.

.

Sabtu, 16 Juni 2012

Jangan Buat Aku Percaya

Mungkin aku pengecut, mungkin juga aku bodoh!.
Terlalu sakit rasanya untuk kecewa lagi. Sakit.......
Bukan untuk yang pertama aku kecewa oleh satu kata "kepercayaan". Percaya? Satu kata yang saat ini sulit sekali aku temukan.
Ketika kamu percaya pada seseorang, rasanya manis. Ketika kita dapat menceritakan segala masalah yang ada, membagi sedikit beban kita pada orang lain, menangis dalam peluknya, dengan mengungkapkan segala apa yang kita rasa. Manis, tenang, dan sangat menyenangkan. Tapi apa jadinya kalau orang yang kamu percayai tak lagi percaya pada kita? Apa jadinya kalau dia menganggap apa yang slama ini kita ceritakan padanya hanyalah kebohongan semata? Apa jadinya ketika kini dia berubah menjadi satu sosok yang paling kita benci? Sakit, itulah yang aku rasakan..
Ketika orang yang kita percaya tak peduli lagi pada kita. Menyesal rasanya pernah percaya. Tak ingin lagi rasanya untuk percaya. Dan kini aku takut untuk percaya ...

Hari ini seseorang datang dengan membawa segenggam kepercayaan yang dia tawarkan padaku. Tapi sepertinya hitungan tahunpun tak mampu tuk lupakan semua kenyataan yang pernah terjadi.
Mungkin aku pengecut yang tak berani tuk memulai kembali.
Mungkin aku bodoh karna selalu terbayang pada kenyataan pahit itu.
Maafkan aku...
Sikapmu slalu membuatku rindu pada sebuah kata kepercayaan. Namun semua kenangan buruk itu selalu datang menyeruak masuk dan menghantuiku. Dan rasanya, seperti menelan duri dalam sepotong coklat. Aku mohon, jangan buat aku percaya bila berakhir sama seperti dia.
Aku mohon...

Untuk dia, kepercayaan bukanlah suatu pernainan yang bisa begitu saja kau permainkan. Aku harap, aku yang terakhir.

Percayalah, kebenaran hari ini belum tentu menjadi kebenaran hari esok.

Sabtu, 09 Juni 2012

------.

Aku ingin berlari bersama mentari
Aku ingin terbang bersama elang
Aku ingin jauh
Aku ingin tinggi

Aku muak!
Aku lelah!
Aku benci!
Aku jenuh!

Tak mengerti!
Tak peduli!
Tak pahami!
Slalu acuh!
Slalu meremeh!

Aku akan membusuk
Dalam lubang keputusasaan
Dalam lubang kekecewaan
Hingga aku mati
Membangkai dengan emosi yang merajai

Jumat, 08 Juni 2012

First Poetry

Tak kadang aku memandang dia sombong
Tapi itu salah
Dimataku dia sosok yang unik
Senyuman itu slalu hadir setiap hari
Dia polos, tapi tak lugu
Dia tegar, tapi tak cengeng
Dan yang terpenting
Dia ramah
Tapi tak sombong

8 Juni 2012 
17:39:45

Biarkan Aku Menangis

Ketika hari itu tiba tak ada air mata yang dapat keluar. Maka sekarang, setelah semuanya telah usai, biarkan aku menangis tuk tumpahkan segala yang tak dapat aku lakukan saat itu. Biarkan aku menangis...

Ketika hari itu tiba
Ketika apa yang aku miliki hilang
Ketika semua larut dalam kesedihan
Ketika semua mata memandang iba padaku
Dan ketika semua yang datang hanya mampu berucap "sabar"
Apa yang aku lakukan?
Diam
Diam
Diam

Sakit, sesak, ngilu, perih
Tak mampu rasanya tuk menangis
Maafkan aku...

Saat ini,
Ketika hari itu telah usai
Izinkan aku menangis
Dalam kesendirian dan kegelapanku
Biarkan aku menangis
 
terkadang yang tidak menangis jauh lebih sakit

Kamis, 07 Juni 2012

Kebahagiaan Sesaat

Ketika mentari mulai menampakkan cahayanya
Mata mulai mau memandang keluar
Dengan udara hangat yang siap menyambut
Bahagia menyeruak masuk ke dalam hati
Bibir ini tak hentinya melengkungkan senyumnya
Kesenangan yang diiringi tawa kebahagiaan
Seperti menemukan kepingan kecil diriku yang dulu
Namun seketika,
Langit gelap berselimut awan hitam
Hingga mata tak jelas memandang
Dan udara kembali menjadi dingin
Hujan turun kembali

Rabu, 06 Juni 2012

Aku yang Sekarang

Ketika dunia terasa semakin sempit
Nafas terasa semakin sesak
Dan dunia berubah menjadi gelap
Amarah yang terselip dalam sebuah penyesalan
Keterpurukan yang kian meraja
Membuat hati semakin bimbang
Tak tau arah tujuan
Ingin mengadu, tak ada tempat bersandar
Berdiri, terdiam, dan menangis
Hanya mampu mengharap
Kan datangnya sebuah  pengharapan

Selasa, 05 Juni 2012

Target

Aku takut tidak bisa meraih target yang aku tetapkan
Sudah lama aku tak menetapkan target dalam hidupku
Dari dulu dalam meraih segala yang aku inginkan dan aku harapkan aku selalu memasang target
Semuanya selalu aku targetkan
Bahkan dulu saat aku masih kecil, aku bertekat untuk mendapat nilai 10 dalam ujianku
Teman-temanku yang mengetahuinya tertawa mendengarnya
Tapi diakhir pengumuman aku tau aku dapat meraihnya
Senang sekali mengetahuinya
Namun sekarang?
Sudah lama aku tak mempedulikannya, masa bodoh, dan tak peduli dengan apa yang akan aku dapatkan
Gak ada lagi semangat untuk meraih apa yang aku inginkan
Ketika semua rasa itu ikut pergi dan menghilang
Rasanya kangen banget sama aku yang dulu

Saat ini aku coba untuk membuat target
Mengenang diriku yang dulu, eh bukan mengenang, tapi lebih tepatnya mencoba mengembalikan siapa diriku yang dulu.
Terselip ketakutan,
aku takut tak dapat meraihnya
aku takut tak dapat menemukan diriku
karna aku tak memiliki motifasi seperti dulu..
seperti aku beberapa tahun lalu
dan aku yang sekarang hanyalah sesosok manusia yang tak memiliki semangat dalam meraih apa yang dia inginkan. Orang yang tak tau apa yang dia harapkan, yang hanya mampu terdiam memandangi segala kenangan di masa lalu...