Terlalu sakit rasanya untuk kecewa lagi. Sakit.......
Bukan untuk yang pertama aku kecewa oleh satu kata "kepercayaan". Percaya? Satu kata yang saat ini sulit sekali aku temukan.
Ketika kamu percaya pada seseorang, rasanya manis. Ketika kita dapat menceritakan segala masalah yang ada, membagi sedikit beban kita pada orang lain, menangis dalam peluknya, dengan mengungkapkan segala apa yang kita rasa. Manis, tenang, dan sangat menyenangkan. Tapi apa jadinya kalau orang yang kamu percayai tak lagi percaya pada kita? Apa jadinya kalau dia menganggap apa yang slama ini kita ceritakan padanya hanyalah kebohongan semata? Apa jadinya ketika kini dia berubah menjadi satu sosok yang paling kita benci? Sakit, itulah yang aku rasakan..
Ketika orang yang kita percaya tak peduli lagi pada kita. Menyesal rasanya pernah percaya. Tak ingin lagi rasanya untuk percaya. Dan kini aku takut untuk percaya ...
Hari ini seseorang datang dengan membawa segenggam kepercayaan yang dia tawarkan padaku. Tapi sepertinya hitungan tahunpun tak mampu tuk lupakan semua kenyataan yang pernah terjadi.
Mungkin aku pengecut yang tak berani tuk memulai kembali.
Mungkin aku bodoh karna selalu terbayang pada kenyataan pahit itu.
Maafkan aku...
Sikapmu slalu membuatku rindu pada sebuah kata kepercayaan. Namun semua kenangan buruk itu selalu datang menyeruak masuk dan menghantuiku. Dan rasanya, seperti menelan duri dalam sepotong coklat. Aku mohon, jangan buat aku percaya bila berakhir sama seperti dia.
Aku mohon...
Untuk dia, kepercayaan bukanlah suatu pernainan yang bisa begitu saja kau permainkan. Aku harap, aku yang terakhir.
Percayalah, kebenaran hari ini belum tentu menjadi kebenaran hari esok.