalo masih mau makan makanan enak, aku harus kontrol semua hal yang membahayakan kesehatan lambungku. Masalahnya sekarang aja makan pedes dikit perutku langsung bereaksi..
Sedih banget deh pokoknya, oh lambungku sayang.. sehat-sehat ya kamu..
hahahaha
Buat kalian yang baca, apalagi yang lambungnya sangat sehat, bersyukurlah karena kalian bebas makan apapun yang kalian mau. Tapi tetap jaga kesehatan lambung kalian yaaa, jangan ditiru nih pengalaman penulis blog ini. Oke?
Langganan:
Komentar (Atom)
