.

.

Sabtu, 27 September 2014

Bad Day

Ya Tuhan, rasanya cuma pengen nangis senangis-nangisnya.
Aku kesel, marah, benci sama kalian semua yang udah bikin aku kaya gini!
Malam ini bener-bener lengkap pada bikin bete semua, pada ngecewain semua. Kayaknya emang sialnya aku deh malem ini.
Damn!

Mulai dari mantan yang cari masalah sama aku. Hobi banget sih dia tuh gawe masalah?!Bahkan setelah kita temenan masih aja begitu. Kayaknya hidupnya gak akan tenang kalo gak bikin aku kesel. Sebesar apa sih dosa aku ke kamu tuh? Rasanya sia-sia semua kata maaf yang udah aku kasi ke kamu. Rasanya kaya orang bego yang percaya kalo kamu bisa beneran berubah. Ah, sekali penipu tetap penipu, sekali jahat ya tetap jahat. Bodoh! bodoh! bodoh!

Belum lagi aku yang sekarang lagi berantem sama sodara aku. Ya ampun, seberapa lama sih kamu kenal aku??? Lo tau gue benci dibohongin!!!
Kenapa sih kamu mesti bohong? Aku selalu cerita semuanya ke kamu, aku gak pernah bohong sama kamu, tapi kenapa kamu malah kaya gini?

Orang-orang jaman sekarang ya, jauh lebih bangga buat bohong ketimbang jujur.  Jauh lebih takut jujur dari pada bohong. Aku gak ngerti deh sama pikiran orang-orang yang kaya gitu. Sesusah itu kah buat jujur? Harusnya tuh kalian lebih takut buat bohong, harusnya tuh kalian malu saat berbohong. Kecuali kalau kalian emang lebih suka dibohongin sama orang lain dibandingkan mendengar kejujuran.
Kalian tau gimana rasanya dibohongin?! Kaya orang bego! Percaya sama suatu hal yang gak nyata! Ngerasa tau, padahal sebenernya gak tau apa-apa. Ngerasa seneng, padahal harusnya aku sedih. Apa segitu susahnya buat jujur? Berapa kali aku udah bilang, kalau kebohongan itu sama seperti narkotika yang akan terus-terusan membuat kamu melakukannya lagi dan lagi, dia akan terus-terusan ngerusak diri kalian! Apa untungnya coba bohong tu? Bukannya malah menimbulkan masalah baru? Aku lebih menghargai kalo kalian bisa jujur, kebohongan kalian malah membuat aku makin kecewa. Sia-sia udah percaya sama orang yang salah.

Rasanya gak cukup disitu kekesalanku. Hari ini juga aku harus hadapin LAGI, orang yang gak punya tanggung jawab. Seorang pengecut yang lari dari tanggung jawab. Seorang yang lari bersembunyi saat orang lain tau kesalahannya. Ya Tuhan, mesti gimana lagi sih aku hadapi orang-orang ini? Udah gak tau lagi deh mesti ngomong apa.

Yang aku rasain cuma mau marah semarah marahnya. Kesel, kecewa campur aduk jadi satu.
Capek hati jadinya..

Jumat, 26 September 2014

Bimbang

Kadang aku ingin pergi ke tempat yang jauh
Kadang aku ingin tetap di sini
Kadang aku ingin melakukannya
Tapi kadang aku juga tak ingin melakukannya
Kadang aku bilang itu salah
Kadang aku berpikir itu benar
Kadang aku bisa tertawa bahagia
Kadang aku marah tak terkendali
Aku tak tau,
Semakin aku pikir
Semakin aku dibuatnya bimbang
Seperti bara yang tak ingin mengarang
Aku hanya bisa menangis

Kamis, 25 September 2014

Aku Butuh Kamu

Ambil cermin, tatap cermin itu dalam-dalam, tatap mata dalam cermin itu. Dari mata itu kamu bisa lihat kebahagiaan, ketenangan jiwa dan rasa sayang yang dalam. Lihat juga bibir dalam cermin itu, dari bibir itu lahir sebuah senyum yang indah, yang lepaskan beban jiwa. dan senyum itu yang sangat ku nanti.

