Apa yang terlihat belum tentu dapat terlihat,
Apa yang bisa dirasakan belum tentu dapat kita rasakan,
Dan apa yang terdengar belum tentu dapat kita dengar,
Seperti itukah dia?
tertipukah aku?
Atau aku yang bodoh memberikan penilaian yang terlalu tinggi padanya.
Mengharapkan sesuatu yang besar darinya.
Mungkin aku menyesal, tapi setidaknya aku tau sekarang dia seperti apa.
.
Kamis, 17 Januari 2013
Rabu, 16 Januari 2013
Makalah Pengaruh Globalisasi Terhadap Perkembangan Bahasa Indonbnesia
PENGARUH
GLOBALISASI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
Makalah
Di
ajukan untuk memenuhi Mata kuliah
Bahasa Indonesia
Dosen
Pembibing: Bella Nurzaman, M. Pd
Disusun:
Susilowati
112070061/1A
Prodi Pendidikan Matematika
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
CIREBON
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya
kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah
tepat pada waktunya yang berjudul Pengaruh Globalisasi terhadap Perkembangan Bahasa
Indonesia.
Makalah untuk memenuhi tugas Mata kuliah Bahasa Indonesia. Makalah ini secara luas mengenai perkembangan bahasa Indonesia di era globalisasi
dan pengaruh globalisasi terhadap perkembangan bahasa Indonesia.
Harapan saya semoga
makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami
sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin.
Cirebon, Januari 2013
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Bahasa merupakan media untuk
menyampaikan pesan atau informasi
baik secara lisan maupun tulisan dari individu satu ke individu lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan bahasa hampir di semua
aktifitas, baik menggunakan bahasa lisan, bahasa tulisan, maupun bahasa tubuh.
Sebuah bangsa pasti memiliki bahasanya sendiri, di Indonesia
sendiri kita memiliki bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa
pemersatu bangsa kita. Meskipun
terkadang kita seringkali menggunakan bahasa Indonesia secara sembarangan,
terutama di kalangan remaja saat ini. Itu semua
karena berbagai pengaruh lingkungan dan akibat dari perkembangan zaman globalisasi
yang semakin pesat.
Dengan adanya globalisasi
perkembangan tekhnologi pun semakin pesat dan pengaruh tekhnologi juga
membuat penggunaan bahasa Indonesia yang kurang baik akibat menggunakan bahasa
Indonesia di gabungkan dengan bahasa slang atau bahasa gaul itu sendiri
sehingga anak-anak zaman
sekarang ini lebih sering menggunakan bahasa slang atau bahasa gaul tersebut.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa yang dimaksud
dengan globalisasi?
2.
Bagaimana
perkembangan bahasa Indonesia di era globalisasi?
3.
Apa saja dampak
globalisasi terhadap perkembangan bahasa Indonesia?
C.
TUJUAN
1.
Menjelaskan
pengertian dari globalisasi.
2.
Menjelaskan
perkembangan bahasa Indonesia di era globalisasi.
3.
Menyebutkan dampak
dari globalisasi terhadap perkembangan bahasa Indonesia.
D.
MANFAAT
Bagi penulis dan pembaca dapat
mengetahui bagaimana perkembangan bahasa Indonesia di era globalisasi dan
dampak dari globalisasi terhadap perkembangan bahasa Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN GLOBALISASI
Menurut
asal katanya kata "globalisasi" diambil dari kata global yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan
globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku)
sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi
yang mapan kecuali sekedar definisi kerja (working definition). Sehingga bergantung
dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial,
proses sejarah,
atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa di dunia makin terikat
satu sama lain dan mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan
ko-eksistensi dengan menyingkirkan semua batasan-batasan geografis, ekonomi dan budaya
masyarakat.
Di
sisi lain ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh
negara-negara adikuasa.
Sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadap
pertumbuhan globalisasi. Dari sudut pandang ini globalisasi tidak lain adalah
kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya
praktis akan mengendalikan ekonomi dunia.
Dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab globalisasi
cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia. Bahkan berpengaruh
terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.
Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah
Globalisasi pada tahun 1985.
Scholte
melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:
1.
Internasionalisasi
Globalisasi
diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini
masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun
menjadi semakin tergantung satu sama lain.
