Tiap mau ujian, pasti aja sakit mulu. Dari sakit biasa yang dikarenakan virus influenza sampai sakit yang 'luar biasa' hehehe
Tapi aku disini gak akan nulis tentang sakit apa yang aku rasain saat ini, melainkan tentang kerinduanku. Lho kok?
Oke, aku sangat merindukan dia saat ini.
Aku akui itu.
Disaat keadaanku sedang seperti ini aku berharap dia ada di sampingku menemaniku.
Kalau dia tau keadaanku saat ini, dia pasti akan marah-marah. Tapi justru itu yang aku rindukan. Aku rindu ketika dia mengomeliku sakit, memaksaku minum obat, dan juga tidur lebih awal. Dia akan memaksaku untuk makan bersamanya hanya untuk memastikan kalau aku memang makan, karena katanya kalau dia gak liat langsung, dia gak yakin kalau aku beneran makan. Walau pun begitu, aku tau semua yang dia lakukan tak lain adalah wujud dari rasa kekhawatirannya padaku. Aku senang ketika dia melakukan itu semua, menandakan bahwa dia menyayangiku.
Berbagai tips untuk membantu dalam penyembuhan sakitku dia kumpulkan dari berbagai artikel di internet dan juga buku-buku yang dia baca untuk kemudian dia berikan padaku. Hahaha walau aku tau itu tidaklah banyak membantu, tapi cukup membuatku merasa lebih baik. Bukan karena semua tips-tips yang dia kumpulkan, melainkan karena usahanya untuk membantuku sembuh.
Saat itu, bukanlah obat yang membuatku sembuh, tapi dia...
Mungkin itulah yang disebut 'obat paling ampuh dari segala macam penyakit adalah kasih sayang' :)
I miss you
.
Selasa, 28 Oktober 2014
Senin, 13 Oktober 2014
Katamu Aku ...
Memang benar kamu gak begitu cantik. Kamu juga gak tinggi.
Wajahmu pun juga berjerawat. Kamu bawel, malah kadang berisik. Kamu juga
ceroboh. Kamu manja. Kamu keras kepala. Kamu galak. Bahkan terkadang kamu sulit
mengendalikan dirimu.
Tapi kamu punya mata yang indah. Kamu punya senyum yang manis.
Kamu punya kulit yang putih. Kamu mungil. Kamu lucu. Kamu pintar. Kamu punya
hati yang tulus. Kamu pun rendah hati. Kamu punya kejujuran yang tak semua
orang miliki. Sikapmu memang terkesan manja, tapi tidak dengan cara berpikirmu.
Apa adanya kamu membuatku menyayangimu. Segala kekurangan yang kamu miliki,
membuatku ingin selalu menutupinya dengan segala yang aku punya dalam hidupku.
Dan kamu punya sesuatu yang tak seorangpun miliki. Kamu punya aku. Apa itu tak
cukup?
Jumat, 03 Oktober 2014
Mawar ✿
Bunga mawar.
Siapa sih yang gak tau bunga mawar? Dateng aja ke semua toko bunga, pasti dengan mudah akan kalian temukan bunga yang punya nama latin Rosa ini.
Bunga yang jadi lambang cinta ini banyak disukai oleh para wanita. Tak ayal, aku pun juga sangat menyukainya. Kelihatan lumrah memang, mengingat jutaan orang diluar sana yang menyukai mawar. Sampai beberapa hari yang lalu seseorang bertanya alasan kenapa aku sangat menyukai bunga mawar.
Yang pasti bukan karena bunga itu lebih cantik atau pun karena dia lambang cinta.
Di rumahku yang ada di Solo, aku punya halaman rumah yang cukup luas. Kebetulan kedua kakak ku sangat menyukai tanaman. Sehingga halaman rumahku penuh dengan berbagai macam jenis tanaman, tak terkecuali mawar. Sampai akhirnya kedua kakak ku pindah ke luar kota untuk bekerja. Dan sudah pasti semua tanamannya diwariskan padaku hehehe
Oke, dari kecil aku emang gak begitu ahli yang namanya merawat makhluk hidup, entah itu hewan ataupun tanaman. Jadi udah pasti dong semua tanaman-tanaman cantik itu berubah jadi tak terawat. Sedikit kejam memang hehehe Hingga aku temukan banyak tanaman yang keadaannya sudah hampir 'nyaris', termasuk bunga mawar yang tumbuh di dekat pagar rumahku. Bunga mawar itu dipindahkan dari pot ke tanah dengan tujuan agar bunga mawar itu bisa tumbuh jadi pohon mawar. Tapi sayangnya akibat dari ketelodaranku, sepertinya harapan itu tak akan terwujud.
