.

.

Minggu, 31 Agustus 2014

Nanda's quote

manusia jelas perlu menunggu,, namun konteks menunggu kita itu tidak seperti induk ayam yang diam mengerami telurnya saja :)
menunggu kita ini seperti hal yang pernah dikatakan oleh charlie chuplin yang berati sedikit berucap dan banyak bergerak.

Sabtu, 30 Agustus 2014

I Miss You All :*

Kangen banget sama kalian semuanya :*
Rasanya banyak sekali hal manis yang berubah jadi kenangan manis dengan cepat. Ngebuat aku ingin ngulang lagi semuanya. Jadi pengen pulang lagi ke solo, nginep lagi di rumah budheku tersayang yang udah aku anggap seperti ibuku sendiri, ngedengerin omelannya tiap pagi kalau aku bangun kesiangan. Ketemu sama si centil putri dan nia si inun, keponakan-keponakanku yang lucu, yang selalu bertengkar berebut kasih sayang dan perhatian kedua orang tuanya. Juga ada paklek dan bulek ku yang-walau banyak hal yang kurang aku suka-aku rindu juga sama mereka. Paklek yang tiap pagi sebelum berangkat kerja selalu membangunkanku dengan wangi parfumnya yang sumpah demi apapun itu parfum bahkan gak akan ilang sampe dia pergi kekantor sekalipun, wangi banget. Dan juga bulek yang setiap pagi pasti udah ngebangunin warga sedesa dengan suara piring, coet dan kualinya di dapur. Aku juga kangen pakdhe kasdi dan budhe tarmi yang walaupun aku gak pernah bertahan lama di rumahnya karena pasti ujungnya aku selalu kesal ngehadepin pakdhe aku yang selalu ngeledekku, tapi aku suka karena budhe selalu nyariin aku sawo matang kalau pohon sawo di depan rumahnya berbuah hehehehe Juga sepupu aku raras dan riris yang udah lama banget gak pernah ketemu, walau setelah pindah rumah kita jadi gak deket lagi, tapi rasanya pengen lagi deket sama kalian seperti dulu, bernain bersama, berebut mainan, makan bersama, berdoa bersama walaupun kita berbeda agama. Bisa ketemu temen-temen SMP aku yang udah dua tahun lebih ini gak pernah aku temuin. Pengen lagi jalan, ketawa, makan, dan nyanyi-nyanyi kaya dulu lagi bareng rini, dita, dina, nova.

Kangen sama temen-temen SMA, mantan yang udah lama gak pernah ketemu juga hehehe gak akan pernah lupain saat-saat MOS, CT, serunya kunjungan ke linggarjati, malunya saat jadi asistennya guru fisika, compongnya waktu jadi ketua olimpiade, main sampe sore di sekolah, belajar bareng mantan, nongkrong di warung ibu kentang bareng temen-temen, asiknya bolos jam pelajaran buat latihan padus, semua keseruan dan kegilaan yang dibuat semua temen sekelas aku, kejadian saat ujian praktek olahraga, dan saat perpisahan yang rasanya pengen ngulang semuanya lagi.

Aneh rasanya saat di posisi itu aku ingin sekali ada di waktu saat ini, tapi setelah aku berada pada saat ini aku ingin sekali mengulangnya dan tak menyia-nyiakan waktu saat itu. Seperti itulah, kita tak pernah tau kapan apa yang kita lakukan akan menjadi kenangan manis yang akan kita rindukan sampai kita melaluinya dengan begitu saja, kemudian merindukannya lagi hingga ingin mengulanginya.
Belajar dari rasaku saat ini, aku tak ingin lagi waktu cepat berlalu.
I miss you all,
I really miss you :*

Selasa, 26 Agustus 2014

Quotes

"Seseorang yang kita pikir adalah milik kita
Ternyata bukan benar-benar milik kita
Kita memiliki hatinya, tubuhnya dan cintanya…
Tapi kita ga akan pernah memiliki jalan hidupnya…”

-Sunny-

Perpisahan

Ada kelahiran dan ada kematian.
Ada yang datang pasti ada yang pergi.
Setiap sebuah pertemuan pasti ada perpisahan.
Aku mengutip dari sebuah film yang pernah aku tonton, yang bunyinya seperti ini :

“Tidak ada pertemuan yang abadi… Seperti pertemuan, maka perpisahan pun ga ada yang abadi…”

 Pertemuan tidak selalu memberikan rasa bahagia pada hati kita, namun perpisahan akan selalu memberikan rasa sakit. Begitu banyak bentuk perpisahan, dari mulai kelulusan, kepergian seseorang, putus cinta, perceraian, hingga kematian. Tapi dari sekian banyak bentuk perpisahan, rasa yang ditimbulkan tetap sama, sakit.