Seperti sebuah mantra ajaib yang selalu aku ucapkan saat aku merasa sedih. Seketika aku pun akan merasa jauh lebih baik. Meski bukan dirimu, tapi kata yang kau tuliskan pun sudah cukup membuatku menjadi tenang. Dari kalimat itu, aku tersadar bahwa ada orang lain yang lebih memilih senyumku dibanding tangisku.
Terimakasih.
Kamu tau, aku masih sering membaca semua tulisanmu. Memalukan memang, mengingat bagaimana pikiranmu tentang pikiranku tentangmu. Tapi harus aku akui bahwa kamu memang pintar. Aku banyak belajar darimu memahami diriku.
Setiap apa yang aku rasa dan alami kamu pasti punya jawabannya. Dan sekarang, dengan keadaanku yang seperti ini, apa jawabanmu???
Kau tau, aku merasa sangat bodoh dan putus asa.
Tak ada lagi aku yang baik, pintar, dewasa, bawel, dan periang seperti yang kamu katakan. Aku seperti burung tanpa sayap, seperti layang layang yang kehilangan benangnya. Aku tak tau kemana aku harus melangkah. Kemana aku harus mengadu.
Dulu kamu adalah tempatku bersandar, uluran tanganmu selalu menolongku untuk berdiri kembali. Dan kini aku membutuhkanmu...

You

You did it again
You did hurt my heart
I don't know how many times

You... I don't know what to say
You've made me so desperately in love
and now you let me down

You said you'd never lie again
You said this time would be so right
But then I found you were lying there by her side

You.. You turn my whole life so blue
Drowning me so deep, I just can reach myself again
You.. Successfully tore my heart
Now it's only pieces
Nothing left but pieces of you

You frustated me with this love
I've been trying to understand
You know i'm trying i'm trying
You.. I don't know what to say
You've made me so desperately in love
and now you let me down



Rasanya aku ingin bernyanyi, atau bahkan meneriakkannya padanya.
Do you know, you hurt my heart, again and again..

Kamis, 18 September 2014

Kutipan Novel


Ketika wanita menangis,
Itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya,
Melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya.

Ketika wanita menangis,
Itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya,
Melaikan karena pertahannyasudah tidak mampu lagi membendung air matanya.

Ketika wanita menangis,
Itu bukan karena dia ingin terlihat lemah,
Melaikan karena dia sudah tidak sanggup berpura-pura kuat.

Let Go-WindhyPuspitadewi

It's So Annoying

Hari ini seorang teman membuat janji ingin bertemu denganku, karena aku memang gak ada kegiatan ya udah aku sanggupi aja. Awalnya dia bilang siang, tapi setelah aku tunggu-tunggu ternyata dia gak juga ada kabar. Aku hubungi lah dia, eh kemudian dia membatalkannya dan bilang kalau dia ingin merubah waktunya dari siang jadi sore, tapi kemudian dia merubahnya lagi jadi malam. Kesel sebenernya, tapi ya karena katanya alasannya cukup masuk akal jadi aku maklumi deh. Mood udah mulai gak enak jadinya. Sebenernya aku kurang suka janji-janji mendadak seperti ini, karena kalau seandainya kita udah punya janji kan berarti kita gak bisa buat menerima janji dadakan yang datang meskipun sebenarnya kita lebih menginginkan janji dadakan itu, tapi kalau emang lagi free sih ya gak masalah, seperti aku hari ini.

Oke kembali lagii ke ceritaku. Setelah beberapa menit kemudian seorang teman lain pun menawarkan hal yang sama padaku, sayangnya waktunya pun sama. Oke prinsipku adalah janji pertama yang lebih utama. So, aku tolak deh ajakan temenku yang kedua itu, walau sebenernya sedikit kecewa karena mungkin akan lebih menyenangkan dengannya. Mulai deh muncul gejala-gejala moody.

Malam pun tiba, oke aku pikir waktuku untuk menunggu akan segera berakhir. Dan ternyata memang benar, itu hanya pikiranku saja. Dari mulai hitungan detik yang kemudian berubah jadi menit lalu jadi hitungan jam. Dia gak juga datang!
Mulai kesel deh aku. Sampe akhirnya setelah berjam-jam nunggu, sebuah SMS masuk. Ya, HANYA SMS, dan isinya seperti yang kalian bisa duga, BATAL!
Damn! Dari mulai mood gak enak, rasa kecewa, kesel nunggu, dan akhirnya pembatalan ini ngebuat kesabaran aku-yang dari tadi terus aku perpanjang masa aktifnya-habis.
 Dan yang bikin aku makin murka lagi adalah, alasannya karena dia CAPEK. "Lo pikir gue gak capek disini nunggu kaya orang bego gini?"