Melihat keadaannya sangat menyedihkan. Daunnya yang kering dan hampir rontok membuatku berpikir bahwa 'dia' tak mungkin tertolong. Bahkan sampai beberapa hari saat aku rajin menyiraminya pun dia tetap tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Akhirnya aku ambil kesimpulan bahwa dia tak mungkin lagi tumbuh.
Hingga beberapa hari kemudian saat aku sedang memberikan pupuk pada tanamanku. Aku menemukan dia menunjukkan tanda-tanda kehidupan, kuncup daun kecil tumbuh disana. Aku pun lalu merawatnya, menyiramnya tiap sore dan memberikannya pupuk tiap beberapa minggu sekali. Dia pun terselamatkan :)
Setelah beberapa bulan, mawar itu pun tumbuh dengan baik.
Pada suatu ketika, ada perbaikan jalan di depan rumahku.
Saat suatu pagi aku ingin menyiram mawar itu, batu-batu besar tertumpuk diatasnya. Marah rasanya, beberapa bulan aku merawatnya, tapi sekarang bahkan aku tak bisa melihatnya karena tumpukan batu itu. Aku coba untuk menggesernya, tapi karena ukurannya yang besar, batu itu pun tak bergeser sedikit pun. Yang bisa aku lakukan hanya menyingkirkan batu-batu kecil yang menutupinya. Aku pun kembali pesimis bahwa mawar itu tak akan selamat.
Namun ternyata tebakan ku salah. Dia kembali terselamatkan. Mungkin saat itu karena musim hujan, jadi walau aku tak lagi mengurusnya dia tetap bertahan. Aku benar-benar salut dengan mawar itu, meskipun dia ditumpuki batu-batu besar, dia tetap bertahan hidup melalui celah-celah yang ada. Hingga beberapa bulan berjalan dia tumbuh dan bahkan dia berbunga. Warna bunganya adalah ungu.
Sejak saat itu aku menyukai mawar, sangat menyukai mawar. Walau alasanku menyukai mawar bukanlah suatu alasan yang istimewa atau bahkan terkesan aneh,tapi memang hal itulah yang membuatku menyukai mawar.
Siapa sih yang gak tau bunga mawar? Dateng aja ke semua toko bunga, pasti dengan mudah akan kalian temukan bunga yang punya nama latin Rosa ini.
Bunga yang jadi lambang cinta ini banyak disukai oleh para wanita. Tak ayal, aku pun juga sangat menyukainya. Kelihatan lumrah memang, mengingat jutaan orang diluar sana yang menyukai mawar. Sampai beberapa hari yang lalu seseorang bertanya alasan kenapa aku sangat menyukai bunga mawar.
Yang pasti bukan karena bunga itu lebih cantik atau pun karena dia lambang cinta.
Di rumahku yang ada di Solo, aku punya halaman rumah yang cukup luas. Kebetulan kedua kakak ku sangat menyukai tanaman. Sehingga halaman rumahku penuh dengan berbagai macam jenis tanaman, tak terkecuali mawar. Sampai akhirnya kedua kakak ku pindah ke luar kota untuk bekerja. Dan sudah pasti semua tanamannya diwariskan padaku hehehe
Oke, dari kecil aku emang gak begitu ahli yang namanya merawat makhluk hidup, entah itu hewan ataupun tanaman. Jadi udah pasti dong semua tanaman-tanaman cantik itu berubah jadi tak terawat. Sedikit kejam memang hehehe Hingga aku temukan banyak tanaman yang keadaannya sudah hampir 'nyaris', termasuk bunga mawar yang tumbuh di dekat pagar rumahku. Bunga mawar itu dipindahkan dari pot ke tanah dengan tujuan agar bunga mawar itu bisa tumbuh jadi pohon mawar. Tapi sayangnya akibat dari ketelodaranku, sepertinya harapan itu tak akan terwujud.
Melihat keadaannya sangat menyedihkan. Daunnya yang kering dan hampir rontok membuatku berpikir bahwa 'dia' tak mungkin tertolong. Bahkan sampai beberapa hari saat aku rajin menyiraminya pun dia tetap tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Akhirnya aku ambil kesimpulan bahwa dia tak mungkin lagi tumbuh.
Hingga beberapa hari kemudian saat aku sedang memberikan pupuk pada tanamanku. Aku menemukan dia menunjukkan tanda-tanda kehidupan, kuncup daun kecil tumbuh disana. Aku pun lalu merawatnya, menyiramnya tiap sore dan memberikannya pupuk tiap beberapa minggu sekali. Dia pun terselamatkan :)
Setelah beberapa bulan, mawar itu pun tumbuh dengan baik.