Terlalu merepotkan perasaan yang ditimbulkan oleh perpisahan. Kita menangis, tanpa tau kapan kita akan berhenti menangis. Memaksa diri kita untuk menerima kenyataan adanya kepergian, dimana kita harus mengubah kebiasaan kita selama ini, menyesuaikan diri tanpa keberadaan yang telah pergi. Itu sangat melelahkan...

Sangat menyakitkan rasa yang ditimbulkannya hingga membuat semua orang tak ingin mengalami perpisahan. Tapi sayangnya hukum alam berkata lain. Kita tak akan bisa menghindarinya. Mungkin ada beberapa bentuk perpisahan yang bisa kita hindari. Seperti kelulusan, mungkin kalian masih bisa bertemu di tempat yang baru nanti. Kepergian seseorang, mungkin kamu masih bisa datang ke tempat dia pergi. Putus cinta, mungkin bisa balikan kan? Dan perceraian, gak menutup kemungkinan bisa rujuk kembali. Tapi kematian??? Inilah bentuk perpisahan yang tak akan pernah dapat kita hindari. Bahkan kapan itu akan terjadi pun kita tak pernah tahu.

Hanya satu pesan, nikmatilah hidupmu, lakukan banyak hal yang berarti untuk mereka yang ada di sekelilingmu sebelum perpisahan mwnghampirimu :)

Saya Susi, sekian.

Senin, 25 Agustus 2014

Ketika Dia

Ketika dia mengenalkanmu pada temen-temannya
berarti dia bangga padamu
Ketika dia membawamu masuk dalam kehidupannya
berarti dia percaya dan yakin terhadapmu
Ketika dia mengetahui segala tentangmu bahkan terhadap hal terkecil sekali pun
berarti dia memperhatikanmu
Dan ketika dia selalu berusaha untuk tidak melukaimu
berarti dia mencintaimu ...

My Dreams

Seorang dosen pernah berkata bahwa mimpi atau cita-cita yang kita punya itu harus kita tuliskan, sekecil apapun mimpi itu. Dan hari ini aku teringat kata-kata dosenku itu, kemudian aku putuskan untuk menulis segala mimpiku dari yang terkecil hingga mimpi yang paling besar dan beberapa ada yang terkesan sedikit gila hehehe :)
So, this is my dreams :
  1. Berangkat ke tanah suci bersama keluarga
  2. Lulus dengan IPK minimal 3,5
  3. Membelikan papah ikan yang besar dan enak dengan uangku sendiri
  4. Membelikan mamah apel yang besar dan manis dengan uangku sendiri
  5. Mendapat pekerjaan yang sesuai di Cirebon
  6. Fasih berbahasa Inggris
  7. Bisa naik gunung (especially Semeru dan Rinjani)
  8. Travelling ke tempat-tempat cantik di seluruh Indonesia
  9. Travelling keliling dunia (especially Paris, Inggris, Jepang dan Turki)
  10. Punya teropong bintang pribadi
  11. Pergi ke Harry Potter Land di Osaka
  12. Sembuh total dari sakitku
  13. Punya foto berdua sama pacar
  14. Punya rumah dan menetap di Cirebon
  15. Mendapatkan mawar biru dari orang yang aku sayang
  16. Pintar memasak
  17. Menulis sebuah buku tentang aku dan semua orang yang pernah dan ada dalam hidupku
  18. Punya taman yang dipenuhi bunga mawar
  19. Minimal harus hafal satu juz terakhir
  20. Punya perpustakaan pribadi
  21. Membuat sebuah lagu
  22. Berdiri pada dua tempat berbeda dalam waktu yang sama
  23. Pergi ke negeri diatas awan dengan menyaksikan mata dewa terbit ataupun terbenam
  24. Berkunjung ke Bosscha Observatory
  25. Mendapatkan pasangan hidup yang tepat
  26. Memainkan alat musik gitar dan drum
  27. Melakukan sesuatu yang berarti untuk orang yang kurang beruntung
  28. Hidup sampai mati bersama dengan orang-orang yang aku sayang dan menyayangiku
  29. Aku ingin terbang 

Itulah beberapa mimpi yang aku punya.
Kelak beberapa tahun kedepan semua itu tidak lagi hanya menjadi sebuah mimpi. Dan ketika nanti mimpiku telah terwujud, aku akan kembali menuliskan mimpi-mimpi baruku tuk menggantikan mimpi-mimpiku yang telah terwujud.
Aku akan berusaha untuk memujudkannya, atau ada yang mau bantu? :)

Minggu, 24 Agustus 2014

Quotes

Terkadang orang tidak memahami janji yang mereka ucapkan ketika mereka sedang mengucapkannya.