Asli aku ngerasa kaya orang bego, nunggu gak jelas, nyesel banget mentingin janji yang ternyata adalah janji yang gak penting. Kenapa aku bisa lupa kalau teman pertama itu emang orang yang sering gak nepatin janji. Nyesel, nyesel, nyesel, kesel.
Seandainya aku pilih janji teman keduaku, pasti  bisa menyenangkan, gak akan berakhir seperti malam ini.

Satu pesanku,
Jangan pernah membuat janji kalau hanya untuk diingkari.

Selasa, 16 September 2014

Saat Orang Lain Bukanlah Dia

Kenapa aku menulis ini?
Itu semua karena ...

Kuperkanalkan dia, satu sosok yang mengisi salah satu lembar cerita hidupku.
Siapa? Kalian bisa tebak sesuka kalian hehehe
Dia adalah salah satu sosok yang membuatku menjadi diriku.
Ketika orang lain menertawakan segala mimpi 'istimewa' yang aku miliki, dialah yang tetap diam mendengarkan segala celotehanku tentang mimpi-mimpiku dan lalu kemudian ikut berharap bersamaku. Kenapa aku bilang mimpiku istimewa? Karena sebagian besar mimpiku adalah kumpulan hal-hal yang terdengar gila. Dia adalah orang yang percaya bahwa di dunia ini tak ada kata tak mungkin, dan dia percaya bahwa aku mampu mewujudkannya. Ketika orang lain tertawa, dia percaya.

Bersama dia pun aku bisa banyak membicarakan hal-hal kecil yang terkadang memang tak penting, terkadang memang membosankan untuk yang lain. Namun dia, dia mampu menjadikannya hal-hal yang menarik. Ketika orang lain bosan, dia tertarik.

Kerena...
Karena aku terkadang ingin orang lain seperti dia.

Rabu, 03 September 2014

Sunshine




Keren kan?
Beberapa hari yang lalu temen aku ngasih beberapa foto matahari hasil jepretan kameranya.
Awalnya sih aku cuma iseng nanya, eh malah dikasi liat. Dan sukses itu foto bikin aku bener-bener ngerasa iri banget. Ngeliat sang matahari terbit dan tenggelam dari tempat yang seindah itu adalah suatu pengalaman yang sangat istimewa, dan kedengerannya seperti suatu hal yang mustahil buat aku. Itulah mimpi yang ingin ku wujudkan.

Semua hal yang berbau langit itu sangat aku suka, dari mulai bintang, bulan, pelangi, hujan dan matahari. Mereka seperti sebuah kesatuan dari ciptaan-Nya yang sangat indah. Melihat matahari terbit ataupun tenggelam adalah saat-saat yang paling indah untuk menikmati matahari. Merasakan sentuhan sinarnya yang mengenai kulit kita, kehangatannya di sela-sela semilir sisa-sisa udara dingin malam. Menikmati pergantian warna langit yang awalnya hitam gelap menjadi kekuningan adalah suatu kegiatan yang sangat aku sukai.

Aku jadi teringat dulu saat aku masih tinggal di desa, tiap pagi setelah subuh aku dan temanku pasti akan pergi bersepeda ke sebuah sawah yang terletak tak jauh dari sekolahku. Berhenti di tepi jalan, duduk di atas rumput yang masih terasa basah karena embun malam, menunggu matahari terbit. Perlahan semburat warna jingga muncul, menadakan momen yang aku tunggu akan segera tiba. Lagit yang sedari tadi aku pandangi penuh dengan sinar matahari, kehangatan pun mulai aku rasakan, dan saat itu aku bisa melihat gunung merbabu dan juga gunung merapi yang bersebelahan, disertai dengan kepergian burung-burung yang mulai keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Suatu pemandangan yang sangat indah, dan hanya bisa aku lihat saat pagi hari. Kalau banyak orang bisa menemukan hal serupa pada sebuah lukisan dengan bingkai indah, tapi seberapa baguspun lukisan itu tak akan pernah lebih bagus dibandingkan bila kita melihatnya dengan mata kita sendiri, menjadi saksi atas kebesaran-Nya.

Hahaha itulah salah satu pengalaman indahku, dan aku yakin temanku memiliki pengalaman yang jauh lebih indah lagi. Dia berkata, "Tak ada yang mustahil di dunia ini, asal ada kemauan, usaha dan tekat kuat, kamu pasti bisa meraih mimpi kamu itu". Semoga kelak aku bisa merasakan apa yang juga kamu rasakan :) Thanks for your picture