Hari itu seperti biasa aku pergi bersama dengan temanku. Awalnya
semua berjalan dengan biasa, hingga aku bertemu dengan “dia”. Satu sosok yang
tak ingin ku lihat keberadaannya.
Aku pikir aku tidak akan pernah seperti dulu, mempedulikannya
dengan seluruh perasaan. Aku pikir aku telah sukses menghilangkan rasa kecewa itu.
Berbulan-bulan bersama, duduk bersama, tertawa bersama, dan
melakukan banyak hal bersama dengan atas nama
sayang, kesetiaan, janji, kejujuran dan masih banyak lagi yang ternyata
semuanya ................. bohong!
Genggaman tangan, perhatian, kesetiaan, dan segala janji yang
hanya pura-pura!
Mengingatnya lagi, ternyata bisa juga memancing tawa meskipun
menyedihkan. Melihat sesosok dia, walau masih tersisa keindahan palsunya,
ternyata kembali membawakan amarah dan kepedihan yang begitu mendalam.
Sakit!