-The Fault in Our Stars-

Kerinduan

Rindu
Rindu itu indah
Rindu itu penuh warna
Dengan rindu aku bisa merana
Dengan rindu aku bisa tertawa
Tapi ...
Dengan rindu pula bikin aku seperti orang gila

Sehebat itukah rindu itu?
Sekuat apakah dia menguasai diriku?
Dan sedahsyat apakah hingga dapat meremukkan hatiku?

Rindu tak kan bisa menjawab pertanyaanku
Dia malah tersenyum melihatku
dan dia berkata "kamu adalah orang yang beruntung karena masih punya rindu, karena rindu hanya milik orang yang punya cinta dan kasih sayang ..."

N.t.e.n.k

Semoga di ultah tahun ini kamu bisa jadi manusia yang lebih baik lagi.
Lupakan masa lalu, buka lembaran baru,
Citamu menanti, mimpimu melambai tuk kau datangi.
Langkahmu tak berhenti disini.
Jangan ragu tuk melangkah, karena aku selalu ada menuntunmu,
menyangga saat kau jatuh.

Sebuah ucapan ulang tahun yang tertulis pada salah satu lembar buku deary lamaku.
Membacanya masih menimbulkan rasa bahagia, dan mengingatnya membuaku merindukannya.
Bahagia karena setidaknya aku pernah mengenal seseorang sepertinya dalam hidupku.
Juga rindu karena kepergiannya dari hidupku.
Mengingat segala kenangan indah yang pernah kita lalui bersama membuatku tersenyum malam ini.
Bahkan hingga malam ini dia masih saja mampu membuatku tersenyum.
Dia sahabatku ...
Dia adalah orang yang sering membuatku bahagia. Dia lah yang membuatku percaya bahwa semua manusia itu istimewa, seistimewa perlakuannya padaku.
Dia adalah seseorang yang membedakan kata pinter dengan pintar untukku. Dia juga mengajariku banyak hal tentang sains, musik, pelajaran hidup, dan all about love.
Dia berbeda. Dia selalu bisa membuatku tertawa dengan segala candaannya, cara dia tertawa, dan segala katanya untukku. Dia lah orang yang mengerti bagaimana cara membuatku berdiri dari keterpurukanku dan tersenyum dari tangisanku. Setiap kata yang dia ucapkan dengan caranya berbicara selalu mampu tenangkan aku. Bersamanya membuatku tertawa, membuatku percaya untuk bermimpi, membuatku merasa tak sendiri.
He is like my dream catcher :)

Kita bersama karena kita merasakan kebahagiaan, dan kita berpisah karena kita merasakan kesedihan. Seperti itulah hidup. Seseorang datang, kemudian pergi, lalu digantikan dengan seseorang yang baru. Meskipun dia telah pergi, tapi siapapun yang pergi akan meninggalkan kenangan, manis atau pun pahit. Dan inilah kenangan manis kami :)
Kini, tak ada lagi kata kami. Walau begitu, dengan tulus aku berharap kamu bahagia dimana pun kamu berada saat ini :) Terimakasih untuk segala yang telah kamu berikan untukku.Dan semoga aku biasa mendapatkan dream catcher baru hehehe

-nemo-

Rabu, 20 Agustus 2014

Anyone Can Help Me?

Semua ini melelehkan, sia-sia dan gak pernah ada artinya.
Gue capek!
Rasanya pengen banget ngelepas semua ini, ngebuang semuanya.
Tunjukin seperti apa keadaan gue saat ini.
Gue udah teriak, tapi semua menguap gitu aja.
Gue udah lari, tapi gue malah tersesat.
Apa yang mesti gue lakuin?!
Anyone can help me???
:"(

Jumat, 08 Agustus 2014

Pacaran yang Serius?