2.
Liberalisasi
Globalisasi juga
diartikan dengan semakin diturunkan batas antarnegara, misalnya hambatan tarif
ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
3.
Universalisasi
Globalisasi juga
digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial keseluruh
dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.
4.
Westernisasi
Westernisasi
adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran
dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
5.
Hubungan transplanetari
dan suprateritorialitas
Arti kelima ini
berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama,
masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian
yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri bukan sekadar
gabungan negara-negara.
B.
PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI
Bahasa
Indonesia merupakan bahasa resmi bangsa Indonesia. Oleh karena itu bahasa
Indonesia mempunyai peranan penting dalam membangun manusia Indonesia
seutuhnya.selain itu bahasa Indonesia juga sebagai jati
diri bangsa Indonesia perlu dibina oleh setiap warga negara Indonesia terutama dalam era globalisasi ini, hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa
arus oleh pengaruh dan budaya asing yang jelas-jelas tidak sesuai dengan bahasa
dan budaya bangsa Indonesia.
Pengaruh
dari luar atau pengaruh asing ini sangat besar kemungkinannya terjadi pada era
globalisasi ini. Batas antarnegara yang sudah tidak jelas dan tidak ada lagi,
serta pengaruh alat komunikasi yang begitu canggih harus dihadapi dengan
mempertahankan jati diri bangsa Indonesia, termasuk jati diri
bahasa Indonesia. Yang penulis maksud disini adalah tentang kedisiplinan
berbahasa nasional, yaitu pematuhan aturan-aturan yang berlaku dalam bahasa Indonesia dengan tetap memperhatikan
situasi dan kondisi pemakaiannya.
Tujuan utama pembinaan bahasa Indonesia ialah
menumbuhkan dan membina sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Untuk menyatakan sikap positif ini dapat dilakukan
dengan suka memakai
bahasa Indonesia daripada bahasa asing dan bersedia menjaga agar pengaruh asing
tidak terlalu berlebihan. . Yang perlu
dipahami adalah sikap positif terhadap bahasa Indonesia ini tidak berarti sikap
berbahasa yang tertutup dan kaku. Bangsa Indonesia tidak mungkin menuntut
kemurnian bahasa Indonesia (sebagaimana aliran purisme) dan menutup diri dari
saling pengaruh dengan bahasa daerah dan bahasa asing. Oleh karena itu, bangsa
Indonesia harus bisa membedakan mana pengaruh yang positif dan mana pengaruh
yang negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Sikap positif seperti
inilah yang bisa menanamkan percaya diri bangsa Indonesia bahwa bahasa
Indonesia itu tidak ada bedanya dengan bahasa asing lain.
Era
globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat
mempertahankan diri di tengah-tengah pergaulan antarbangsa yang sangat rumit.
Untuk itu, bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dan penuh
perhitungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah jati diri
bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri bahasa. Jati diri bahasa Indonesia
memperlihatkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang sederhana, tata bahasanya
mempunyai sistem sederhana, mudah dipelajari, dan tidak rumit. Kesederhanaan
dan ketidakrumitan inilah salah satu hal yang mempermudah bangsa asing ketika
mempelajari bahasa Indonesia. Setiap bangsa asing yang mempelajari bahasa
Indonesia dapat menguasai dalam waktu yang cukup singkat. Namun, kesederhaan
dan ketidakrumitan tersebut tidak mengurangi kedudukan dan fungsi bahasa
Indonesia dalam pergaulan dan dunia kehidupan bangsa Indonesia di tengah-tengah
pergaulan antarbangsa. Bahasa Indonesia telah membuktikan diri dapat
dipergunakan untuk menyampaikan pikiran-pikiran yang rumit dalam ilmu
pengetahuan dengan jernih, jelas, teratur, dan tepat. Bahasa Indonesia menjadi
ciri budaya bangsa Indonesia yang dapat diandalkan di tengah-tengah pergaulan
antarbangsa pada era globalisasi ini. Bahkan, bahasa Indonesia pun saat ini
menjadi bahan pembelajaran di negara-negara asing seperti Australia, Belanda, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Cina, dan Korea Selatan.
C.
DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
Dengan
semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga
pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan
dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era
globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan
bebas. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa
Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula
sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu,
termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan
sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.
Dengan jumlah penduduk yang banyak mengakibatkan bahasa
Indonesia sangat rentan terhadap pengaruh era globalisasi. Baik pengaruh secara
positif maupun pengaruh negatif.
1.
Dampak positif
a.
Bahasa Indonesia mulai
dikenal oleh dunia internasional.
Terbukti
ada beberapa Universitas di luar negeri yang mempunyai fakultas Sastra Bahasa
Indonesia. Karena menurut mereka negeri kita ini adalah negeri yang subur dan
kaya raya.
Yang mempunyai bermacam-macam budaya, flora-fauna, serta potensi-potensi
lainnya.
b.
Meningkatnya
pengetahuan masyarakat internasional tentang bahasa Indonesia.
Dengan
perkembangan tekhnologi saat ini seperti TV penggunaan bahasa Indonesia yang
baik dan benar dalam pembacaan berita misalnya yang disaksikan oleh
masyarakat Indonesia. Masyarakat
akan banyak mendengarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga akan
mempengaruhi berkembangnya bahasa Indonesia yang baik dan benar.
c.
Meningkatnya terjemahan
buku-buku kedalam Bahasa Indonesia.
d.
Pengaruh global teknologi akan
memperkaya kosa kata bahasa Indonesia.
Pertukarang informasi dari
bahasa asing (terutama bahasa Inggris) mempunyai pengaruh terhadap bahasa
Indonesia yang tidak dapat dibendung lagi. Contohnya information menjadi
informasi.
2.
Dampak negatif
a.
Masyarakat
Indonesia tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang konsumtif dan penasaran
serta suka dengan hal baru. Terutama sekali dengan adanya berbagai
perubahan pada berbagai peralatan elektronik. Hal ini sangat berdampak buruk
terhadap pola berpikir masyarakat. Misalnya pada kalangan remaja dengan adanya
internet, anak-anak sekarang ini senang bermain jejaring sosial seperti
facebook. Dengan adanya jejaring sosial seperti facebook terkadang melalui
jejaring sosial tersebut anak-anak banyak mengggunakan bahasa gaul sehingga
tidak lagi memperhatikan kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
b.
Berkurangnya minat generasi
muda untuk mempelajari bahasa
Indonesia.
Generasi
muda cenderung untuk lebih menyukai sesuatu
yang modern atau maju. Dengan masuknya budaya-budaya asing dan bahasanya tentu
lebih menarik bagi sebagian besar generasi muda untuk dipelajari.
c.
Bercampurnya Bahasa
Indonesia dengan bahasa-bahasa asing.
Banyak
masyarakat yang lebih bangga dan membangga-banggakan menggunakan bahasa
negeri orang lain. Atau malah mencampur-campur bahasa Indonesia dengan bahasa
asing. Hal
ini sering terjadi di masyarakat.
Baik secara lisan maupun tulisan-tulisan di sms (sort messsage servis)
dan di dunia maya (facebook, tweeter, dll).
d.
Memperkaya kosakata bahasa Indonesia.
e.
Hilangnya budaya tradisional.
Dengan
adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat hilangnya budaya
anak-anak bermain permainan tradisional. Anak-anak sekarang cenderung lebih
menyukai permainan berbasis online daripada bermain di lapangan. Permainan
online yang digemari sering membuat anak lupa waktu dan tidak tertarik pada
pelajaran sekolah. Orang tua harus bisa mengontrol dan mengawasi anak supaya
tidak mengubah pola pikiran mereka kearah yang negatif.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Bahasa
Indonesia merupakan bahasa nasional yang harus kita jaga
karena perkembangan bahasa Indonesia terletak di tangan pemakai bahasa
Indonesia sendiri. Baik buruknya, maju mundurnya, dan tertatur kacaunya bahasa
Indonesia merupakan tanggung jawab setiap orang yang mengaku sebagai warga
negara Indonesia yang baik.
Kita harus lebih dapat menghargai bahasa Indonesia dengan cara lebih senang
menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa asing dan terus bangga
dengan bahasa yang telah kita miliki. Bahasa
Indonesia harus terus dibina dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi
kebanggaan bagi bangsa Indonesia dalam pergalan antarbangsa pada era
globalisasi ini.