Pada suatu ketika, ada perbaikan jalan di depan rumahku.
Saat suatu pagi aku ingin menyiram mawar itu, batu-batu besar tertumpuk diatasnya. Marah rasanya, beberapa bulan aku merawatnya, tapi sekarang bahkan aku tak bisa melihatnya karena tumpukan batu itu. Aku coba untuk menggesernya, tapi karena ukurannya yang besar, batu itu pun tak bergeser sedikit pun. Yang bisa aku lakukan hanya menyingkirkan batu-batu kecil yang menutupinya. Aku pun kembali pesimis bahwa mawar itu tak akan selamat.
Namun ternyata tebakan ku salah. Dia kembali terselamatkan. Mungkin saat itu karena musim hujan, jadi walau aku tak lagi mengurusnya dia tetap bertahan. Aku benar-benar salut dengan mawar itu, meskipun dia ditumpuki batu-batu besar, dia tetap bertahan hidup melalui celah-celah yang ada. Hingga beberapa bulan berjalan dia tumbuh dan bahkan dia berbunga. Warna bunganya adalah ungu.
Sejak saat itu aku menyukai mawar, sangat menyukai mawar. Walau alasanku menyukai mawar bukanlah suatu alasan yang istimewa atau bahkan terkesan aneh,tapi memang hal itulah yang membuatku menyukai mawar.
Bagian dari Kenangan 2
Terlalu banyak kenangan yang telah tercipta.
Terlalu banyak waktu yang telah terlewati.
Terlalu banyak cerita yang telah tertulis.
Terlalu banyak mimpi yang telah terwujud.
Hingga aku tak mampu menghapusnya,
Hingga aku tak sanggup untuk melupakannya.
Hingga aku tak bisa untuk melepaskannya.
Hingga aku tak mampu untuk merelakannya.
Karena,
Terlalu sempurna segala rasa yang kau berikan.
Bagian dari Kenangan
Dulu aku selalu berpikir esok hari pakaian apa yang harus aku
pakai, kerudung apa yang cocok aku kenakan, lalu parfum apa yang harus aku
gunakan.
Selalu berusaha untuk tampil cantik, rapih, dan wangi di
depannya. Berpikir baju apa yang pantas aku kenakan saat bertemu dengannya.
Berharap dia akan memujiku cantik.
Tapi sekarang,
Untuk apa lagi aku berpikir pakaian mana yang bagus aku pakai,
Untuk apa lagi aku berpikir kerudung mana yang pantas aku
kenakan,
Untuk apa lagi aku berpikir tentang parfum apa yang harus aku
gunakan,
Tentang sepatu apa yang pantas untuk ku kenakan esok hari.
Untuk apa lagi??
Untuk siapa lagi???
Tulisan kapan ya ini? hehe
Udah lama banget deh, cuma aku suka, bikin ketawa hahaha
Quotes
Masa lalu itu kenangan. Dan kenangan yang perlu diingat hanyalah kenangan indah. Karena, ketika mengingat kenangan buruk, maka hidup kita tak akan indah ke depannya.
Rabu, 01 Oktober 2014
Masih Pantaskah?
Masih pantaskah aku memberi maaf padamu?
Walau ku tau, ku pernah sangat menyayangimu..
Kawan,
Tak ingatkah kau dengan hinaan yang kau lontarkan padaku?
Dengan cacian yang kau tujukan untukku?
Segala sikap buruk mu tuk lukai aku?
Juga bagaimana caramu menjauhiku dulu?
Dan kini,
Kau datang
Memaksa masuk kembali ke dalam kehidupanku
Mengemis maaf, yang dulu bahkan tak kau berikan sedikitpun untukku.
Yang kini ku rasa hanyalah rasa sakit yang telah kau ciptakan padaku.
Lalu sekarang,
Masih pantaskah aku menyambut uluran tanganmu
Dan melangkah bersamamu sebagai sahabatku???
-20:03:10-
Walau ku tau, ku pernah sangat menyayangimu..
Kawan,
Tak ingatkah kau dengan hinaan yang kau lontarkan padaku?
Dengan cacian yang kau tujukan untukku?
Segala sikap buruk mu tuk lukai aku?
Juga bagaimana caramu menjauhiku dulu?
Dan kini,
Kau datang
Memaksa masuk kembali ke dalam kehidupanku
Mengemis maaf, yang dulu bahkan tak kau berikan sedikitpun untukku.
Yang kini ku rasa hanyalah rasa sakit yang telah kau ciptakan padaku.
Lalu sekarang,
Masih pantaskah aku menyambut uluran tanganmu
Dan melangkah bersamamu sebagai sahabatku???
-20:03:10-
Langganan:
Komentar (Atom)