Ada yang tau gambaran pacaran yang serius tuh gimana?
Pacaran yang penuh dengan harapan dan janji menikah lalu hidup bahagia selamanya, berpikir kalau pasangan kita adalah jodoh kita, begitu???
Tak dipungkiri setiap pasangan selalu berharap kalau pasangannya adalah orang yang tepat yang akan mendampingi hidupnya kelak (disini gak termasuk yang main-main ya). Tapi bukankah kita juga harus tetap berpikir rasional? Kalau keadaan kita memang sudah 'mencukupi' sih ya wajar untuk berpikiran seperti itu. Nah tapi kalau keadaan kita masih dalam tahap menuntut ilmu dan bahkan masa depan kita aja belum jelas, apakah itu wajar?
Sering banget aku dengar dari temen-temen aku yang ngomongin cita-cita mereka sama pasangannya dari tunangan hingga ke married segala, dan bahkan aku pun pernah bertemu laki-laki yang punya pemikiran seperti itu sedangkan saat itu keadaan mereka masih belum 'mencukupi'. Kebanyakan keadaan seperti ini perempuanlah yang banyak terbuai dan hal terburuknya dirugikan.
Apakah tidak terpikir bahwa visi tersebut terlalu jauh? Kuliah aja belum tentu lulus tepat waktu. Apalagi setelah itu harus cari kerja. Itu juga kalau dapetnya gak jauh dari pasangannya, Kalo mesti ke pelosok atau tengah laut gimana? Apa gak akan muncul masalah baru? Cara berpikir seperti itu kadang malah membuat hidup jadi rumit.
Yang namanya masa depan itu kan gak pernah ada yang tau. Aku tidak melarang seseorang untuk bermimpi, hanya saja semakin tinggi kita bermimpi semakin besar juga  rasa sakit yang akan kita alami bila mimpi itu tak terwujud.
Banyak diantara kita yang disibukkan untuk menjalani hubungan yang serius, bukannya malah menjalani hubungan dengan serius. Bermimpi tentang masa depan, menikah dengannya, hidup dengannya hingga tua, seakan hanya dia seorang calon jodoh kita. Inget kata Maroi Teguh bahwa jodoh kita itu banyak.
Hubungan yang serius belum tentu dijalani dengan serius, tapi hubungan yang dijalani dengan serius mungkin akan membawa kepada arah hubungan yang serius. Lebih baik serius menjalani saat ini, dari pada banyak berpikir tentang masa depan.
Jadi, pilih menjalani hubungan serius apa menjalani hubungan dengan serius????

Jumat, 01 Agustus 2014

Kerudung

Hari ini aku melihat seorang teman yang baru belajar menggunakan kerudung. Berkali-kali dia mencoba untuk mengenakan kerudungnya hingga benar-benar biasa menggunakannya sendiri. Melihatnya aku seperti berkaca pada diriku beberapa tahun yang lalu. Saat itu aku menolak menggunakannya, menurut ku itu sangat ribet, panas pula. Tapi akhirnya setelah bujukan kakak ku sayang, aku mau juga mengenakannya. Hari pertama aku memakainya benar-benar kacau. Meskipun udah berdiri di depan kaca selama tiga puluh menit lebih, aku tetap saja tidak bisa mengenakannya. Hingga akhirnya kakak ku membantuku, memasangkan cemiti di bawah daguku, lalu menyelipkan jarum pentul pada pelipis kanan dan kiriku, kemudian dia pinjamkan aku bros miliknya :)
Kemudian saat aku kelas dua SMA, my tablemate memintaku untuk mengajarinya menggunakan kerudung. Rasanya lucu, aku yang dulu menolak untuk menggunakan kerudung malah dimintai mengajari teman ku cara memakai kerudung. Pelan-pelan aku mendukung teman ku untuk berkerudung (bukan dengan paksaan lho). Dan sampai akhirnya dia berkerudung rasanya aku ikut senang. Entah mengapa walaupun bukan aku yang membuatnya berpikir untuk berkerudung, tapi rasanya aku cukup bangga menjadi orang yang mengajarinya menggunakan kerudung pertama kali :)
Dan baru-baru ini seorang sahabat ku juga mulai mengenakan kerudung. Seneng rasanya melihat mereka semua kini telah berkerudung.
Aku jadi teringat dengan kata-kata kakak ku, "Perbaiki dirimu, lalu keluargamu, kemudian kerabatmu, baru orang lain." Kakakku lah yang mengajari ku memakai kerudung, dan kemudian aku mengajari teman-teman ku apa yang telah aku pelajari :) Meskipun kebanyakan niat awal dari mereka berkerudung bukan untuk menutup auratnya, tapi toh aku juga dulu begitu. Lambat laun aku yakin niat mereka pasti berubah. Aku sangat berterima kasih kepada kakak ku yang telah mengajari ku dan menasehati ku untuk mengenakan kerudung.
Oh ya denger kabar katanya orang tua teman sebangku ku kini juga telah menggunkan kerudung :)
Senangnya mendengar orang yang berkerudung bertambah jumlahnya :)
Semoga makin banyak lagi orang yang tersadar untuk menggunkan kerudung. Amiin :)