Perkembangan
bahasa Indonesia di era globalisasi ini ada yang berdampak positif dan ada pula
yang berdampak negatif namun sebagai masyarakat yang memiliki jiwa nasionalisme
kita sebaiknya mempertahankan dampak-dampak positif yang ada serta dampak
memperbaiki dampak negatif yang ada demi menjaga eksistensi bahasa Indonesia di
mata dunia saat ini.
B.
SARAN
Setelah kita mempelajari bagaimana perkembangan bahasa
Indonesia di era globalisasi ini, kita harus dapat lebih mengerti bagaimana
cara menyikapi perkembangan globalisasi yang dewasa ini sangat berpengaruh
terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Kita harus mampu memilah mana yang
memberikan dampak positif dan mana yang memberikan dampak negatif terhadap
perkembangan bahasa Indonesia.
Sebagai warga Indonesia yang baik, seharusnya kita mampu
untuk mempertahankan keaslian dan keeksistensian bahasa Indonesia di kalangan
masyarakat Indonesia atau pun di mata dunia. Bahasa Indonesia yang merupakan
bahasa nasional sebaiknya dijaga terutama oleh kita para kalangan
remaja yang akan menjadi penerus bangsa dan kita juga sebaiknya sebagai
kalangan yang terpelajar belajar untuk membiasakan diri menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
DAFTAR PUSTAKA
Agus, Herdiansyah. (2012). Dampak Posotif dan Negatif Globalisasi Terhadap BahasaIndonesia. [online].
Tersedia: http://herdiansyahagus.blogspot.com/2012/04/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi.html.
[15 Januari 2013]
Hidayani, Nur. (2012). Perkembangan Bahasa Indonesia di Era Globalisasi. [online]. Tersedia:
http://menurhidayani.blogspot.com/2012/12/perkembangan-bahasa-indonesia-di-era.html.
[9 Januari 2013]
Kurniawan, Nuri. (2012). Pengertian Globalisasi. [online]. Tersedia: http://awandragon.blogspot.com/2012/03/pengertian-globalisasi.html.
[15 Januari 2013]
Hidayani, Menur. (2012). Perkembangan Bahasa Indonesia di Era Globalisasi. [online].
Tersedia: http://menurhidayani.blogspot.com/2012/12/perkembangan-bahasa-indonesia-di-era.html. [9
Januari 2013]
Senin, 07 Januari 2013
Masalah
Masalah timbul saat kenyataan tidak sama dengan keinginan.
Ada dua cara untuk menyelesaikan suatu masalah,
Pertama, ubahlah keinginan sesuai dengan kenyataan yang ada, alias PASRAH
Yang kedua, ubahlah kenyataan sesuai dengan keinginan kita. Untuk mengubah kenyataan sesuai dengan keinginan kita diperlukan adanya suatu USAHA.
Sehingga MASALAH adalah usaha untuk mencapai keinginan.
Ada dua cara untuk menyelesaikan suatu masalah,
Pertama, ubahlah keinginan sesuai dengan kenyataan yang ada, alias PASRAH
Yang kedua, ubahlah kenyataan sesuai dengan keinginan kita. Untuk mengubah kenyataan sesuai dengan keinginan kita diperlukan adanya suatu USAHA.
Sehingga MASALAH adalah usaha untuk mencapai keinginan.
Janji
Membuat janji itu mudah. Menepatinya mudah, mengingkarinya pun jauh lebih mudah.
Namun mengusahakan untuk menepatinya apakah semudah membuat atau mengingkarinya?
Janji bukan sekedar tentang mengingkari atau menepatinaya,
Lalu apa itu janji?
Biarkan para penjanji yang menjawabnya, yang jadi masalahnya apa mereka semua tahu apa itu janji?
Jawabannya TIDAK!
Namun mengusahakan untuk menepatinya apakah semudah membuat atau mengingkarinya?
Janji bukan sekedar tentang mengingkari atau menepatinaya,
Lalu apa itu janji?
Biarkan para penjanji yang menjawabnya, yang jadi masalahnya apa mereka semua tahu apa itu janji?
Jawabannya TIDAK!
Langganan:
Komentar (Atom)